Tampilkan postingan dengan label Tanda-Tanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanda-Tanda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita, Pencegahan dan Penangananya

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang harus ditangani secepatnya agar tidak membahayakan nyawa pasien. Untuk itu Anda perlu mengenali ciri-ciri / tanda serangan jantung agar Anda dapat segera mengenali dan mendapatkan penanganan yang cepat.

Namun masalahnya tanda serangan jantung pada wanita tidaklah sama dengan tanda serangan jantung pada pria seperti sakit pada dada yang kemudian menyebar ke salah satu tangan. Gejala serangan jantung pada wanita seringkali muncul tidak disadari. Dan perlu Anda ketahui bahwa penyakit jantung masih merupakan penyebab kematian pertama pada wanita di Amerika Serikat.

tanda serangan jantung pada wanita
image credit: gospelherald.com

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita


Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serangan jantung pada wanita yang mungkin terjadi:

1. Nyeri Dada atau Rasa Tidak Nyaman di Dada
Sakit dada adalah tanda serangan jantung yang umum terjadi, namun pada beberapa wanita, tanda tsb dapat berbeda dari pria. Gejala serangan jantung tsb dapat berupa rasa sesak, sempit, tertekan namun rasa nyeri tsb tidak hanya di dada kiri saja namun dapat terjadi di bagian manapun.

2. Nyeri di Lengan, Punggung, Leher, atau Rahang
Tanda serangan jantung tsb lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Ini mungkin saja membingungkan para wanita karena merasa tidak merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan. Rasa nyeri tsb dapat terasa bertahap atau tiba-tiba, dapat muncul kemudian menghilang. Jika Anda tidur maka Anda dapat terbangun karena nyeri tsb.

3. Nyeri di Perut
Banyak orang yang sering keliru menafsirkan nyeri di perut bukan sebagai tanda serangan jantung pada wanita dan menganggapnya sebagai tanda sakit lambung, begah, atau flu. Wanita pun dapat merasakan nyeri di perut yang sangat parah.

4. Sesak Nafas, Mual, Keleyengan
Tanda serangan jantung pada wanita berikutnya adalah sesak nafas, mual, dan merasa “keleyengan” (pusing, serasa melayang). Jika Anda merasa kesulitan bernafas tanpa ada alasan yang jelas seperti halnya setelah melakukan aktivitas fisik padahal Anda hanya diam maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Berkeringat
Berkeringat dingin adalah tanda serangan jantung pada wanita yang umum terjadi. Jika Anda sering berkeringat seperti halnya terjadi saat Anda stress atau melakukan aktivitas fisik atau diam di udara yang panas padahal tanpa sebab yang jelas, Anda patut hati-hati.
6. Lelah
Beberapa wanita yang mengalami serangan jantung sering merasa kelelahan walaupun dia hanya duduk atau tanpa bergerak sama sekali. Kelelahan semacam ini dapat menjadi tanda serangan jantung pada wanita.

Perlu Anda ketahui, tidak semua orang akan mengalami tanda serangan jantung pada wanita di atas. Namun bila Anda mengalami salah satu gejala penyakit jantung di atas sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk menghindari risiko yang lebih parah.

Cara Mencegah Serangan Jantung


Tiada yang lebih mudah selain melakukan pencegahan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah serangan jantung:

1. Periksakan Kesehatan Jantung Anda
Cara mencegah serangan jantung yang pertama adalah memeriksakan kesehatan jantung Anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko terjadinya penyakit jantung dan risiko terjadinya serangan jantung.

2. Berhenti Merokok
Tahukah Anda bahwa berhenti merokok dapat menurunkan risisko penyakit jantung coroner sebanyak 50%? Lakukan cara yang sama untuk mencegah serangan jantung.

3. Mulailah Olahraga
Cara mencegah serangan jantung berikutnya adalah dengan olahraga secara teratur. Lakukan olahraga setiap hari misalnya dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari mampu menurunkan risiko serangan jantung dan terjadinya stroke.

4. Ubah Pola Makan Anda
Bila diperlukan, ubah kebiasaan pola maka Anda dan keluarga Anda untuk mencegah serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, gandum, dan menghindari makanan yang berlemak. Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya aliran darah ke jantung karena plak yang dibentuk oleh kolesterol.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Mendapat Tanda Serangan Jantung?


Saat Anda merasakan salah satu tanda serangan jantung di atas, segeralah menuju klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun ternyata akhirnya Anda tidak terkena serangan jantung namun setidaknya Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kematian.

Mintalah bantuan orang lain atau orang terdekat dengan Anda untuk menemani Anda ke rumah sakit saat terjadi tanda serangan jantung.

Henti jantung dapat saja terjadi pada seseorang sebagai komplikasi penyakit jantung. Tanda serangan jantung dengan henti jantung seperti ini dapat berupa tidak bernapas, tidak bergerak, atau tidak bereaksi terhadap sentuhan kita.

Saat keluarga atau orang yang ada didekat Anda mengalami tanda serangan jantung dengan henti jantung sebaiknya Anda segera memanggil ambulans. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menangani henti jantung adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).

Cara melakukan CPR / RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Teknik CPR / RJP ini sebetulnya mudah dilakukan, namun bila Anda tidak yakin cara melakukannya sebaiknya tunggu orang yang ahli saja untuk melakukannya.

Sebuah video yang menarik yang saya ambil dari youtube, yang mengisahkan bagaimana seorang ibu yang berusaha menjaga anak-anaknya dan menyiapkan seluruh kebutuhan keluarganya ternyata mendapatkan tanda serangan jantung.



Itulah sekilas informasi mengenai tanda serangan jantung pada wanita, cara mencegah serangan jantung dan cara menangani serangan jantung. Semoga bermanfaat …

Minggu, 10 Januari 2016

Penyebab, Gejala, Mencegah, dan Cara Mengatasi Demam Berdarah

Musim penghujan tiba, itu artinya Anda harus hati-hati dengan penyakit demam berdarah. Bila Anda saksikan di TV sekarang ini, jenis penyakit ini memang sedang mewabah di daerah tertentu. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memang belum memiliki sistem pengobatan khusus, namun bila Anda telat sedikit saja dalam penanganannya maka tak mungkin penyakit ini dapat mematikan. Agar Anda dapat terhindar dari penyakit ini atau terhindar dari risiko yang lebih berbahaya, sebaiknya Anda mengenali penyebab, gejala, cara mencegah, dan mengatasi demam berdarah.

Demam berdarah atau DBD (dengue fever) adalah suatu penyakit yang membuat penderitanya akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang, yang disertai dengan demam dan pendarahan baik di kulit maupun bagian tubuh lainnya.

Penyebab Demam Berdarah


Penyebab penyakit demam berdarah / DBD adalah virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jadi jenis penyakit ini tak akan menulari orang lain bila orang tsb tidak tergigit nyamuk yang membawa virus tsb.

penyebab demam berdarah
Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk aedes aegypti biasanya senang sekali hidup di daerah yang berpenduduk tinggi dengan iklim hangat namun lembap dan terdapat banyak genangan air. Itulah sebabnya kenapa Indonesia rentan sekali dengan penyebab demam berdarah ini.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis nyamuk aedes aegypti dapat menggigit manusia kapan pun dia mau, baik siang maupun malam hari. Jadi Anda tetap harus ekstra hati-hati agar tubuh Anda tidak tergigit nyamuk.

Virus dengue penyebab demam berdarah, saat ini memiliki 4 strain / tipe yaitu DEN1, 2, 3, dan DEN4. Saat Anda terjangkit penyakit DBD karena salah satu tipe virus dengue maka secara alamiah, tubuh Anda akan membentuk kekebalan / antibody terhadap tipe virus tsb namun ini bukan berarti Anda akan aman dari serangan DBD berikutnya karena bila virus tipe lain yang menjangkiti Anda maka Anda pun akan terserang penyakit DBD lagi bahkan kondisi yang diakibatkan malah menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya. 

Gejala Demam Berdarah


Gejala demam berdarah tak akan terlihat sesaat setelah Anda digigit nyamuk pembawa virus penyebab DBD namun virus tsb memerlukan waktu inkubasi di tubuh Anda terlebih dahulu. Waktu inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh virus untuk tumbuh dengan baik di tubuh Anda, dan masa inkubasi virus dengue adalah sekitar 4-7 hari. Bila dalam Bahasa awamnya, virus tsb memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang dan siap menyerang tubuh Anda.

gejala demam berdarah
image source: lloydhealthcare.org


Gejala demam berdarah baru akan terlihat dalam waktu 3-14 hari setelah masa inkubasi tsb yang biasanya ditandari dengan demam tinggi hingga 41 der C.

Berikut ini adalah gejala / tanda-tanda demam berdarah yang biasanya muncul:
  • Tubuh menggigil / demam
  • Sakit kepala parah 
  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit, wajah tampak kemerahan 
  • Sakit tenggorokan (Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Yang Perlu Diketahui)
  • Hilang nafsu makan 
  • Nyeri pada perut dan mual-mual 
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki termasuk tulang dan sendi 
  • Rasa sakit bagian belakang mata 
  • Pendarahan yang tidak wajar, seperti mimisan, gusi berdarah, atau adanya darah pada air seni
Gejala demam berdarah tsb biasanya akan mereda dalam beberapa minggu bila penyakit ini segera ditangani. Namun untuk pemulihan, biasanya diperlukan waktu beberapa minggu.

Penyakit Lain Yang Menyertai Demam Berdarah


Penyakit DBD yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat membahayakan nyawa pasien. Walaupun hanya terjadi pada sedikit kasus, penyakit DBD dapat berkembang menjadi lebih serius dengan gejala yang lebih parah seperti “dengue shock syndrome” yaitu demam berdarah yang disertai dengan penurunan tekanan darah secara drastis dan mendadak. 
Baca juga: Tekanan Darah Normal, Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Berikut ini adalah gejala demam berdarah yang parah / berat:
  • Lelah dan lemas.
  • Demam sering naik turun. 
  • Nyeri pada perut secara berkelanjutan, sering mual dan muntah. 
  • Pendarahan dari hidung, pada muntahan, air seni, atau tinja. 
  • Pembengkakan pada organ hati yang dapat terlihat dari luar tubuh dan terasa sakit bila disentuh.

Kapan Waktu Yang Tepat Memeriksakan Diri ke Dokter?


Bila Anda mendapati gejala demam berdarah pada diri Anda atau keluarga Anda, jangan tunggu lagi, segeralah periksakan diri Anda atau keluarga Anda ke dokter kepercayaan Anda karena pemeriksaan dan penanganan yang cepat dan tepat akan mengurangi terjadinya risiko penyakit yang lebih parah.

Memeriksakan diri ke dokter pun sebaiknya dilakukan saat Anda mengalami gejala seperti flu atau demam yang tak kunjung membaik lebih dari 1 minggu.

Untuk memastikan apakah Anda benar terkena penyakit DBD atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui keberadaan virus dengue juga untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda secara umum lainnya.

Cara Mengatasi Demam Berdarah


Perlu Anda ketahui, penderita penyakit DBD di Indonesia termasuk yang kedua terbesar di dunia dan paling tinggi di Asia Tenggara. Oleh karena ini siapa saja yang ada di Indonesia, akan sangat mudah sekali terkena wabah demam berdarah ini. Untuk itu perlu peran serta dari masyarakat sendiri dan pemerintah dalam bekerja sama untuk memerangi wabah ini dan mengatasi demam berdarah.

Namun masalahnya, sampai sekarang belum ada obat-obatan yang khusus untuk mengobati penyakit demam berdarah ini. Sampai saat ini untuk mengatasi demam berdarah hanya sebatas menangani / meredakan gejala yang timbul.

Berikut ini adalah cara mengatasi demam berdarah yang sangat disarankan, yaitu:
  • Perbanyak istirahat
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi 
  • Minum obat penghilang nyeri dan penurun demam (analgetik dan antipiretik) seperti parasetamol. Namun ingat jangan gunakan ibuprofen atau aspirin karena kedua jenis obat ini dapat memicu terjadinya pendarahan pada penderita demam berdarah. Jenis obat-obatan ini biasanya dijual bebas di apotek maupun toko obat. 
  • Bila gejala demam berdarah seperti nyeri, sakit kepala, dan demam tidak mereda atau tidak kunjung hilang dalam waktu 3-5 hari maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit DBD Anda sudah tergolong parah maka cara mengatasi demam berdarah berikut ini yang biasanya akan dilakukan pada pasien:
  • Rawat inap di rumah sakit untuk lebih memudahkan perawatan dan pemantauan kondisi pasien.
  • Pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi dan menstabilkan tekanan darah. 
  • Pemantauan tekanan darah. 
  • Transfusi darah untuk mengganti kekurangan darah.

Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah


Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya ada vaksin, namun untuk DBD belum ada vaksin yang berhasil dikembangkan dengan baik untuk mencegah penyakit DBD.

Oleh karena itu cara terbaik mencegah demam berdarah adalah dengan mencegah digigitnya tubuh kita oleh nyamuk aedes aegypti tsb.

Berikut ini adalah beberapa cara menghindari gigitan nyamuk penyebab DBD untuk mencegah demam berdarah yang dapat Anda lakukan mulai sekarang di rumah Anda:
  • Tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan Anda misalnya dengan menggunakan langkah 3 M (menguras, menimbun, dan membakar) tempat-tempat yang mudah digenangi air dan menjadi tempat hidup si nyamuk aedes. Anda dapat melakukan pembersihan tempat-tempat penampungan air secara berkala untuk mencegah timbulnya jentik-jentik nyamuk. Anda pun dapat menggunakan serbuk abate yang biasanya diedarkan oleh tiap RT / RW untuk membasmi jentik-jentik tsb.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar. 
  • Tidur menggunakan kelambu. 
  • Menggunakan pakaian yang dapat melindungi Anda dari gigitan nyamuk terutama saat Anda beraktivitas di luar rumah.
  • Memakai anti nyamuk, seperti losion atau anti nyamuk lainnya. 
  • Melakukan fogging / pengasapan pada sarang-sarang nyamuk, biasanya dikelolah oleh tiap RT / RW setempat.
Bila Anda lebih menyukai cara alami untuk menghindari gigitan nyamuk untuk mencegah demam berdarah, silahkan baca Cara Praktis Menghindari Gigitan Nyamuk Secara Alami.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab demam berdarah, gejala demam berdarah, cara mencegah demam berdarah, dan cara mengatasi demam berdarah yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ...

Jika artikel dari Dunia Kesehatan ini dirasa bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya pada teman atau kerabat Anda sehingga semakin banyak orang yang terhindar dari penyakit DBD ini.

Referensi: webmd.com, alodokter.com 

Rabu, 06 Januari 2016

Penyebab Keringat Berlebih Apakah Penyakit Serius? Hati-Hati!

Apakah Anda sering berkeringat tanpa ada aktivitas yang berarti? Atau apakah telapak tangan Anda sering basah? Bila iya, bisa jadi Anda berkeringat berlebihan. Berkeringat adalah sesuatu yang normal dan bagus bagi kesehatan, namun bila berlebihan .. hmm hati-hati ya karena penyebab keringat berlebih ini bisa jadi penyakit serius loh!

Berkeringat adalah suatu cara alami yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan suhu tubuh. Saat Anda beraktivitas fisik, olahraga, stres, atau sedang cemas yang mengakibatkan suhu tubuh naik maka untuk menormalkan kembali suhu tubuh tsb diproduksilah keringat tentunya keringat yang dikeluarkan dalam jumlah normal. Lalu apa penyebab keringat berlebih?

Penyebab keringat berlebih memang dapat bermacam-macam dan biasanya lebih sering dialami oleh orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan.

Baca juga: 5 Cara Jitu Menghilangkan Bau Badan dan Ketiak Yang Menyengat

Terlalu banyak keringat seringkali mengganggu penampilan sehingga membuat seseorang sering merasa tak percaya diri. Namun lebih jauh dari itu, banyak orang yang tak menyadari bahwa penyebab keringat berlebih tanpa alasan yang jelas dapat menjadi pertanda penyakit serius yang memerlukan penanganan ekstra. 

penyebab keringat berlebih dan cara mengatasi keringat berlebihan
image credit: www.healthcare-online.org

Jenis-Jenis Keringat Berlebih


Sebelum membahas penyebab keringat berlebih, sebaiknya Anda ketahui 2 tipe / jenis keringat berlebih atau Bahasa kedokterannya hyperhidrosis yang dapat terjadi, yaitu:

1. Hiperhidrosis Lokal / Primer
Kondisi berkeringat berlebihan ini diderita oleh sebagian kecil manusia di muka bumi ini, yaitu sekitar 1-3% dari total populasi. Ciri-ciri hyperhidrosis primer adalah hanya daerah tertentu saja yang berkeringat berlebihan yaitu di wajah, kepala, tangan, atau ketiak. Anda tak perlu khawatir dengan penyebab keringat berlebih tipe ini karena kondisi ini biasanya terjadi karena tidak berfungsinya sistem saraf minor dan bukan merupakan gejala penyakit tertentu. Perlu Anda ketahui, kondisi ini dapat diturunkan ke anak Anda.

2. Hiperhidrosis Umum / Sekunder
Ciri-ciri berkeringat berlebihan tipe ini adalah umumnya terjadi di malam hari. Kondisi ini perlu diwaspadai karena penyebab keringat berlebih tipe ini adalah gangguan kesehatan.

Penyebab Keringat Berlebih Yang Perlu Anda Ketahui


Berikut ini adalah beberapa penyebab keringat berlebih yang mungkin terjadi pada Anda:

1. Kehamilan
Pada masa kehamilan, ibu hamil pada umumnya akan selalu merasa kepanasan dan lebih mudah berkeringat.

2. Penyakit
Beberapa gangguan kesehatan dapat menjadi penyebab keringat berlebihan seperti gangguan tiroid, menopause, diabetes, stroke, artritis rematoid, parkinson, penyakit infeksi (seperti HIV / AIDS, TBC / tuberkulosis), malaria, kanker (seperti limfoma dan leukemia), penyakit jantung (seperti gagal jantung, endocarditis atau infeksi dinding lapisan dalam jantung), gangguan kecemasan, dan kecanduan minuman keras. 


3. Obat-Obatan
Obat-obatan yang Anda konsumsi dapat juga menjadi penyebab keringat berlebih, seperti antibiotik, obat pengontrol tekanan darah, obat untuk mengatasi mulut kering, obat psikiatrik, dan sebagian suplemen.

Gejala / Tanda-Tanda Keringat Berlebih Yang Perlu Diwaspadai


Penyebab keringat berlebih belum tentu hal yang serius, namun bila Anda menemukan gejala seperti berikut ini, sebaiknya segeralah periksakan diri Anda ke dokter karena bisa jadi penyebab keringat berlebih dengan tanda berikut ini adalah penyakit serius:
  1. Berkeringat di malam hari misalnya Anda terbangun dengan keringat dingin atau Anda menemukan batal atau tempat tidur Anda basah / lembap karena keringat.
  2. Berkeringat di seluruh tubuh, tidak hanya di muka, kepala, ketiak, tangan, paha, atau kaki. 
  3. Berkeringat tidak simetris, artinya Anda hanya berkeringat di salah satu bagian tubuh saja, misalnya di salah satu ketiak. 
  4. Berkeringat secara tiba-tiba tanpa ada alasan jelas. 
  5. Jika Anda berkeringat berlebihan dimulai saat paruh baya atau di atasnya. 
  6. Berkeringat saat Anda mengkonsumsi obat baru. 
  7. Berkeringat yang disertai dengan gejala lain seperti lelah, sering haus, sering buang air kecil, batuk, atau insomnia (susah tidur). 

Cara Mengatasi Keringat Berlebih


Walaupun cara terbaik untuk mengatasi keringat berlebih adalah dengan menghentikan penyebab keringat berlebih tsb, namun beberapa cara berikut ini dapat mengendalikan produksi keringat sehingga Anda masih tetap dapat tampil percaya diri:
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat begitu pula gunakan sepatu yang nyaman yang memungkinkan sirkulasi udara. Bila memungkinkan gunakan alas kaki terbuka.
  • Antiprespiran yaitu kosmetik yang dijual di pasaran dalam bentuk “rol on” atau “spray” atau losion yang berfungsi untuk mengontrol / menurunkan produksi keringat. Biasanya produk ini digunakan diketiak atau dapat pula di kaki. 
  • Terapi khusus seperti pemberian obat-obatan untuk menghentikan kinerja kelenjar keringat, menyuntikkan botox untuk menghentikan saraf pemicu keringat untuk sementara, iontophoresis yaitu perawatan dengan listrik intensitas rendah untuk menghentikan kelenjar keringat sementara, atau bahkan operasi pada penderita hipertiroid untuk mematikan saraf di dada yang menyebabkan keringat berlebih, dapat saja dilakukan atas saran dari dokter kepercayaan Anda.
Itulah informasi seputar penyebab keringat berlebih yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat …
Bila Anda merasa artikel dari Dunia Kesehatan di atas bermanfaat, silahkan bagikan artikel tsb ke teman atau kerabat Anda melalui link sosmed di bawah ini ...
Referensi: webmd.com

Sabtu, 26 Desember 2015

Tanda dan Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui

Ada banyak jenis penyakit jantung yang umum diderita oleh masyarakat sekarang ini yang memerlukan penanganan yang berbeda pula. Namun dari semua jenis penyakit jantung tsb, baik penyakit jantung coroner, gagal jantung, ataupun serangan jantung memberikan gejala yang mirip. Dengan mengetahui tanda atau ciri-ciri penyakit jantung ini diharapkan Anda dapat lebih mawas diri sehingga mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Gejala / Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui


ciri-ciri penyakit jantung
image credit: www.health.harvard.edu

1. Tanda Sakit Jantung Koroner

Ciri-ciri penyakit jantung coroner yang umum adalah angina atau rasa sakit di dada. Apa itu angina? Angina adalah sebuah kondisi atau rasa tidak nyaman, sesak, panas, dan sakit di daerah dada yang kemudian rasa tsb biasanya menyebar ke bahu, tangan, leher, tenggorokan, rahang, atau bahkan ke punggung.

Ciri-ciri penyakit jantung coroner lainnya adalah sesak nafas, palpitasi (yaitu detak jantung yang tidak normal, seperti merasa deg-degan), detak jantung yang cepat, lemas, pusing, mual, dan berkeringat.
Baca juga: Penyebab Sering Sesak Nafas Mungkinkah Penyakit Berbahaya?

2. Tanda Serangan Jantung

Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
  • Rasa tak nyaman, tertekan, berat, atau sakit di bagian dada, lengan, atau di bawah tulang dada.
  • Rasa tak nyaman yang menyebar ke lengan, rahang, tenggorokan, atau punggung. 
  • Rasa begah atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti heartburn atau rasa panas di perut). 
  • Berkeringat, mual, muntah, pusing. 
  • Lemas, gelisah, atau sesak nafas. 
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
Gejala / tanda sakit jantung tsb dapat terjadi selama 30 menit atau lebih dan tidak dapat hilang dengan cara istirahat atau pemberian obat secara oral. Ciri-ciri penyakit jantung ini dapat muncul pertama kali sebagai rasa tidak nyaman yang kemudian berkembang menjadi rasa sakit.

Bila Anda merasa mendapatkan tanda sakit jantung tsb atau gejala serangan jantung, jangan menunggu lama, segera hubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat sehingga tidak terjadi kerusakan jantung yang lebih parah.

Masalahnya tidak semua orang dapat merasakan gejala serangan jantung tsb karena pada sebagian orang, serangan jantung datang secara tiba-tiba tanpa gejala apapun yang kemudian dikenal sebagai “silent” myocardial infarction atau serangan jantung diam-diam. Serangan jantung tipe ini lebih sering diderita oleh orang-orang yang menderita penyakit diabetes.

3. Tanda Sakit Jantung Aritmia

Aritmia (arrhythmias) biasa diartikan sebagai penyakit jantung karena ritme jantung yang tidak beraturan. Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
  • Palpitasi (perasaan jantung tidak berdetak, dag dig dug, atau detak jantung yang cepat namun teratur)
  • Dada berdenyut. 
  • Pusing atau perasaan melayang, pingsan, sesak nafas. 
  • Rasa tak nyaman di dada, lemas dan merasa sangat lelah. 

    4. Tanda Sakit Jantung “Atrial Fibrillation”

    Atrial fibrillation merupakan jenis sakit jantung aritmia. Pada umumnya, penderita akan mengalami ciri-ciri penyakit jantung sbb:
    • Palpitasi jantung (dada berdenyut tiba-tiba, detak jantung yang cepat namun teratur, atau jantung berdegup kencang seperti telah melakukan aktivitas fisik).
    • Lemas, pusing (rasa mau pingsan atau melayang). 
    • Rasa tidak nyaman di dada, sesak nafas. 
    • Beberapa penderita atrial fibrillation tidak merasakan ciri-ciri penyakit jantung. 

      5. Tanda Penyakit Katup Jantung

      Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
      • Sesak nafas saat melakukan aktivitas normal atau saat Anda dalam posisi tiduran.
      • Lemas, pusing, rasa tidak nyaman di dada seperti merasa tertekan atau berat di dada saat beraktivitas di udara dingin. 
      • Palpitasi (seperti detak jantung yang cepat, detak jantung tak beraturan, jantung kadang tidak berdetak).
      Jika penyakit katup jantung ini menyebabkan gagal jantung, maka gejala / tanda sakit jantung pun meliputi berikut ini:
      • Pembengkakan pada pergelangan atau kaki, pembengkakan pun dapat terjadi di daerah perut yang akan membuat Anda merasa kembung.
      • Kenaikan berat badan yang cepat (mungkin sampai 1-1,5 kg per hari).
      Tanda sakit jantung seperti yang telah disebutkan di atas tidak selalu berkaitan dengan parahnya kondisi penyakit. Kadang penderita tidak mendapati ciri-ciri penyakit jantung sama sekali namun ternyata kondisinya sangat parah dan memerlukan penanganan secepatnya. Atau penderita bisa saja mengalami gejala yang parah namun ternyata setelah dilakukan pengujian menunjukan kondisi yang biasa saja.
      Baca juga: Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mudah Mengatasi Pembengkakan Kaki
       

      6. Tanda Sakit Gagal Jantung

      Penyakit jantung lainnya yang mungkin terjadi adalah gagal jantung yaitu suatu kondisi dimana jantung tak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik atau normal. Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung yang mungkin dialami oleh penderita gagal jantung:
      • Sesak nafas, pada umumnya terjadi saat Anda istirahat atau terbaring di tempat tidur.
      • Batuk dengan dahak berwarna putih. 
      • Peningkatan berat badan yang cepat (mungkin mencapai 1-1,5 kg per hari). 
      • Pembengkakan di pergelangan, kaki, dan perut. 
      • Pusing, lelah, dan lemas. 
      • Detak jantung cepat dan tidak beraturan. 
      • Mual, palpitasi, dan sakit dada.
      Seperti halnya sakit katup jantung, ciri-ciri penyakit gagal jantung ini mungkin tidak berkaitan dengan seberapa parahnya kondisi jantung Anda. Anda dapat saja tak mengalami gejala sama sekali namun jantung Anda sudah rusak atau Anda mengalami tanda sakit jantung namun ternyata kondisi jantung Anda hanya melemah sedikit.

      7. Tanda Sakit Jantung Bawaan

      Sakit jantung bawaan dapat didiagnosa sebelum kelahiran, sesaat setelah lahir, saat masih kecil, dan ada pula yang baru terdeteksi saat dewasa. Anda mungkin saja menderita sakit jantung bawaan tanpa gejala sama sekali. Namun penyakit ini dapat diketahui dari pemeriksaan EKG atau rontgen rongga dada.

      Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung bawaan yang mungkin dialami oleh penderita dewasa, yaitu:
      • Sesak nafas
      • Kemampuan yang terbatas saat melakukan aktivitas fisik 
      • Mengalami ciri-ciri penyakit jantung lainnya seperti pada gagal jantung (lihat poin 6) atau sakit katup jantung (lihat poin 5).
      Penyakit jantung bawaan yang muncul pada bayi atau anak-anak dapat diketahui pula dari gejala / tanda sakit jantung berikut ini:
      • Sianosis (yaitu munculnya warna kebiruan di kulit, kuku, dan bibir).
      • Nafas yang cepat dan napsu makan menurun. 
      • Berat badan susah naik. 
      • Sering mengalami infeksi paru-paru. 
      • Tidak mampu melakukan aktivitas fisik. 

        8. Tanda Sakit Otot Jantung / Cardiomyopathy

        Banyak orang yang mengalami penyakit ini biasanya tidak mendapatkan gejala atau hanya sedikit gejala dan dapat hidup dengan normal. Namun pada sebagian orang, ada pula yang mengalami ciri-ciri penyakit jantung yang terus bertambah dan bahkan memburuk.

        Berikut ini adalah beberapa gejala / ciri-ciri penyakit jantung cardiomyopathy:
        • Sakit pada dada (biasanya terjadi saat melakukan aktivitas fisik atau olahraga, namun dapat pula terjadi saat istirahat atau setelah makan).
        • Mengalami gejala / tanda sakit gagal jantung (lihat poin 6). 
        • Mengalami pembengkakan pada tubuh bagian bawah. 
        • Lelah, pingsan, palpitasi.
        Perlu Anda ketahui, beberapa orang yang memiliki penyakit ini dan juga memiliki penyakit aritmia dapat mengalami kematian yang mendadak.

        9. Tanda Sakit Jantung Pericarditis

        Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung pericarditis yang mungkin dapat terjadi:
        • Sakit dada yang berbeda dengan angina, rasa sakit muncul di tengah dada dan tajam. Rasa sakit ini kemudian menyebar ke leher, dan kadang-kadang ke tangan dan punggung. Rasa sakit yang dialami makin parah ketika terbaring, menghirup nafas yang dalam, batuk, atau menelan, dan membaik saat posisi duduk.
        • Demam. 
        • Detak jantung meningkat.
        Itulah beberapa tipe / jenis penyakit jantung beserta gejala / ciri-ciri penyakit jantung yang perlu Anda ketahui. Melakukan pemeriksaan yang teratur pada kondisi kesehatan jantung Anda akan jauh lebih baik terutama bila Anda pernah mengalami tanda sakit jantung yang diulas di atas. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda agar Anda dapat hidup normal lebih lama. Ingat, jantung adalah salah satu organ vital!
        Referensi:

        http://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-symptoms
        http://www.health.harvard.edu
        http:/id.wikipedia.org

        Kamis, 17 Desember 2015

        Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai

        Sakit kepala yang sering datang memang sangat mengganggu apalagi saat-saat di hari penting atau hari spesial Anda. Penyebab sering sakit kepala memang dapat berbeda pada setiap individu namun dengan mengenali penyebab tsb dalam diri Anda dapat membantu untuk meminimalkan / menghindari kemungkinan merasakan sakit yang sama di kemudian hari. 
         
        Penyebab Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai
        image credit: flickr.com

        Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Umum


        Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu / menyebabkan sakit kepala, yaitu:

        1. Cuaca
        Penyebab sering sakit kepala yang pertama adalah cuaca. Saat cuaca berubah dari panas ke dingin atau sebaliknya, perubahan tingkat kelembaban maupun tekanan udara dapat memicu terjadinya rasa sakit di kepala.

        2. Hormon
        Bila Anda seorang wanita, mungkin Anda sudah tak merasa asing lagi bila menderita sakit kepala saat mengalami menstruasi. Ya betul sekali memang perubahan hormon seperti naik turunnya tingkat estrogen merupakan penyebab sering sakit kepala.

        3. Stres
        Stres adalah penyebab sering sakit kepala yang sangat umum. Saat Anda dikejar deadline, ketika berada di bawah tekanan dan Anda merasa stress maka akan muncul ketegangan di area bahu, leher, dan kepala.

        4. Faktor Diet
        Beberapa makanan dipercayai sebagai penyebab sering sakit kepala seperti keju, coklat, makanan asin, makanan ber-MSG, kacang-kacangan, daging diawetkan, es krim, atau terlalu banyak makan makanan manis. Selain itu telat makan atau kondisi perut kosong pun sering kali memicu terjadinya sakit kepala.

        Selain makanan, terlalu banyak minum alkohol, kopi, ataupun teh dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

        5. Pola Tidur
        Kurang tidur atau kebanyakan tidur dan pola tidur yang berubah dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

        6. Terlalu Banyak Olahraga
        Melakukan olahraga secara rutin memang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan menjaga postur tubuh ideal. Namun apa jadinya bila Anda terlalu memforsir aktivitas fisik Anda? Selain kelelahan, terlalu banyak olahraga pun merupakan salah satu penyebab sering sakit kepala.

        7. Menekan Pada Posisi Tubuh Yang Sama
        Duduk yang membungkuk, membaca sambil tiduran, atau menekuk leher terus menerus dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Untuk mengatasinya, hindari menggunakan posisi tubuh yang sama secara terus menerus dan jangan lupa lakukan peregangan dan istirahat di sela-sela aktivitas.

        Nah itulah 7 penyebab sering sakit kepala yang umum terjadi. Bila Anda tak dapat mengidentifikasi dengan jelas penyebab Anda merasa sakit di kepala, cobalah lakukan perekaman terhadap aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari seperti jam berapa tidur dan jam berapa bangun, makanan / minuman yang dikonsumsi, olahraga yang dilakukan, dll sebelum terjadinya sakit kepala.

        Dengan mengetahui penyebab sering sakit kepala tsb maka Anda dapat dengan mudah menghindari sakit tsb walaupun tanpa bantuan obat sekalipun.

        Lalu bagaimana bila Anda masih saja mengalami sakit kepala walaupun sudah menghindari faktor pemicu di atas? Saran dari Dunia Kesehatan sih sebaiknya Anda berhati-hati karena bisa jadi sakit kepala tsb disebabkan oleh adanya penyakit di tubuh Anda.

        Penyakit Yang Dapat Menjadi Penyebab Sering Sakit Kepala

        Berikut ini adalah beberapa kondisi penyakit yang dapat ditandai dengan munculnya sakit kepala: 
         
        Penyakit Infeksi
        Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur seperti influenza, infeksi paru-paru, meningitis (infeksi selaput otak), ensefalitis (infeksi otak), infeksi telinga,  dan infeksi HIV / AIDS seringkali memberikan gejala rasa sakit di kepala. Bila Anda mengalami sakit kepala yang disertai demam tinggi dan rasa sakit di organ tubuh yang diserang, Anda patut hati-hati karena bisa jadi infeksi merupakan penyebab sering sakit kepala.

        Penyakit Karena Gangguan Metabolisme
        Gangguan pada sistem metabolisme dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Beberapa penyakit karena gangguan metabolism seperti sleep apnea yang ditandai dengan seringnya tidur mendengkur, hipotiroid, hipertensi, hipotensi (tekanan darah rendah), preeklamsia dan eklamsia pada ibu hamil. 
         
        Tumor atau Kanker Otak
        Penyebab sering sakit kepala lainnya yang perlu diwaspadai adalah tumor atau kanker otak. Gejala yang muncul bila Anda mengalami penyakit ini adalah sakit kepala yang terus berulang dengan rasa sakit yang terus meningkat. Selain itu dibarengi juga dengan penurunan berat badan yang drastis juga tergantung bagian otak mana yang terimbas maka Anda pun dapat mengalami penurunan fungsi motorik dan sensorik seperti kesulitan berjalan bahkan tak sadarkan diri. 
         
        Baca: Penyebab, Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Otak


        Gangguan Pembuluh Darah Di Otak Lainnya
        Penyakit seperti stroke dan gangguan pembuluh darah otak lainnya dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak sehingga memicu terjadinya sakit kepala mendadak yang kemudian diikuti dengan sensasi mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh seperti di muka, sulit bicara, kejang, dan tak sadarkan diri.

        Anda sebaiknya hati-hati dengan penyebab sering sakit kepala ini terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes mellitus. 
         
        Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

        Itulah beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab sering sakit kepala yang harus diwaspadai. Untuk mengetahui secara pasti akan penyebab rasa sakit di kepala tsb, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi tubuh Anda ke dokter kepercayaan Anda. 
         
        Referensi: 

        Minggu, 13 Desember 2015

        15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Pria Yang Harus Diwaspadai

        Seperti yang telah Anda ketahui, penanganan sedini mungkin adalah cara terbaik untuk menyembuhkan kita dari serangan penyakit termasuk penyakit kanker. Namun masalahnya ciri-ciri penyakit kanker pada pria seringkali tidak terlihat dengan jelas karena memang kaum pria jarang sekali memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan memeriksakan diri ke dokter.

        Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Pria Yang Perlu Dicurigai


        ciri ciri penyakit kanker pada pria
        image credit: pexels.com

        Bila sebelumnya saya sudah mengulas mengenai 15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai maka sekarang saatnya Dunia Kesehatan akan mengulas beberapa tanda-tanda kanker pada pria yang saya ambil dari referensi yang sama yaitu webmd.com:

        1. Masalah Saat Buang Air Kecil
        Seiring dengan bertambahnya usia, banyak dari kaum pria yang mengalami masalah saat buang air kecil seperti seringnya buang air kecil terutama saat malam hari, tidak mampu menahan kencing, atau kesulitan saat mengeluarkan air kencing. Penyebab masalah ini biasanya karena membesarkan kelenjar prostat namun dapat pula merupakan ciri-ciri penyakit kanker prostat.
        Baca juga: Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

        2. Perubahan Pada Testis / Buah Zakar
        Coba Anda perhatikan testis Anda apakah terdapat benjolan, terasa lebih berat atau perubahan lainnya maka segeralah periksakan diri ke dokter Anda karena perubahan tsb dapat saja merupakan ciri-ciri penyakit kanker testikular. Berbeda dengan penyakit kanker prostat, penyakit kanker testicular ini akan tumbuh sangat cepat.

        3. Darah di Air Kencing atau Tinja
        Adanya darah di kotoran yang terbuang dari tubuh Anda ini merupakan gejala umum terjadinya penyakit hemoroid / wasir atau infeksi pada salurah kemih namun selain itu dapat juga menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker kandung kemih, kanker ginjal, atau kanker kolon.

        4. Perubahan Pada Kulit
        Jangan remehkan perubahan pada bintik-bintik yang ada di kulit Anda seperti perubahan ukuran, bentuk, ataupun warna karena perubahan tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker kulit yang sangat umum.

        5. Perubahan Pada Simpul Limfa
        Limfa / kelenjar getah bening sangat berkaitan dengan daya kekebalan tubuh kita. Kelenjar tsb biasanya membengkak bila kita mengalami infeksi. Namun bila pembengkakan tsb terjadi secara terus menerus selama 2-4 minggu, Anda patut hati-hati karena bisa jadi itu adalah ciri-ciri penyakit kanker.

        6. Kesulitan Menelan
        Kesulitan menelan memang sering terjadi pada siapa saja namun bila terjadi terus menerus dalam waktu yang lama maka Anda sebaiknya segera memeriksakan diri karena bisa jadi itu ciri-ciri penyakit kanker tenggorokan atau kanker lambung.

        7. Heartburn / Rasa Panas Di Perut
        Bila Anda sering merasa perut Anda panas, cobalah untuk mengubah pola makan dan minum Anda serta menghindari stress. Bila ternyata perut Anda masih panas setelah melakukan perubahan tsb mungkin sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter karena bisa saja hal tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker lambung atau penyakit kanker tenggorokan.

        8. Perubahan Pada Mulut
        Jika Anda seorang perokok atau sering mengunyah tembakau maka Anda memiliki risiko kanker mulut yang tinggi. Cobalah Anda perhatikan bila ada bagian yang memerah atau memutih pada bibir dan mulut Anda karena hal tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker mulut.

        9. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Yang Jelas
        Penurunan berat badan yang tidak dilakukan dengan diet atau olahraga dapat saja terjadi karena stress atau ada masalah pada tiroid Anda. Namun bila berat badan Anda turun sangat drastis maka Anda harus curiga karena bisa saja itu ciri-ciri penyakit kanker pancreas, kanker lambung, atau kanker paru-paru.

        10. Demam
        Kita seringkali mengalami demam terutama saat sakit. Demam sendiri normal terjadi saat tubuh berjuang melawan penyakit infeksi. Namun bila demam tsb tak kunjung pergi dalam waktu yang lama maka hal tsb dapat saja ciri-ciri penyakit kanker darah.

        11. Perubahan Pada Dada
        Ciri-ciri penyakit kanker payudara memang umumnya terjadi pada wanita, namun Anda jangan salah karena beberapa kaum pria pun dapat saja mengalami kanker payudara. Jadi tetap perhatikan perubahan yang terjadi pada daerah dada seperti benjolan, dll.

        12. Lelah
        Ciri-ciri penyakit kanker berikutnya adalah kelelahan kelelahan, rasa lemas pada tulang yang tidak berangsur membaik walaupun Anda sudah beristirahat.

        13. Batuk
        Batuk yang tidak membaik setelah 3-4 minggu yang disertai dengan sesak nafas atau adanya darah saat batuk dapat menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker paru-paru terutama bila Anda seorang perokok.

        14. Rasa Sakit
        Jika Anda merasa tubuh Anda sering kesakitan lebih dari sebulan mungkin saja Anda mengalami ciri-ciri penyakit kanker.

        15. Sakit Perut dan Depresi
        Sakit perut yang disertai depresi dapat saja merupakan ciri-ciri penyakit kanker pankreas terutama bila dalam keluarga Anda ada yang mengalami kanker juga.

        Bila Anda mengalami gejala / ciri-ciri penyakit kanker pada pria di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan diagnosis penyakit yang tepat dan penanganan yang tepat.
        Referensi: http://www.webmd.com/cancer/features/15-cancer-symptoms-men-ignore

        Rabu, 09 Desember 2015

        15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai

        Ciri-ciri penyakit kanker pada wanita sebetulnya dapat diketahui dari perubahan tubuh yang terjadi secara tidak normal. Kunci agar mengetahui tanda-tanda kanker yang terjadi adalah dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh Anda.

        Perubahan tubuh adalah normal terjadi namun dari sekian banyak perubahan yang terjadi itu, ada beberapa yang harus diwaspadai sebagai ciri-ciri penyakit kanker. Pertanyaannya, apa saja perubahan yang tak normal itu yang umum terjadi para wanita? 
        Baca juga: Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

        Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu DiCurigai




        Bila Anda adalah seorang wanita, sebaiknya Anda mulai memperhatikan tubuh Anda mulai dari sekarang, dan berhati-hatilah bila tanda-tanda kanker berikut ini yang saya ambil dari webmd.com muncul pada diri Anda.

        1. Perubahan Pada Daerah Dada
        Benjolan yang muncul pada daerah dada / payudara Anda dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker payudara terutama bila ditemukan juga perubahan seperti kerutan kulit di sekitar dada, puting yang masuk kedalam, puting lepas, atau muncul bercak merah di kulit dada.

        2. Kembung
        Kembung memang seringkali dialami para wanita namun bila kembung tsb terjadi lebih dari 2 minggu maka Anda harus berhati-hati karena bisa saja kembung yang Anda alami tsb merupakan tanda-tanda kanker, apalagi bila disertai juga penurunan berat badan atau pendarahan. Kembung yang terjadi secara terus-menerus dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker ovarium.

        3. Pendarahan
        Jika Anda masih mengalami siklus menstruasi dan mengalami pendarahan atau flek di antara periode menstruasi maka Anda pun harus berhati-hati karena bisa saja itu menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker endometrial. Pendarahan yang terjadi setelah menopause merupakan gejala abnormal dan harus segera ditangani.

        4. Perubahan Pada Kulit
        Anda harus hati-hati bila memiliki tahi lalat atau bercak lain di kulit yang terus mengalami perubahan warna, bentuk, ataupun ukuran karena dapat saja itu menjadi ciri-ciri penyakit kanker kulit.

        5. Darah di Urin atau di Tinja
        Saat Anda melakukan buang air kecil atau buang air besar, jangan biarkan mereka pergi begitu saja hehehe, namun penting sekali Anda melihat mereka keluar atau setidaknya melihat wujud mereka saat pergi. Warna dan bentuk urin dan tinja seringkali menunjukkan penyakit tertentu. Bila Anda menemukan darah pada urin atau tinja Anda maka Anda sebaiknya berhati-hati karena bisa saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker terutama bila terjadi secara terus menerus dan lebih dari 2 hari.

        Tinja berdarah dapat saja menjadi pertanda kanker kolon sementara urin berdarah dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker kandung kemih atau ginjal.

        6. Perubahan pada Simpul Limfa
        Simpul limfa / lymph nodes merupakan kelenjar yang tersebar di dalam tubuh dengan bentuk seperti kacang dan berukuran kecil. Mungkin Anda pernah merasa simpul limfa Anda bengkak di dekat rahang saat sakit tenggorokan. Pembengkakan kelenjar limfa memang seringkali muncul saat terjadi infeksi pada tubuh kita. Namun bila pembengkakan itu terjadi secara terus menerus misalnya dalam sebulan atau lebih maka dapat saja itu merupakan ciri-ciri penyakit kanker darah / leukemia dan limfoma / kanker getah bening.

        7. Kesulitan Menelan
        Kesulitan menelan memang seringkali terjadi terutama saat sakit tenggorokan. Namun bila sering terjadi dan disertai juga dengan muntah-muntah atau penurunan berat badan maka dapat saja itu ciri-ciri penyakit kanker tenggorokan atau kanker lambung.

        8. Penurunan Berat Badan Tanpa Olahraga dan Diet
        Hampir setiap wanita memimpikan memiliki badan yang langsing dan seringkali senang bila berat badannya turun. Namun bila penurunan berat badan tsb terjadi drastis dan tanpa ada perubahan gaya hidup seperti melakukan olahraga atau diet ketat maka Anda harus hati-hati karena kebanyakan ciri-ciri penyakit kanker disertai dengan penuruan berat badan drastis. Misalnya kanker pancreas, kanker lambung, dan kanker paru-paru.

        9. Heartburn
        Heartburn atau rasa panas dalam perut dapat terjadi karena terlalu banyak makan, minum alcohol, atau karena stress. Jika Anda mengalami heartburn, maka Anda dapat mencoba mengganti pola makan selama 1-2 minggu namun bila rasa panas tsb tidak juga hilang maka dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker lambung, kanker tenggorokan, atau kanker ovarium.

        10. Perubahan Pada Mulut
        Jika Anda seorang perokok, cobalah Anda perhatikan mulut Anda apakah muncul ciri-ciri penyakit kanker mulut yang ditandai dengan munculnya tonjolan berwarna merah terang di dalam mulut atau bibir Anda.

        11. Demam
        Demam dapat menunjukkan aneka gejala penyakit, bila Anda flu biasanya sering disertai demam. Bila demam tsb terjadi secara terus-menerus namun tidak diketahui penyebabnya maka dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker darah / leukemia.

        12. Lelah
        Lelah seringkali dialami para wanita terutama para ibu rumah tangga yang menyambi sebagai wanita karir pula. Bila Anda sering mengalami lelah tanpa sebab yang jelas apalagi dibarengi dengan ciri-ciri penyakit kanker lainnya maka Anda harus ekstra hati-hati.

        13. Batuk
        Batuk biasanya akan hilang dalam waktu 3-4 minggu. Bila Anda mengalami batuk yang lebih dari sebulan maka Anda harus waspada karena bisa jadi itu adalah ciri-ciri penyakit kanker paru-paru terutama bila Anda perokok dan disertai dengan sesak nafas atau ada darah dari batuk Anda.

        14. Rasa Sakit
        Rasa sakit yang muncul tanpa diketahui sebab yang jelas dan muncul dalam waktu sebulan atau lebih perlu dicurigai sebagai ciri-ciri penyakit kanker tulang, otak, atau penyakit kanker lainnya.

        15. Sakit Perut dan Depresi
        Ciri-ciri penyakit kanker berikut ini memang jarang terjadi namun bila terjadi dapat menjadi pertanda kanker pankreas.

        Itulah 15 ciri-ciri penyakit kanker atau gejala kanker yang sering dialami para wanita. Bila Anda merasa mengalami tanda-tanda di atas sebaiknya segera konsultasikan apa yang Anda alami dengan dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan diagnose penyakit yang tepat dan menghindari penyakit yang serius.

        Baca juga: 15 Gejala Kanker Pada Pria Yang Harus Diwaspadai

        Referensi: http://www.webmd.com/cancer/features/15-cancer-symptoms-women-ignore

        Minggu, 11 Oktober 2015

        Tanda-tanda Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

        Tanda-tanda keguguran memang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil, pasalnya tingkat kematian janin karena keguguran ini masih terbilang tinggi. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai penyebab keguguran dan gejala keguguran yang timbul.

        Apa Itu Keguguran?


        Menurut MayoClinic, keguguran (miscarriage) adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum mencapai usia 20 minggu namun paling sering terjadi sebelum mencapai usia kehamilan ke-12 minggu. Dalam Bahasa medis, keguguran disebut juga sebagi abortus spontan. Oleh karena itu wajar saja bila para ibu hamil muda harus ekstra hati-hati menjaga kandungannya sehingga tidak terjadi tanda-tanda keguguran yang tidak diharapkan. 
        gejala keguguran, penyebab keguguran
        image credit: newhealthadvisor.com

        Apa Saja Penyebab Keguguran?


        Penyebab keguguran seringkali sulit ditentukan karena banyaknya faktor risiko, namun secara garis besar penyebab keguguran adalah adanya masalah pada janin.

        Faktor Genetik


        Penyebab keguguran yang utama biasanya disebabkan oleh adanya gangguan genetik pada embrio sehingga janin tidak berkembang secara normal dan tak mampu bertahan hidup. Masalah ini biasanya murni dari faktor genetic janin dan bukan berasal dari faktor genetic ibu secara langsung.

        Faktor Kesehatan Ibu Hamil


        Kondisi kesehatan sang ibu hamil yang buruk dapat pula menjadi penyebab keguguran terutama bagi ibu yang memiliki penyakit diabetes, tiroid, jantung, dan ginjal.

        Infeksi Pada Bayi


        Terjadinya penyakit infeksi pada dapat pula menjadi penyebab keguguran pada trimester kedua. Penyakit infeksi ini akan menyebabkan pecah ketuban dan timbul pendarahan dan biasanya disebabkan oleh virus TORCH dan HIV / AIDS.

        Penyebab Keguguran Lainnya


        Selain faktor risiko di atas, masih terdapat beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab keguguran lainnya seperti:
        • Usia ibu hamil saat mengandung sudah tua
        • Adanya kelainan anatomi pada rahim ibu hamil 
        • Ibu hamil pernah mengalami keguguran sebelumnya 
        • Ibu hamil mengalami trauma fisik pada rahim seperti benturan atau terjatuh 
        • Ibu hamil adalah peminum alkohol atau pengguna obat terlarang atau perokok aktif 
        • Ibu hamil terkena paparan radiasi 
        • Berat badan ibu hamil terlalu kurus atau terlalu gemuk 
        • Perubahan hormon pada ibu hamil 
        • Pembukaan mulut rahim yang terlalu cepat
        • Kelainan sistem imun seperti menderita penyakit lupus
        • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, obat darah tinggi, obat jerawat, dll. Sebaiknya baca kontra indikasi pada kemasan obat sebelum meminum obat dan pastikan obat yang Anda konsumsi tidak membahayakan janin, bila Anda ragu konsultasikan pada dokter dan apoteker langganan Anda.
        Penyebab keguguran yang muncul di masyarakat seperti olahraga, bekerja, bepergian dengan pesawat, atau berhubunan suami istri tidak berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran.

        Lalu Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?


        Setiap ibu hamil harus mampu mengenali dan mewaspadai setiap tanda-tanda keguguran berikut ini agar dapat segera mendapatkan pertolongan medis untuk menyelamatkan kehamilannya.

        Perdarahan


        Pendarahan adalah tanda-tanda keguguran utama yang sering muncul. Walaupun pendarahan ini tidak selalu berakhir pada keguguran namun bila Anda mengalami pendarahan maka segeralah periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

        Nyeri


        Rasa nyeri yang muncul pada bagian perut, punggung belakang, dan panggul seperti nyeri yang Anda rasakan saat haid maka perlu dicurigai sebagai tanda-tanda keguguran, apalagi bila rasa nyeri tsb dibarengi dengan pendarahan. Namun perlu Anda ketahui, rasa nyeri tsb kadang sulit dibedakan dengan kram yang terjadi saat awal kehamilan karena adanya perluasan rahim, walaupun demikian konsultasikanlah pada dokter kepercayaan Anda bila Anda merasakan kram atau nyeri yang mencurigakan. 

        Demam

        Demam yang terjadi pada saat kehamilan tanpa diketahui sebab yang jelas juga menjadi tanda-tanda keguguran.

        Menurunnya Gerakan Bayi


        Pergerakan bayi di dalam kandungan yang dapat Anda rasakan merupakan tanda kesehatan bayi secara umum. Bila Anda merasa janin kurang bergerak atau ada aktivitas penurunan maka segerlah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

        Keluar Jaringan atau Cairan dari Vagina


        Darah yang menggumpal atau berupa bagian janin dapat saja keluar dari vagina dan merupakan tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

        Itulah beberapa tanda-tanda keguguran yang perlu Anda waspadai. Bila Anda mengalami salah satu gejala aneh pada kehamilan Anda maka segeralah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

        Sumber Referensi:

        Kamis, 01 Oktober 2015

        Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

        Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

        Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
        . 
        penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


        Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


        Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

        Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


        Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

        1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
        Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

        2. Infeksi Saluran Kemih
        Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

        3. Batu Ginjal
        Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

        4. Infeksi Ginjal
        Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

        5. Gangguan Pada Prostat
        Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

        6. Diabetes
        Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
        Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

        7. Stroke
        Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

        8. Divertikulitis
        Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

        9. Kehamilan
        Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
        Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

        Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


        Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

        Faktor Psikologis


        Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

        Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

        Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

        Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


        Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

        Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

        Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

        Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.

        Minggu, 27 September 2015

        Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius


        Rasa haus sebetulnya adalah sistem alarm tubuh yang menandakan bahwa tubuh memerlukan asupan cairan untuk menjalankan metabolisme tubuh. Rasa haus ini sebetulnya normal namun bila Anda merasakan rasa haus sepanjang hari, maka Anda patut waspada karena penyebab sering haus tsb mungkin adalah pertanda gejala penyakit serius.
        penyakit-penyebab-rasa-haus-berlebih
        image credit: psu.com


        Penyebab Sering Haus Yang Perlu Diketahui


        Berikut ini adalah beberapa penyebab rasa haus yang perlu Anda ketahui, meliputi:

        1. Makanan

        Beberapa makanan tertentu seperti makanan asin dan pedas dapat menjadi penyebab rasa haus dan menstimulasi tubuh untuk mengkonsumsi cairan lebih banyak.

        2. Cuaca Panas


        Udara yang panas juga dapat menjadi penyebab sering haus terutama bila Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

        3. Dehidrasi


        Dehidrasi atau kekurangan cairan biasanya terjadi bila Anda tidak mengkonsumsi cairan dalam waktu yang lama apalagi bila Anda melakukan aktivitas yang banyak menguras keringat, atau terjadi penyakit diare atau muntah.

        4. Kehamilan


        Wanita hamil sering merasa ingin buang air kecil karena kandung kemih yang tertekan oleh janin. Karena banyaknya pembuangan cairan ini membuat wanita hamil lebih sering merasa haus dan ingin minum terus.

        Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

        5. Obat-Obatan Tertentu


        Obat tertentu seperti litium dan diuretic dapat menjadi penyebab sering haus karena seringnya buang air kecil.

        6. Penyakit Serius


        Disamping penyebab sering haus di atas, rasa haus yang berlebihan juga menandakan adanya penyakit serius, seperti:

        Diabetes Melitus

        Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi karena kadar gula di dalam darah yang tinggi dan dapat menjadi penyebab sering haus. Tingginya kadar gula darah memicu ginjal untuk memproduksi urine lebih banyak untuk melepaskan kelebihan gula dari darah tsb. Semakin banyak urine yang dihasilkan maka penderita diabetes akan lebih sering merasa haus sebagai pertanda bagi Anda untuk segera mengganti kehilangan cairan tsb.

        Diabetes Insipidus

        Selain penyakit diabetes mellitus, diabetes insipidus pun dapat menjadi penyebab sering haus yang Anda alami. Penyakit ini terjadi karena tingginya hormone antidiuretic (ADH) atau vasopressin yang berfungsi mengatur kadar cairan dalam tubuh. Produksi urine yang berlebih membuat pengidapnya sering merasa kehausan.

        Ketoasidosis Diabetikum

        Masih seputar penyakit diabetes, komplikasi diabetes karena kadar gula darah terlalu tinggi namun kadar insulin (hormon pemecah gula) yang rendah juga merupakan penyakit serius penyebab sering haus. Karena tidak mampu memecah gula tsb maka tubuh akan memecahkan lemak sebagai sumber energy tubuh, akibatnya terjadi penumpukan keton yang sangat membahayakan. Komplikasi ini sering terjadi pada pengidap diabetes tipe 1 namun kadang pada tipe 2 juga. Selain haus berlebih, gejala penyakit ketoasiadosis diabetikum juga ditandai dengan tubuh yang terasa sangat lelah, sering buang air kecil, susah bernapas panjang, sakit pada perut bagian atas, dan bahkan dapat terjadi koma.

        Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

        Anemia Sel Sabit

        Penyakit serius lainnya yang menjadi penyebab sering haus adalah anemia sel sabit. Penyakit ini merupakan penyakit turunan yaitu suatu kondisi di mana sel darah merah berkembang tidak normal, berbentuk seperti sabit. Sel darah abnormal ini akan menghambat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ tubuh termasuk ginjal dan pasien pun sering merasa kehausan. Selain itu dapat pula disertai dengan tubuh yang lemah dan sesak napas.

        Itulah beberapa penyebab sering haus yang perlu Anda ketahui. Bila Anda sering merasa kehausan secara terus menerus, alangkah baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda untuk menghindari terjadinya penyakit serius seperti yang telah diulas di atas.

        Kamis, 24 September 2015

        Cara Mudah Mengatasi Bau Kaki Yang Menyengat

        Mengatasi bau kaki yang menyengat memang perlu segera dilakukan agar Anda tetap merasa percaya diri dan aroma kaki tsb tidak mengganggu orang lain. Namun sebelum membahas mengenai tips untuk mengatasi masalah Anda, sebaiknya Anda ketahui dulu apa saja yang menjadi penyebab bau kaki tsb.

        Penyebab Bau Kaki Yang Perlu Diketahui

        Banyak hal yang dapat menyebabkan aroma bau kaki menjadi tidak enak dan berbau menyengat. Namun biasanya aroma tsb disebabkan adanya infeksi jamur. Kaki yang lembap karena keringat dan kurangnya sirkulasi karena penggunaan sepatu biasanyanya menjadi penyebab utama bau kaki. Kaus kaki dan sepatu basah pun menjadi penyebab bau kaki baik basah karena keringat atau basah karena hujan, dll. Jamur memang sangat suka dengan tempat hidup yang lembap. 
        cara-menghilangkan-bau-kaki-javatalk.info
        image credit: kodjoworkout.com

        Cara Mencegah Bau Kaki


        Dilihat dari penyebabnya, maka kita dapat menggunakan beberapa cara untuk menghindari aroma tidak enak pada kaki, yaitu sbb:
        1. Saat Anda hendak menggunakan sepatu, gunakanlah kaus kaki dari bahan yang dapat menyerap keringat dan adem sehingga nyaman digunakan.
        2. Gantilah kaus kaki setiap hari. 
        3. Cucilah sepatu secara teratur. 
        4. Hindarilah pemakaian kaos kaki dan sepatu yang basah. 
        5. Gunakanlah kaus kaki dan sepatu dalam keadaan kaki bersih dan kering. 
        6. Hindari menyimpan sepatu di tempat lembap, bila diperlukan gunakan penyedot lembap di rak sepatu Anda. 
        7. Saat sepatu Anda basah karena kehujanan, cucilah atau setidaknya dilap kemudian dijemur / dikeringkan. 
        8. Potonglah kuku secara teratur agar terhindar dari kotoran penyebab bau yang menempel di sudut-sudut jari biasanya jempol. 
        Baca juga: 6 Cara Merawat Agar Cantik dan Tidak Mudah Patah

        Cara Menghilangkan Bau Kaki


        Permasalahannya sekarang adalah bila kaki terlanjur bau, bagaimana cara mengatasi bau kaki tsb? Bila kondisi tsb yang Anda alami sekarang, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:

        1. Gunakan Salep Anti Jamur

        Bau kaki yang menyengat biasanya timbul karena adanya infeksi jamur pada sela-sela jari kaki. Coba Anda periksa bagian tsb, apakah ada kulit kaki yang mengelupas di sekitar sela kaki? Tanda-tanda terjadinya infeksi jamur adalah timbulnya gatal selain itu tampak kulit kaki berlubang. Bila Anda mengalami hal ini maka Anda perlu mengatasi infeksi jamur terlebih dahulu yaitu dengan menggunakan salep anti jamur yang banyak dijual di pasaran secara rutin sebagai cara mengatasi bau kaki yang menyengat tsb.

        2. Gunakan Sabun Anti Bakteri

        Sekarang banyak sekali sabun anti bakteri yang dijual di pasaran. Cobalah Anda gunakan sabun tsb untuk menghilangkan bakteri dan sisa keringat yang menempel di kaki untuk mengatasi bau kaki tsb. Cucilah kaki setiap kali Anda pulang berpergian dan mandi.

        3. Cara Mengatasi Bau Kaki Menggunakan Bahan Alami

        Beberapa bahan alami dapat digunakan untuk menghilangkan bau kaki diantaranya adalah kopi, jeruk lemon, dan teh.

        Untuk mengatasi bau kaki menggunakan kopi, Anda cukup menggunakan bubuk kopi lalu masukkan ke dalam kaus kaki Anda sebelum Anda gunakan. Bila cara ini dirasa kurang nyaman, Anda pun dapat memasukkan bubuk kopi ini ke dalam plasik silica lalu taruhlah di dalam sepatu untuk menghilangkan bau sepatu.

        Selain itu Anda pun dapat merendam kaki Anda di air teh atau air jeruk lemon untuk mengatasi bau kaki yang menyengat. Rendamlah kaki Anda selama 15-25 menit dalam air teh atau air perasan lemon dan lakukan selama 2-3 kali sehari sampai bau kaki Anda benar-benar hilang. Air teh dan lemon mampu menetralisir bau dan mengontrol kelembapan kaki.

        4. Menggunakan Deodorant

        Antiprespirant & deodorant memang sangat ampuh mengurangi keringat dan menghilangkan bau ketiak, ternyata dapat pula digunakan untuk menghilangkan bau kaki loh. Anda dapat menggunakan kosmetik khusus kaki tsb atau dapat pula menggunakan kosmetik yang biasa Anda gunakan di ketiak.

        5. Menghilangkan Bau Sepatu dengan Koran

        Untuk mengurangi bau sepatu yang membandel, Anda dapat menggunakan kertas koran yaitu dengan cara membungkus sepatu tsb dengan beberapa lembar koran, bau sepatu pun akan hilang. Selain itu taruhlah sepatu yang telah selesai dicuci dan belum digunakan di tempat yang kering dan tidak lembap.

        Itulah beberapa tips / cara mengatasi bau kaki dan bau sepatu yang dapat Anda coba, semoga bermanfaat …

        Kamis, 10 September 2015

        3 Tahapan Melahirkan Normal Yang Perlu Diketahui

        Tahapan melahirkan normal perlu diketahui oleh para ibu maupun para suami yang mendampingi istrinya yang sedang hamil dan akan melahirkan. Kenapa? Karena saat-saat menjelang proses melahirkan adalah saat-saat yang membuat perasaan ibu gundah, tak sabar ingin segera melihat bayinya namun khawatir terjadi sesuatu saat melahirkan. 

        Proses melahirkan memang terdapat berbagai pilihan namun sampai saat ini proses melahirkan secara normal yang paling banyak dipilih karena lebih murah dan tidak terlalu membuat rasa sakit. Setidaknya ada 3 tahapan melahirkan normal yang akan dilalui para ibu hamil sebelum akhirnya melahirkan bayi yang telah ditunggu kedatangannya.
        tanda-tanda melahirkan normal

        Tahapan Melahirkan Normal Yang Pertama


        Ada 2 fase yang terjadi pada tahapan melahirkan normal yang pertama yaitu fase awal dan fase aktif.

        Tanda-tanda fase awal tahapan melahirkan normal:
        • Leher rahim mulai menipis dan mulai terbuka.
        • Terjadi kontraksi ringan yang berlangsung selama 30-90 deting dengan interval yang konsisten, misalnya tiap 5 menit sekali. 
        • Seiring dengan waktu leher rahim akan terus terbuka dan Anda akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.
        Fase awal tahapan melahirkan normal tsb akan berakhir bila pembukaan leher rahim mencapai 4cm dan waktu yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tsb akan berbeda untuk tiap ibu. Bila ini adalah kehamilan pertama maka fase ini pada umumnya akan berlangsung selama 6-12 jam, namun dapat pula lebih panjang atau lebih pendek pada ibu lainnya.

        Tanda-tanda fase aktif tahapan melahirkan normal:
        • Leher rahim akan melebar lebih cepat hingga mencapai 10 cm.
        • Kontraksi akan lebih kuat, lebih sering, dan lebih lama. 
        • Rasa tidak nyaman mulai terasa seperti tekanan pada punggung, kram kaki, dan mungkin merasa mual. 
        • Air ketuban akan mulai pecah pada fase ini.
        Jika Anda masih berada di rumah, maka inilah saat yang tepat bagi Anda untuk bergegas ke rumah sakit bersalin bila Anda menemui tanda-tanda tsb. Fase aktif biasanya terjadi dalam waktu 4-8 jam namun inipun tergantung dari individu masing-masing.

        Tahapan Melahirkan Normal Yang Kedua


        Pada tahapan ini terjadi proses pendorongan bayi agar keluar dari tubuh sehingga diperlukan tenaga yang kuat.

        Berikut ini adalah tanda-tanda / proses tahapan melahirkan normal yang kedua:
        • Intensitas kontraksi akan berkurang.
        • Posisi bayi akan turun ke jalan lahir secara perlahan. Pada saat ini Anda diharapkan bersabar, biarkan proses dilakukan secara alami dan tidak terburu-buru. Rasa ingin mendorong bayi akan timbul dengan sendirinya saat bayi berada di pintu bawah panggul Anda. 
        • Setelah beberapa saat, akan mulai terlihat kepala bayi dan muncul rasa ingin mendorong bayi lebih kuat dan mungkin diiringi rasa terbakar di sekitar vagina dan anus Anda karena peregangan jaringan. 
        • Dengan dorongan berikutnya maka kepala bayi akan keluar dengan sempurna kemudian disusul dengan bagian tubuh yang lainnya. 
        • Proses mengeluarkan bayi sudah selesai maka tahap selanjutnya adalah pembersihan mulut dan hidung bayi agar mudah bernapas.

        Tahapan Melahirkan Normal Yang Ketiga


        Saat bayi Anda sudah keluar, proses kelahiran belum selesai karena masih ada tahapan melahirkan normal yang ketiga yaitu proses pengeluaran plasenta dari rahim Anda. Biasanya plasenta akan keluar dalam waktu 5-10 menit namun ada pula yang harus menunggu hingga setengah jam dari proses pengeluaran bayi.

        Pada tahapan melahirkan normal yang ketiga ini pun merupakan saat yang tepat untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) karena ASI yang dikeluarkan pertama kali sangat baik untuk kesehatan bayi.

        Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi ibu, apakah ada jaringan yang memerlukan jahitan karena proses melahirkan tadi. Bila ada, dokter akan melakukan pembiusan sebelum melakukan penjahitan.

        Nah itulah 3 tahapan melahirkan normal yang perlu Anda ketahui. Secara keseluruhan proses tahapan melahirkan normal tsb akan memakan waktu 10-20 jam tergantung dari kondisi individu masing-masing.