Tampilkan postingan dengan label Pembuluh Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembuluh Darah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita, Pencegahan dan Penangananya

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang harus ditangani secepatnya agar tidak membahayakan nyawa pasien. Untuk itu Anda perlu mengenali ciri-ciri / tanda serangan jantung agar Anda dapat segera mengenali dan mendapatkan penanganan yang cepat.

Namun masalahnya tanda serangan jantung pada wanita tidaklah sama dengan tanda serangan jantung pada pria seperti sakit pada dada yang kemudian menyebar ke salah satu tangan. Gejala serangan jantung pada wanita seringkali muncul tidak disadari. Dan perlu Anda ketahui bahwa penyakit jantung masih merupakan penyebab kematian pertama pada wanita di Amerika Serikat.

tanda serangan jantung pada wanita
image credit: gospelherald.com

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita


Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serangan jantung pada wanita yang mungkin terjadi:

1. Nyeri Dada atau Rasa Tidak Nyaman di Dada
Sakit dada adalah tanda serangan jantung yang umum terjadi, namun pada beberapa wanita, tanda tsb dapat berbeda dari pria. Gejala serangan jantung tsb dapat berupa rasa sesak, sempit, tertekan namun rasa nyeri tsb tidak hanya di dada kiri saja namun dapat terjadi di bagian manapun.

2. Nyeri di Lengan, Punggung, Leher, atau Rahang
Tanda serangan jantung tsb lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Ini mungkin saja membingungkan para wanita karena merasa tidak merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan. Rasa nyeri tsb dapat terasa bertahap atau tiba-tiba, dapat muncul kemudian menghilang. Jika Anda tidur maka Anda dapat terbangun karena nyeri tsb.

3. Nyeri di Perut
Banyak orang yang sering keliru menafsirkan nyeri di perut bukan sebagai tanda serangan jantung pada wanita dan menganggapnya sebagai tanda sakit lambung, begah, atau flu. Wanita pun dapat merasakan nyeri di perut yang sangat parah.

4. Sesak Nafas, Mual, Keleyengan
Tanda serangan jantung pada wanita berikutnya adalah sesak nafas, mual, dan merasa “keleyengan” (pusing, serasa melayang). Jika Anda merasa kesulitan bernafas tanpa ada alasan yang jelas seperti halnya setelah melakukan aktivitas fisik padahal Anda hanya diam maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Berkeringat
Berkeringat dingin adalah tanda serangan jantung pada wanita yang umum terjadi. Jika Anda sering berkeringat seperti halnya terjadi saat Anda stress atau melakukan aktivitas fisik atau diam di udara yang panas padahal tanpa sebab yang jelas, Anda patut hati-hati.
6. Lelah
Beberapa wanita yang mengalami serangan jantung sering merasa kelelahan walaupun dia hanya duduk atau tanpa bergerak sama sekali. Kelelahan semacam ini dapat menjadi tanda serangan jantung pada wanita.

Perlu Anda ketahui, tidak semua orang akan mengalami tanda serangan jantung pada wanita di atas. Namun bila Anda mengalami salah satu gejala penyakit jantung di atas sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk menghindari risiko yang lebih parah.

Cara Mencegah Serangan Jantung


Tiada yang lebih mudah selain melakukan pencegahan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah serangan jantung:

1. Periksakan Kesehatan Jantung Anda
Cara mencegah serangan jantung yang pertama adalah memeriksakan kesehatan jantung Anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko terjadinya penyakit jantung dan risiko terjadinya serangan jantung.

2. Berhenti Merokok
Tahukah Anda bahwa berhenti merokok dapat menurunkan risisko penyakit jantung coroner sebanyak 50%? Lakukan cara yang sama untuk mencegah serangan jantung.

3. Mulailah Olahraga
Cara mencegah serangan jantung berikutnya adalah dengan olahraga secara teratur. Lakukan olahraga setiap hari misalnya dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari mampu menurunkan risiko serangan jantung dan terjadinya stroke.

4. Ubah Pola Makan Anda
Bila diperlukan, ubah kebiasaan pola maka Anda dan keluarga Anda untuk mencegah serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, gandum, dan menghindari makanan yang berlemak. Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya aliran darah ke jantung karena plak yang dibentuk oleh kolesterol.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Mendapat Tanda Serangan Jantung?


Saat Anda merasakan salah satu tanda serangan jantung di atas, segeralah menuju klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun ternyata akhirnya Anda tidak terkena serangan jantung namun setidaknya Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kematian.

Mintalah bantuan orang lain atau orang terdekat dengan Anda untuk menemani Anda ke rumah sakit saat terjadi tanda serangan jantung.

Henti jantung dapat saja terjadi pada seseorang sebagai komplikasi penyakit jantung. Tanda serangan jantung dengan henti jantung seperti ini dapat berupa tidak bernapas, tidak bergerak, atau tidak bereaksi terhadap sentuhan kita.

Saat keluarga atau orang yang ada didekat Anda mengalami tanda serangan jantung dengan henti jantung sebaiknya Anda segera memanggil ambulans. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menangani henti jantung adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).

Cara melakukan CPR / RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Teknik CPR / RJP ini sebetulnya mudah dilakukan, namun bila Anda tidak yakin cara melakukannya sebaiknya tunggu orang yang ahli saja untuk melakukannya.

Sebuah video yang menarik yang saya ambil dari youtube, yang mengisahkan bagaimana seorang ibu yang berusaha menjaga anak-anaknya dan menyiapkan seluruh kebutuhan keluarganya ternyata mendapatkan tanda serangan jantung.



Itulah sekilas informasi mengenai tanda serangan jantung pada wanita, cara mencegah serangan jantung dan cara menangani serangan jantung. Semoga bermanfaat …

Rabu, 11 November 2015

Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

Cara menurunkan tensi darah tinggi secara alami adalah cara yang paling banyak dicari oleh penderita hipertensi / tensi tinggi. Hipertensi adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh kenaikan tekanan darah pada pembuluh darah dalam periode waktu tertentu. Kenaikan tensi ini dapa disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah karena adanya timbunan lemak, plak, dan zat-zat lain.

Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi bila hasil pengukuran tekanan darahnya cenderung melebihi tekanan darah normal yaitu bila sudah mencapai 140/90 mmHg atau lebih. Bila penyakit darah tinggi ini dibiarkan maka sangat berisiko sekali pada kesehatan karena dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan stroke. Untuk itu bila seseorang memiliki tekanan darah di atas 120/80 mmHg dan mendekati 140/90 mmHg harus berusaha mencegah kenaikan tensi darah lebih tinggi lagi apalagi bila tekanan darah sudah di atas 140/90 mmHg maka perlu dilakukan cara menurunkan tensi darah secara cepat sebelum terjadi kerusakan organ tubuh yang fatal.

Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami


Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan tensi, yaitu secara alami dan menggunakan obat-obatan. Bila Anda memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg saya sarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan yang cepat karena obat-obatan paten yang diresepkan dokter biasanya memiliki efek yang cepat untuk menurunkan tekanan darah.

Namun bila tekanan darah Anda masih dikatakan pra-hipertensi atau belum mencapai 140/90 mmHg, maka Anda dapat menggunakan cara menurunkan tensi secara alami menggunakan bahan-bahan herbal yang ada di sekitar kita, lebih murah dan aman. 
 
Baca juga: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasi Sakit Leher Yang Perlu Diketahui

Cara Menurunkan Tensi Secara Alami


Agar dapat menurunkan tekanan darah secara alami maka Anda perlu menghilangkan faktor pencetus penyakit hipertensi, yaitu dengan cara sbb:

1. Pola Makan Sehat


Menggunakan pola makan sehat dengan gizi seimbang sangat disarankan untuk semua orang termasuk penderita hipertensi. Perbanyaklah makan buah dan sayuran yang kaya serat dan hindarilah makanan berlemak. Selain itu kurangilah konsumsi garam sebagai cara menurunkan tensi darah secara alami, seperti konsumsi garam dapur, mengkonsumsi saus, dan membatasi makanan yang mengandung garam seperti daging dan keju.

2. Perbanyak Asupan Kalium


Salah satu penyebab hipertensi adalah karena banyaknya natrium di dalam darah. Oleh karena itu cara menurunkan tensi darah berikutnya adalah memperbanyak asupan kalium / potassium selain membatasi asupan natrium / sodium. Asupan kalium yang terkandung pada buah-buahan dan sayuran seperti pisang, alpukat, mentimum, seledri, lidah buaya, dll mampu menggantikan natrium yang ada di dalam darah.

3. Gaya Hidup Sehat


Cara menurunkan tensi secara alami berikutnya adalah dengan melakukan gaya hidup sehat, seperti olah raga secara teratur, mengurangi konsumsi alcohol, berhenti merokok, dan hindari pikiran negative penyebab stress.

4. Jus Penurun Hipertensi


Untuk menyembuhkan suatu penyakit kadang kala kita seringkali mencari obat di tempat yang jauh, padahal biasanya obat-obatan tsb berada di sekitar kita. Seperti halnya cara menurunkan tensi darah secara alami dapat dilakukan dengan mengkonsumsi jus penurun hipertensi secara teratur.

Ya seledri dan bawang putih sudah dipercaya dari jaman dahulu kala sebagai bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar kita dan mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Untuk pembuatan dan penggunaannya yuk langsung saja di simak di bawah ini:

Cara Menurunkan Tensi Darah Menggunakan Jus Seledri
Seledri sangat kaya akan kalium yang sangat baik untuk menurunkan tensi darah serta memiliki suatu zat yang mampu melebarkan otot-otot pembuluh darah arteri.

Untuk membuat jus anti hipertensi cukup dengan mengambil segenggam seledri yang telah dicuci bersih lalu jus menggunakan blender dalam 1 gelas air matang, saring lalu minum air perasannya sehari sekali setelah sarapan. Lakukan pengecekan tekanan darah secara teratur selama konsumsi jus anti hipertensi ini. Biasanya tekanan darah akan normal kembali setelah meminum jus seledri ini 1-2 minggu.

Cara Menurunkan Tensi Darah Menggunakan Jus Bawang Putih
Senyawa alisin yang terkandung dalam bawang putih mampu melebarkan pembuluh darah dan mencegah terjadinya gumpalan darah penyebab hipertensi. Bawang putih juga sangat baik dikonsumsi penderita kolesterol tinggi.

Bawang putih yang memiliki khasiat tinggi adalah jenis bawang lanang yaitu bawang putih bersiung tunggal, namun sayangnya jenis bawang seperti ini memang agak langka.

Untuk menggunakan bawang putih untuk menurunkan tensi darah maka Anda perlu mengambil 3 siung bawang putih yang masih segar, lalu kupas dan cuci bersih. Tumbuk bawang putih tsb sampai halus lalu peras dan tambahkan air matang secukupnya lalu diminum. Minumlah 3 kali sehari dan lakukan pemeriksaan tekanan darah secara teratur.

Anda pun dapat menggunakan bawang putih untuk menurunkan tensi darah dengan mengkonsumsinya secara langsung atau berbarengan dengan nasi, dsb.

Bila Anda telah menggunakan jus anti hipertensi tsb selama 2 minggu namun tekanan darah Anda masih tetap tinggi, sangat disarankan pada Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda karena kemungkinan besar ada penyebab lainnya yang perlu diketahui terlebih dahulu.

Itulah cara menurunkan tensi darah secara alami, semoga bermanfaat. Bila Anda merasa tulisan ini bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya ke teman dan keluarga Anda.

Minggu, 08 November 2015

Tekanan Darah Normal, Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Tekanan darah normal sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Bila terjadi perubahan pada tekanan darah misalnya menjadi lebih rendah atau lebih tinggi maka biasanya seseorang akan merasakan gejala mulai dari pusing, lemas, dsb dan bahkan dapat menyebabkan penyakit serius seperti stroke.

Apakah Itu Tekanan Darah Normal?


Tekanan darah adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa kuatnya jantung kita mempompa darah ke seluruh tubuh.

Para ahli sepakat bahwa setiap orang yang ingin hidup sehat agar selalu menjaga tekanan darahnya berada di kisaran normal. Bila tekanan darah seseorang berbeda dengan tekanan darah normal yang telah ditetapkan oleh para ahli maka dapat dikatakan seseorang tsb mengalami hipotesi atau tekanan darah rendah dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

tekanan darah normal


Berapakah Tekanan Darah Normal Orang Dewasa?


Pada umumnya, orang dewasa sehat akan memiliki tekanan darah normal sekitar 120/80 mmHg. Menurut Wikipedia, tekanan darah masih dikatakan normal bila berada di antara rentang 90-119 / 60-79 mmHg. Namun ada juga yang mengemukakan tekanan darah Anda masih berada aman asalkan tidak melebihi 140/90 mmHg.

Angka 120 pada tekanan darah normal adalah tekanan sistolik yaitu tekanan ketika jantung memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh, sementara angka 80 nya menyatakan tekanan diastolik yaitu tekanan saat jantung berhenti / beristirahat sejenak sebelum kembali bekerja memompakan darah kembali.

Namun Anda sebetulnya tidak perlu terlalu panik bila hasil pemeriksaan berbeda dengan tekanan darah normal di atas karena perlu Anda ketahui bahwa angka tsb tidaklah mutlak, tekanan darah Anda dapat saja turun atau naik tergantung kondisi emosional dan aktivitas fisik yang Anda lakukan. Yang perlu Anda khawatirkan bila hasil pemeriksaan tekanan darah Anda memang konsisten / terus-terusan berbeda misalnya cenderung naik.

Gejala Penyakit Tekanan Darah


Ada dua jenis gejala penyakit yang disebabkan oleh kecederungan tekanan darah yang tidak normal yaitu hipertensi dan hipotensi.

Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi


Pra-hipertensi adalah suatu keadaan bila tekanan darah Anda cenderung tinggi melebihi tekanan darah normal 120/80 mmHg namun masih di bawah 140/90 mmHg. Bila tekanan darah Anda sudah melebihi 140/90 mmHg maka Anda harus ekstra hati-hati karena sudah terkena hipertensi.

Tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, juga merusak beberapa organ seperti penglihatan, ginjal, dll.

Beberapa orang yang memiliki risiko tinggi terkena hipertensi adalah yang memiliki berat badan berlebih, perokok, alkoholik, jarang berolahraga, berusia di atas 55 tahun, dan orang yang suka mengkonsumsi makanan asin. Seseorang yang memiliki anggota keluarga yang tekena hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes juga memiliki risiko terkena hipertensi lebih tinggi.

Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

Hipotensi / Tekanan Darah Rendah


Hipotensi terjadi bila tekanan darah Anda berada di bawah tekanan darah normal, yaitu di bawah 90/60 mmHg. Dan pada umumnya bila seseorang mengalami tekanan darah rendah, tidak berbahaya atau menyebabkan penyakit serius bila penderita tidak mengalami gejala-gejala seperti mual, pusing, lelah, kehausan, penglihatan tidak jelas, pernapasan menjadi lebih cepat dan pendek, depresi, kurang konsentrasi, dan pingsan. Walaupun demikian tekanan darah yang terlalu rendah mampu memicu kerusakan jantung dan otak.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

Beberapa hal yang dapat memicu gejala hipotensi adalah kehamilan, anemia, dehidrasi, alergi, minum alcohol berlebih, kehilangan banyak darah, ketidak seimbangan hormone misalnya karena penyakit Addison, gangguan jantung, dan penggunaan obat tertentu seperti obat Parkinson, anti depresi, dll.

Cara Mengetahui Anda Memiliki Tekanan Darah Normal atau Tidak?


Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tensi normal atau tidak hanya dapat dilakukan dengan mengukur tekanan darah secara teratur, biasanya setahun sekali seperti pengecekan kondisi kesehatan Anda secara umum lainnya.

Bila Anda memiliki risiko hipertensi atau hipotensi sebaiknya dilakukan pemeriksaan yang lebih sering dan rutin. Sehingga bila hal itu terjadi Anda dapat segera mengkonsultasikannya ke dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Pemeriksaan tekanan darah normal atau tidak dapat dilakukan di rumah sakit, apotek, ataupun di rumah menggunakan alat sphygmomanometer atau manset tekanan darah. Sekedar tips untuk Anda yang masih awam / belum mengetahui cara penggunaan alat tsb sebaiknya mintalah ditraining dulu oleh praktisi kesehatan yang Anda percayai, setelah itu cobalah Anda lakukan uji coba dan hasilnya dibandingkan dengan yang dilakukan oleh praktisi kesehatan yang telah berpengalaman.

Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam keadaan istirahat, setengah jam sebelum pemeriksaan sebaiknya Anda tidak melakukan aktivitas fisik / olahraga, minum kafein, dan tidak merokok untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Bagaimana Cara Mendapatkan Tekanan Darah Normal?


Beberapa tips berikut ini sangat berguna untuk mengontrol tekanan darah normal dan sebaiknya dijadikan gaya hidup sehat bagi Anda:

Olahraga Rutin

Olahraga dan aktivitas fisik dapat menguatkan otot-otot dalam tubuh termasuk pembuluh darah dan otot jantung serta menjaga tekanan darah normal. Selain itu olahraga pun dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga tubuh Anda terasa lebih segar dan sehat. Olahraga tidak perlu mahal, namun olahraga murah pun seperti jalan kaki atau jogging sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh Anda asalkan dilakukan secara teratur.
Baca juga: 7 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui

Hindari Garam Berlebih

Anda mungkin sering melihat salah satu iklan layanan masyarakat di TV sekarang ini, sebuah ajakan untuk hidup sehat untuk menjaga tekanan darah normal dengan membatasi asupan garam yaitu hanya 1 sendok teh saja per hari. Garam berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi.

Pola Makan Yang Sehat

Untuk menjaga tekanan darah normal, Anda harus mau menerapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang, Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang, jangan lupa makan sayur dan buah-buahan. Hindarilah makanan berlemak dan alcohol berlebihan.

Hindari Stres

Hidup memang penuh tekanan namun selama Anda berpikir secara positif dan mampu mengelola masalah, insya Allah Anda pun akan terhindar dari stress. Anda pun dapat melakukan hal-hal yang Anda sukai untuk menghindari stress untuk menjaga tekanan darah normah Anda.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar tekanan darah normal. Semoga bermanfaat ..

Sabtu, 22 Agustus 2015

Mengenal Penyakit Varises: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan

Pernahkah Anda melihat ada pembuluh darah yang menonjol atau timbul di permukaan kulit betis? Itu adalah salah satu tanda penyakit varises yang biasanya muncul pada ibu-ibu yang sedang hamil ata telah melahirkan. Namun kadang juga muncul pada kaum pria. Bahkan tidak menderita penyakit ini menjadi salah satu syarat masuk akademi militer loh. Nah sebetulnya penyakit varises itu apa ya? Yuk kita simak ulasannya berikut ini …

gejala varises, penyebab varises, tanda-tanda varises, cara mencegah varises, cara mengobati varises, ciri-ciri varises

Penyebab Varises


Tubuh kita terdiri dari pembuluh darah yang disebut pembuluh arteri dan vena. Pembuluh arteri bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh sementara pembuluh vena kebalikannya yaitu mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung yang dibantu dengan kontraksi otot jantung. Di dalam pembuluh vena dilengkapi katup-katup yang berfungsi mencegah terjadinya arus balik darah pada pembuluh tsb.

Nah penyakit varises terjadi bila katup vena tsb melemah atau rusak atau dinding vena merenggang. Kondisi kerusakan pada vena tsb atau dikenal dengan penyebab varises dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu umur, genetika, obesitas, kehamilan, kebiasaan berdiri terlalu lama, dan masalah kesehatan lainnya. 
Baca juga: Penyakit Hernia: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Hernia

Gejala Penyakit Varises


Penyakit varises lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria dan lebih banyak terjadi pada area kaki. Sebagian kecil terjadi pada pembuluh vena sekitar kerongkongan, panggul, anus, rahim, dan vagina.

Untuk mengetahui keberadaan penyakit ini, sebetulnya dapat dilihat dari ciri-ciri varises yang muncul di permukaan kulit.

Tanda – tanda varises adalah sebagai berikut:
  • Perubahan warna pembuluh darah yaitu tampak berwarna biru atau ungu tua dengan bentuk menyerupai pilinan kawat.
  • Terjadi pembengkakan pada pembuluh vena tsb. 
  • Timbul gatal dan bengkak ringan pada betis hingga pergelangan kaki. Selain itu kadang-kadang kaki terasa berat, sedikit terasa nyeri dan hangat, terutama bila sudah berdiri cukup lama. 
  • Bila dibiarkan dan bertambah parah, maka gejala varises akan bertambah dan berpotensi terjadinya komplikasi seperti radang pada vena / thrombophlebitis, terjadi luka pada vena, dan pendarahan. 

Bahaya Komplikasi Penyakit Varises


Saat penyakit varises masih ringan, dan kita hampir tidak merasakan gejala, kadang kala kita suka membiarkan saja penyakit tsb, padahal ada risiko komplikasi sebagai berikut:
  • Eksim yang terjadi karena ada varises sehingga membuat kulit kering, bersisik dan memerah.
  • Thrombophlebitis yaitu penggumpalan darah dan peradangan pada pembuluh vena kaki. Orang yang menderita komplikasi ini akan merasakan gejala berupa kemerahan dan rasa nyeri di bagian tsb. 
  • Ulkus vena yaitu terjadinya luka karena ada kenaikan tekanan pada vena kaki terutama bagian pergelangan kaki. Tekanan darah yang tinggi dalam vena menyebabkan cairan dari vena merembes dan berkumpul di bawah kulit. Pada awalnya kumpulan cairan tsb akan membuat kulit menebal dan terjadi pembengkakan hingga akhirnya menimbulkan luka terbuka. 
  • Pendarahan. Meningkatnya tekanan darah menyebabkan akan mudah terjadi pendarahan saat vena tsb terkena benturan. 
Baca juga: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkan Komedo

Diagnosis Penyakit Varises


Bila Anda mengalami gejala varises seperti yang telah disebutkan di atas, walaupun masih ringan maka sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mencegah terjadi komplikasi penyakit seperti yang telah disebutkan di atas pula.

Saat Anda konsultasi ke dokter, maka dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan cara mengumpulkan keterangan dari penderita seperti gejala yang timbul dan faktor risiko yang dimiliki. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati bagian tubuh yang mengalami varises. Bila dicurigai terjadi komplikasi khusus, maka dokter barulah akan melakukan metoda khusus untuk pemeriksaannya.

Cara Mengobati Penyakit Varises


Untuk mengurangi gejala penyakit yang dirasakan serta menghindari terjadinya komplikasi maka Anda dapat mengobati varises ringan secara mandiri di rumah seperti:
  • Menjaga berat badan ideal dengan melakukan olahraga rutin sehingga sistem peredaran darah lebih lancar dan sehat.
  • Menghindari berdiri terlalu lama. 
  • Menggunakan stoking anti varises / bebas kompresi.
Namun bila sesuai diagnosis dokter varises sudah parah, maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pengobatan di rumah sakit seperti injeksi skleroterapi, radiofrekuensi, laser, dan bedah phlebectomy.

Nah itulah beberapa ulasan seputar penyakit varises, semoga Anda semakin paham dan mengenali penyakit yang ada di tubuh kita sendiri agar terhindar dari risiko komplikasi yang lebih parah.