Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

Tips Jitu Agar Bayi Berkulit Cerah dan Bersih Saat Lahir

Bayi berkulit cerah dan bersih saat lahir adalah harapan dari setiap orang tua. Siapa yang tak bangga bila bayi tsb tumbuh sehat dan berkulit cantik? Untuk memperoleh hal itu tentunya diperlukan usaha dari setiap orang tua terutama ibu hamil untuk menjaga bayi yang ada dalam kandungannya sehingga pertumbuhannya dapat berjalan optimal dan normal. 


tips jitu agar bayi berkulit bersih dan cantik

Tips Mudah Agar Bayi Berkulit Cerah dan Bersih Saat Dilahirkan


Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga pertumbuhan janin sekaligus memperoleh bayi berkulit cerah dan bersih saat dilahirkan:

1. Penuhi Kebutuhan Cairan Yang Cukup
Kekurangan cairan pada saat proses kehamilan dapat menghambat pertumbuhan jabang bayi. Walaupun demikian, Anda jangan sebarang minum hanya untuk memenuhi kebutuhan cairan. Untuk mendapatkan bayi berkulit cerah dan bersih saat lahir sebaiknya Anda perbanyak minum air putih dibandingkan air yang berwarna, bersoda, apalagi beralkohol.

Selain itu, Anda juga dapat mengkonsumsi air kelapa muda yang telah dipercaya sejak jaman nenek moyang dulu dapat menghilangkan racun di dalam tubuh. Selain itu mengkonsumsi air kelapa muda pun dipercayai dapat membersihkan air ketuban dari tubuh bayi sehingga bayi berkulit cerah dan bersih saat dilahirkan.

2. Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Buah-Buahan
Sayuran dan buah-buahan sangat kaya akan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Sayur dan buah pun kaya vitamin dan antioksidan yang sangat baik agar bayi berkulit bersih dan cerah saat dilahirkan. Anda dapat memakan sayuran hijau, kacang hijau, kacang kedelai dan sayuran lainnya secara seimbang.

3. Hindari Makanan Berlemak Berlebihan
Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik apalagi bila yang Anda konsumsi tsb adalah lemak. Terlalu banyak makanan berlemak dapat membuat kulit bayi berbintik atau kusam. Jadi agar bayi berkulit cerah dan bersih saat lahir, sebaiknya batasi konsumsi lemak tsb namun jangan dihilangkan sama sekali ya karena lemak pun memiliki peranan penting dalam pembentukan sel dan energi tubuh.

4. Konsumsi Madu Secara Rutin
Madu adalah salah satu bahan makanan yang berasal dari lebah dan sangat dianjurkan dikonsumsi di aneka kitab suci. Ya madu memang sangat kaya nutrisi yang sangat penting untuk kesehatan tubuh kita. Agar bayi berkulit cerah dan bersih saat lahir serta memiliki kekebalan tubuh yang baik sangat disarankan para ibu hamil untuk mengkonsumsi 1 sendok makan madu per hari. 
 
Baca juga: Berbagai Manfaat Madu untuk Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui

5. Sayangilah Bayi Anda
Tak hanya makanan dan minuman saja yang harus Anda jaga selama proses kehamilan agar bayi berkulit cerah dan bersih saat lahir namun janin pun memerlukan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Janin yang tumbuh dalam suasana kasih sayang tumbuh lebih sehat.

Itulah 5 tips agar bayi berkulit cerah dan bersih saat dilahirkan yang dapat dicoba oleh para orang tua. Semoga bermanfaat ..

Bila tips dari Dunia Kesehatan di atas dirasa bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya melalui tombol sosial media di bawah …

Minggu, 11 Oktober 2015

Tanda-tanda Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda keguguran memang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil, pasalnya tingkat kematian janin karena keguguran ini masih terbilang tinggi. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai penyebab keguguran dan gejala keguguran yang timbul.

Apa Itu Keguguran?


Menurut MayoClinic, keguguran (miscarriage) adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum mencapai usia 20 minggu namun paling sering terjadi sebelum mencapai usia kehamilan ke-12 minggu. Dalam Bahasa medis, keguguran disebut juga sebagi abortus spontan. Oleh karena itu wajar saja bila para ibu hamil muda harus ekstra hati-hati menjaga kandungannya sehingga tidak terjadi tanda-tanda keguguran yang tidak diharapkan. 
gejala keguguran, penyebab keguguran
image credit: newhealthadvisor.com

Apa Saja Penyebab Keguguran?


Penyebab keguguran seringkali sulit ditentukan karena banyaknya faktor risiko, namun secara garis besar penyebab keguguran adalah adanya masalah pada janin.

Faktor Genetik


Penyebab keguguran yang utama biasanya disebabkan oleh adanya gangguan genetik pada embrio sehingga janin tidak berkembang secara normal dan tak mampu bertahan hidup. Masalah ini biasanya murni dari faktor genetic janin dan bukan berasal dari faktor genetic ibu secara langsung.

Faktor Kesehatan Ibu Hamil


Kondisi kesehatan sang ibu hamil yang buruk dapat pula menjadi penyebab keguguran terutama bagi ibu yang memiliki penyakit diabetes, tiroid, jantung, dan ginjal.

Infeksi Pada Bayi


Terjadinya penyakit infeksi pada dapat pula menjadi penyebab keguguran pada trimester kedua. Penyakit infeksi ini akan menyebabkan pecah ketuban dan timbul pendarahan dan biasanya disebabkan oleh virus TORCH dan HIV / AIDS.

Penyebab Keguguran Lainnya


Selain faktor risiko di atas, masih terdapat beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab keguguran lainnya seperti:
  • Usia ibu hamil saat mengandung sudah tua
  • Adanya kelainan anatomi pada rahim ibu hamil 
  • Ibu hamil pernah mengalami keguguran sebelumnya 
  • Ibu hamil mengalami trauma fisik pada rahim seperti benturan atau terjatuh 
  • Ibu hamil adalah peminum alkohol atau pengguna obat terlarang atau perokok aktif 
  • Ibu hamil terkena paparan radiasi 
  • Berat badan ibu hamil terlalu kurus atau terlalu gemuk 
  • Perubahan hormon pada ibu hamil 
  • Pembukaan mulut rahim yang terlalu cepat
  • Kelainan sistem imun seperti menderita penyakit lupus
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, obat darah tinggi, obat jerawat, dll. Sebaiknya baca kontra indikasi pada kemasan obat sebelum meminum obat dan pastikan obat yang Anda konsumsi tidak membahayakan janin, bila Anda ragu konsultasikan pada dokter dan apoteker langganan Anda.
Penyebab keguguran yang muncul di masyarakat seperti olahraga, bekerja, bepergian dengan pesawat, atau berhubunan suami istri tidak berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran.

Lalu Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?


Setiap ibu hamil harus mampu mengenali dan mewaspadai setiap tanda-tanda keguguran berikut ini agar dapat segera mendapatkan pertolongan medis untuk menyelamatkan kehamilannya.

Perdarahan


Pendarahan adalah tanda-tanda keguguran utama yang sering muncul. Walaupun pendarahan ini tidak selalu berakhir pada keguguran namun bila Anda mengalami pendarahan maka segeralah periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Nyeri


Rasa nyeri yang muncul pada bagian perut, punggung belakang, dan panggul seperti nyeri yang Anda rasakan saat haid maka perlu dicurigai sebagai tanda-tanda keguguran, apalagi bila rasa nyeri tsb dibarengi dengan pendarahan. Namun perlu Anda ketahui, rasa nyeri tsb kadang sulit dibedakan dengan kram yang terjadi saat awal kehamilan karena adanya perluasan rahim, walaupun demikian konsultasikanlah pada dokter kepercayaan Anda bila Anda merasakan kram atau nyeri yang mencurigakan. 

Demam

Demam yang terjadi pada saat kehamilan tanpa diketahui sebab yang jelas juga menjadi tanda-tanda keguguran.

Menurunnya Gerakan Bayi


Pergerakan bayi di dalam kandungan yang dapat Anda rasakan merupakan tanda kesehatan bayi secara umum. Bila Anda merasa janin kurang bergerak atau ada aktivitas penurunan maka segerlah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

Keluar Jaringan atau Cairan dari Vagina


Darah yang menggumpal atau berupa bagian janin dapat saja keluar dari vagina dan merupakan tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Itulah beberapa tanda-tanda keguguran yang perlu Anda waspadai. Bila Anda mengalami salah satu gejala aneh pada kehamilan Anda maka segeralah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Sumber Referensi:

Kamis, 01 Oktober 2015

Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

2. Infeksi Saluran Kemih
Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

4. Infeksi Ginjal
Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

5. Gangguan Pada Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

6. Diabetes
Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

7. Stroke
Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

8. Divertikulitis
Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

9. Kehamilan
Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

Faktor Psikologis


Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.

Kamis, 10 September 2015

3 Tahapan Melahirkan Normal Yang Perlu Diketahui

Tahapan melahirkan normal perlu diketahui oleh para ibu maupun para suami yang mendampingi istrinya yang sedang hamil dan akan melahirkan. Kenapa? Karena saat-saat menjelang proses melahirkan adalah saat-saat yang membuat perasaan ibu gundah, tak sabar ingin segera melihat bayinya namun khawatir terjadi sesuatu saat melahirkan. 

Proses melahirkan memang terdapat berbagai pilihan namun sampai saat ini proses melahirkan secara normal yang paling banyak dipilih karena lebih murah dan tidak terlalu membuat rasa sakit. Setidaknya ada 3 tahapan melahirkan normal yang akan dilalui para ibu hamil sebelum akhirnya melahirkan bayi yang telah ditunggu kedatangannya.
tanda-tanda melahirkan normal

Tahapan Melahirkan Normal Yang Pertama


Ada 2 fase yang terjadi pada tahapan melahirkan normal yang pertama yaitu fase awal dan fase aktif.

Tanda-tanda fase awal tahapan melahirkan normal:
  • Leher rahim mulai menipis dan mulai terbuka.
  • Terjadi kontraksi ringan yang berlangsung selama 30-90 deting dengan interval yang konsisten, misalnya tiap 5 menit sekali. 
  • Seiring dengan waktu leher rahim akan terus terbuka dan Anda akan melihat lendir bercampur darah keluar dari vagina.
Fase awal tahapan melahirkan normal tsb akan berakhir bila pembukaan leher rahim mencapai 4cm dan waktu yang diperlukan untuk mencapai pembukaan tsb akan berbeda untuk tiap ibu. Bila ini adalah kehamilan pertama maka fase ini pada umumnya akan berlangsung selama 6-12 jam, namun dapat pula lebih panjang atau lebih pendek pada ibu lainnya.

Tanda-tanda fase aktif tahapan melahirkan normal:
  • Leher rahim akan melebar lebih cepat hingga mencapai 10 cm.
  • Kontraksi akan lebih kuat, lebih sering, dan lebih lama. 
  • Rasa tidak nyaman mulai terasa seperti tekanan pada punggung, kram kaki, dan mungkin merasa mual. 
  • Air ketuban akan mulai pecah pada fase ini.
Jika Anda masih berada di rumah, maka inilah saat yang tepat bagi Anda untuk bergegas ke rumah sakit bersalin bila Anda menemui tanda-tanda tsb. Fase aktif biasanya terjadi dalam waktu 4-8 jam namun inipun tergantung dari individu masing-masing.

Tahapan Melahirkan Normal Yang Kedua


Pada tahapan ini terjadi proses pendorongan bayi agar keluar dari tubuh sehingga diperlukan tenaga yang kuat.

Berikut ini adalah tanda-tanda / proses tahapan melahirkan normal yang kedua:
  • Intensitas kontraksi akan berkurang.
  • Posisi bayi akan turun ke jalan lahir secara perlahan. Pada saat ini Anda diharapkan bersabar, biarkan proses dilakukan secara alami dan tidak terburu-buru. Rasa ingin mendorong bayi akan timbul dengan sendirinya saat bayi berada di pintu bawah panggul Anda. 
  • Setelah beberapa saat, akan mulai terlihat kepala bayi dan muncul rasa ingin mendorong bayi lebih kuat dan mungkin diiringi rasa terbakar di sekitar vagina dan anus Anda karena peregangan jaringan. 
  • Dengan dorongan berikutnya maka kepala bayi akan keluar dengan sempurna kemudian disusul dengan bagian tubuh yang lainnya. 
  • Proses mengeluarkan bayi sudah selesai maka tahap selanjutnya adalah pembersihan mulut dan hidung bayi agar mudah bernapas.

Tahapan Melahirkan Normal Yang Ketiga


Saat bayi Anda sudah keluar, proses kelahiran belum selesai karena masih ada tahapan melahirkan normal yang ketiga yaitu proses pengeluaran plasenta dari rahim Anda. Biasanya plasenta akan keluar dalam waktu 5-10 menit namun ada pula yang harus menunggu hingga setengah jam dari proses pengeluaran bayi.

Pada tahapan melahirkan normal yang ketiga ini pun merupakan saat yang tepat untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) karena ASI yang dikeluarkan pertama kali sangat baik untuk kesehatan bayi.

Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi ibu, apakah ada jaringan yang memerlukan jahitan karena proses melahirkan tadi. Bila ada, dokter akan melakukan pembiusan sebelum melakukan penjahitan.

Nah itulah 3 tahapan melahirkan normal yang perlu Anda ketahui. Secara keseluruhan proses tahapan melahirkan normal tsb akan memakan waktu 10-20 jam tergantung dari kondisi individu masing-masing.

Kamis, 03 September 2015

Tips Cara Jitu Agar Cepat Hamil

Kehamilan dan segera memiliki keturunan adalah harapan sebagian besar pasangan yang sudah menikah. Faktanya tak semua wanita cepat hamil setelah menikah. Kondisi belum adanya tanda-tanda kehamilan (Baca: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui) setelah lama menikah seringkali membuat pasangan stress dan kecewa. Ada pasangan yang terus berusaha dengan melakukan berbagai cara agar cepat hamil, ada yang pasrah, namun ada juga yang putus asa dan kemudian memutuskan untuk bercerai.

Sulitnya mendapatkan keturunan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan penyakit, gangguan sistem hormonal, gangguan kesehatan sistem reproduksi, dan faktor lainnya yang perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun banyak pula dari mereka yang belum hamil karena tidak mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan dan cara mendapatkan kehamilan. Untuk membantu Anda, akan saya ulas beberapa tips cara jitu agar cepat hamil. 
tips cepat mendapatkan kehamilan


Tips Agar Cepat Hamil / Cara Cepat Mendapatkan Kehamilan


Walaupun kehamilan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sulit diprediksi, namun cara agar cepat hamil berikut ini dapat meningkatkan peluang Anda mendapatkan kehamilan yang diharapkan.

Periksakan Kondisi Kesehatan Anda

Untuk menghindari terjadinya saling menyalahkan serta mengetahui peluang kehamilan maka sebaiknya Anda dan pasangan melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan meliputi kondisi kesehatan secara umum (general check-up), kesehatan sistem reproduksi, dan tingkat kesuburan pada dokter kandungan. Bila ada hasil yang kurang baik maka sebaiknya lakukan dulu perbaikan pada kesehatan Anda dan pasangan sebelum menggunakan cara agar cepat hamil lainnya.

Idealnya pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum menikah untuk menghindari terjangkitnya penyakit dari pasangan dan kemudian menular ke janin seperti penyakit HIV / AIDS, Hepatitis B, sifilis, dan penyakit lainnya.

Teratur Berhubungan Suami Istri

Berhubungan suami istri merupakan kunci utama kehamilan. Semakin sering Anda dan pasangan melakukannya pada masa subur maka peluang untuk mendapatkan kehamilan semakin terbuka lebar. Namun ingat, untuk menggunakan cara agar cepat hamil ini, maka pastikan Anda tidak terproteksi (menggunakan alat KB) dan lakukan dalam suasana santai / rileks ya. Bila diperlukan pelumas saat berhubungan, gunakan minyak alami seperti minyak zaitun karena pelumas berbahan tidak alami justru akan menurunkan tingkat kesuburan.

Ketahui Masa Subur Anda

Kapan sih masa subur itu? Masa subur ditandai oleh kenaikan hormone luteinizing / Luteinizing Hormone (LH) secara signifikan sesaat sebelum terjadinya ovulasi yaitu pelepasan sel telur dari ovarium. Kenaikan LH ini akan mendorong sel telur keluar dari ovarium menuju tuba falopii yaitu tempat terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma. Masa-masa sel telur yang berada di dalam tuba falopii inilah yang disebut masa subur yaitu sekitar 3-4 hari namun bisa juga hanya berumur 2 hari lalu kemudian sel telur itu mati dan proses selanjutnya terjadilah yang disebut menstruasi. Jadi agar cepat hamil, lakukanlah hubungan suami istri pada masa subur tsb.

Ketahui Posisi Berhubungan Yang Tepat

Posisi pria di atas sangat disarankan para pakar kesuburan agar cepat hamil. Cara agar cepat hamil ini akan lebih efektif bila wanita dapat mengganjal pinggulnya dengan bantal sehingga sperma yang ditampung oleh serviks lebih banyak. Sesaat setelah ejakulasi / pengeluaran sperma dilakukan oleh suami, biarkan istri untuk tetap berbaring pada posisinya hingga 10-20 menit. Bila cepat bangkit maka sperma akan keluar kembali / turun ke vagina yang bersuasana asam hingga akhirnya sperma melemah dan mati.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Cara agar cepat hamil berikutnya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat seperti olahraga teratur, mengkonsumsi makanan dan minuman sehat dengan gizi seimbang, dan pastikan Anda memiliki berat badan ideal.

Beberapa kebiasaan yang harus dihindari Anda dan pasangan agar cepat hamil meliputi merokok, minum alkohol / minuman keras, konsumsi kafein, obat-obatan yang dijual bebas, hindari terlalu banyak konsumsi vitamin A seperti yang berasal dari hati hewan, hindari makan daging / telur setengah matang, hindari juga stress berlebihan. 
Baca juga: Berbagai Manfaat Madu untuk Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui

Mengkonsumsi Asam Folat

Asam folat adalah vitamin yang sangat penting untuk perkembangan janin. Mengkonsumsi asam folat pada saat masa-masa perencanaan kehamilan disarankan agar cepat hamil dan konsumsi vitamin ini sebaiknya dilanjutkan hingga masa kehamilan trimester pertama. Anda dapat mengkonsumsi asam folat yang berasal dari tablet suplemen atau dari bahan alami seperti bayam, kacang hijau, brokoli, kentang, dan sereal.

Tinggal Di Lingkungan Sehat

Tips cepat mendapatkan kehamilan berikutnya adalah pastikan Anda tinggal dan beraktivitas di tempat-tempat yang terbebas dari polusi, bulu, dan kotoran binatang agar cepat hamil.

Berdoa

Manusia hanya bisa berencana dan berusaha namun yang menentukan tetaplah Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu berdoalah agar cepat hamil secara teratur baik oleh Anda maupun pasangan sehingga doa Anda cepat dikabulkan.

Itulah berbagai tips cara agar cepat hamil yang dapat Anda dan pasangan lakukan di rumah. Semoga artikel cara cepat mendapatkan kehamilan ini bermanfaat bagi Anda.

Minggu, 09 Agustus 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Ibu Hamil

Memang banyak perubahan yang terjadi saat masa kehamilan, salah satunya adalah perut kembung. Perut kembung memang biasa terjadi pada ibu hamil namun seiring usia kehamilan, maka akan semakin sering terjadi yang dapat mengganggu kenyamanan ibu hamil itu sendiri. Bila Anda sedang hamil maka sebaiknya Anda mengetahu penyebab dan cara mengatasi perut kembung saat hamil ini agar Anda dapat merasa nyaman. 

cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil

Penyebab Perut Kembung Saat Hamil


Perut kembung adalah suatu kondisi dimana perut terasa penuh dan kencang, perutpun terasa lebih membesar. Penyebab perut kembung adalah banyaknya gas yang terperangkap dalam perut. Gas muncul saat proses penguraian makanan yang tak terserap tubuh di samping masuk melalui udara yang kita hirup. Gas perut tsb kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui sendawa dan kentut.

Perlu Anda ketahui, rata-rata orang akan buang gas dalam sehari sekitar 14-40 kali, dan ibu hamil akan mengalami buang gas lebih dari itu. Tentu saja hal ini sangat mengganggu kenyamanan ibu hamil apalagi bila ibu hamil tsb harus beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain, ditahan makin kembung, dikeluarkan malu. Lalu apa saja penyebab perut kembung saat hamil?

Berikut ini adalah beberapa penyebab perut kembung saat hamil:

1. Adanya bayi di dalam perut yang makin berkembang dan menekan perut Anda sehingga menyebabkan proses pencernaan melambat.

2. Meningkatnya hormon progesteron pada ibu hamil yang memberikan efek relaksasi pada otot tubuh termasuk otot saluran pencernaan.

Perlambatan proses pencernaan inilah yang menjadi penyebab perut kembung pada ibu hamil.

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Ibu Hamil


Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil:

1. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Gas

Cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil yang pertama adalah menghindari makanan dan minuman pemicu timbulnya gas dalam perut. Contoh makanan yang memicu gas adalah kacang-kacangan, kubis, brokoli, kembang kol, makanan berlemak, goreng-gorengan, bawang bombay, daun bawang, apel, pir, gandum, susu dan produk olahannya. Sementara minuman yang memicu gas adalah minuman bersoda. Cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil yang sensitive pada susu dapat mengkonsumsi susu kedelai yang diperkaya kalsium atau susu bebas laktosa atau mengkonsumsi suplemen kalsium untuk memenuhi kebutuhan kalsium.
 

2. Mengubah Cara Makan

Cara berikutnya dalam mengatasi perut kembung pada ibu hamil adalah dengan mengubah cara makan, yaitu:

- Usahakan untuk makan dan minum sambil duduk termasuk makan camilan. Makan dan minum sambil duduk akan mencegah perut mengalami sesak atau tergencet sehingga dapat mengatasi perut kembung pada ibu hamil.

- Cobalah untuk makan sedikit demi sedikit. Makan terlalu banyak setelah perut Anda kosong beberapa jam akan menyebabkan sulitnya proses pencernaan dan memerlukan waktu yang lama selain memperparah sakit maag. Cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil pun dapt dilakukan dengan mengunyah makanan dengan baik sebelum dikonsumsi sehingga proses pencernaan akan lebih mudah.

Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada ibu hamil yang dapat Anda lalukan. Bila perut kembung sudah terlanjur terjadi dan disertai dengan kram perut, diare atau sembelit yang mengganggu sebaiknya segera konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

Rabu, 05 Agustus 2015

Tips Perawatan Kecantikan untuk Ibu Hamil

Pada masa kehamilan terjadi perubahan hormon yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan kecantikan. Beberapa masalah yang sering terjadi pada ibu hamil adalah timbulnya jerawat, kulit wajah tampak kusam, timbul flek-flek hitam, dan gangguan di bagian payudara. Agar tetap sehat dan cantik maka perlu dilakukan perawatan kecantikan untuk ibu hamil.

Namun Anda perlu waspada karena perawatan kecantikan untuk ibu hamil agak berbeda saat Anda tidak hamil. Anda harus hati-hati menggunakan bahan kosmetik agar tidak mengganggu pertumbuhan dan kesehatan janin. Untuk membantu Anda, berikut ini adalah beberapa tips perawatan kecantikan untuk ibu hamil.

perawatan kecantikan untuk ibu hamil

Perawatan Kecantikan untuk Ibu Hamil pada Bagian Kulit dan Wajah


Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kecantikan kulit wajah selama kehamilan:

1. Terus lakukan perawatan wajah secara rutin, misalnya membersihkan bekas make up dan mencuci wajah sebelum tidur.

2. Untuk menghindari / mengatasi timbulnya jerawat dan flek-flek hitam pada wajah selama kehamilan dapat dilakukan facial secara rutin. Untuk hasil yang optimal, sangat disarankan melakukan perawatan kecantikan untuk ibu hamil dengan cara facial ini setidaknya 2-4 minggu sekali mulai dari awal kehamilan.

3. Sebelum melakukan perawatan kecantikan untuk ibu hamil harus dipastikan bahwa pembersih wajah yang digunakan adalah bebas dari kandungan sabun dan gliserin untuk mencegah terjadinya kulit kering.

4. Sangat disarankan juga untuk menggunakan pelembab dengan SPF 15 dan anti UV sehingga kulit akan terlindungi dari dampak buruk sinar matahari.

5. Harap hati-hati dalam memilih produk kosmetik perawatan kecantikan untuk ibu hamil dan disarankan untuk tidak memakai make up tebal selama masa kehamilan. Anda sebaiknya menghindari produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya untuk ibu hamil seperti retinoid, Accutane, dan asam salisilat atau konsultasikan dulu ke dokter langganan Anda mengenai produk kosmetik yang aman dan cara penggunaannya.

6. Tidak dianjurkan untuk melakukan body treatment / perawatan kecantikan untuk ibu hamil yang dapat memicu peningkatan suhu tubuh seperti steam, sauna, dan body wrapping. Perlu diketahui, suhu tubuh yang tinggi bisa saja menimbulkan cacat bawaan pada janin dan mungkin saja menyebabkan keguguran. Jika Anda ingin berendam dalam air hangat, pastikan suhu air tidak lebih dari 37 derajat celcius.

Perawatan Kecantikan untuk Ibu Hamil pada Bagian Payudara


Payudara yang tidak terawat selama masa kehamilan dapat mengakibatkan terhambatnya pengeluaran air susu ibu setelah proses persalinan, puting susu tidak menonjol saat akan menyusui, dan bahkan terjadinya infeksi yang ditandai dengan pembengkakan pada payudara.

Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kecantikan untuk ibu hamil pada bagian payudara:

1. Lakukan pemijatan dan pembersihan area puting payudara secara teratur.

2. Disarankan untuk memakai bra yang longgar namun mampu menopang payudara dengan sempurna. Sebaiknya hindari pemakaian bra yang terlalu ketat dan menekan payudara karena dapat menghambat proses produksi air susu ibu (ASI).

Perawatan Kecantikan untuk Ibu Hamil dari Dalam


Selain perawatan kecantikan dari luar, perawatan kecantikan untuk ibu hamil dari dalam juga sangat diperlukan. Perawatan ini meliputi memberikan asupan kaya nutrisi seperti vitamin yang terkandung pada buah-buahan dan sayur-sayuran yang sangat baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit sehingga tubuh dan wajah Anda akan selalu tampak segar walaupun sedang hamil. Beberapa vitamin seperti vitamin A dan C dapat bertindak sebagai antioksidan yang memerangi aneka radikal bebas penyebab gangguan kulit. Vitamin A dapat diperoleh secara alami dari kuning telur, ikan, mangga, wortel, jeruk, dan apel. Sementara untuk vitamin C dapat didapatkan secara alami dari buah kiwi, lemon, jambu biji, jeruk dan pepaya.

Itulah beberapa tips perawatan kecantikan untuk ibu hamil baik dari luar maupun dari dalam tubuh. Semoga bermanfaat ..

Selasa, 21 Juli 2015

Ternyata Ini Loh Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri Pada Wanita

Mungkin Anda pernah mengalami sakit perut di sebelah kiri, dan biasanya kita menyangka sakit perut tsb berasal dari lambung dan menduga memiliki sakit maag. Namun perlu Anda ketahui karena ternyata rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita dapat merupakan tanda-tanda penyakit yang lebih serius. Rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita sering berkaitan dengan sistem reproduksi. Nah agar Anda tidak menyepelekan rasa sakit perut ini, yuk simak ulasan berikut ini mengenai penyebabnya agar Anda semakin mawas diri dan bila memang ada masalah dapat segera ditangani.

penyakit yang menyertai sakit perut sebelah kiri pada wanita


Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri Pada Wanita Yang Perlu Dicurigai


Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berhubungan dengan tanda-tanda rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita, yaitu:

1. Sembelit
Pada penyakit sembelit akut dan kronis biasanya timbul nyeri perut bagian kanan bawah dan bagian kiri. Rasa sakit ini biasanya datang setelah buang air besar. Untuk mengatasi rasa sakit perut sebelah kiri karena sembelit, perbanyaknya minum, buah dan sayuran berserat, serta aktivitas fisik seperti jalan kaki.

2. Divertikulitis
Diverkulitis adalah gangguan pencernaan pada usus besar karena adanya radang kantong (diverticula) yang terdapat pada sisi luar usus besar. Bila Anda berumur 60 tahun ke atas dan mengalami rasa sakit di bagian kiri mungkin Anda menderita penyakit ini.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal biasanya menyebabkan rasa sakit perut ringan sampai berat. Perjalanan batu ginjal yang turun ke ureter atau saluran kencing akan menyebabkan nyeri perut bagian bawah. Gejala sakit perut ini berlaku juga pada kaum pria. Biasanya bila memang ada batu ginjal, rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita ini disertai pula dengan rasa mual muntah dan susang buang air kecil.

4. Aneurisma Aorta Perut
Darah yang berasal dari jantung akan dialirkan ke perut melalui pembuluh darah aorta perut. Pembuluh darah ini dapat pecah atau mengalami kebocoran karena beberapa komplikasi medis yang disebut dengan penyakit aneurisma aorta perut. Penyakit ini akan menimbulkan rasa sakit di bagian tengah perut yang kemudian menyebar ke perut sebelah kiri dan belakang. Bila Anda sering mengalami rasa sakit perut sebelah kiri dan sakit punggung kemungkinan Anda mengalami penyakit kebocoran aorta ini. Untuk mengatasi penyakit ini biasanya dilakukan operasi.

5. Endomeriosis
Endomeriosis adalah salah satu penyebab utama sakit perut di bagian kiri bawah pada wanita di usia produktif, merupakan penyakit di mana sel-sel endometrium (selaput bagian dalam rahim) berkembang di luar rongga rahim. Rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita ini akan semakin parah saat menstruasi.

6. Kanker
Rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita juga perlu dicurigai sebagai tanda-tanda kanker yang tumbuh di sekitar area perut. Rasa sakit perut yang tajam ini biasanya dibarengi dengan tanda-tanda kanker lainnya seperti penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, perubahan dalam kebiasan buang air besar, dan konstipasi.

7. Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
Penyakit ini disebabkan oleh adalanya infeksi bakteri pada rahim, ovarium dan tuba fallopi secara kolektif. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya keputihan dan rasa sakit perut sebelah kiri bawah. Penyakit ini menular sehingga harus segera ditangani.

8. Fibroid
Fibroid atau dikenal sebagai batu rahim adalah sebuah penyakit karena pertumbuhan otot dalam rahim yang tidak normal. Penyakit ini muncul seperti bola keras pada dinding rahim, jaringan ini membelah dan tumbuh secara berlahan. Saat Anda merasa sakit perut sebelah kiri dan menderita pendarahan saat menstruasi atau menstruasi tidak teratur mungkin Anda mengidap penyakit ini.

9. Kehamilan Etopik
Kehamilan ektopik adalah suatu kondisi dimana sel telur yang dibuahi akan tertanan di luar rahim. Bila terjadi kehamilan ektopik biasanya ditandai dengan rasa sakit perut di sebelah kiri selama awal kehamilan dan disertai dengan pendarahan.

Nah itulah beberap penyakit yang menyebabkan rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita. Sebetulnya rasa sakit perut sebelah kiri pada wanita dapat menunjukkan penyakit lainnya. Oleh karena itu sebaiknya Anda hati-hati dan jangan menyepelekan rasa sakit perut sebelah kiri.

Bila Anda mengalami rasa sakit perut sebelah kiri yang disertai tanda-tanda lain seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan keluhan Anda pada dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan solusi terbaik pada kondisi tubuh Anda.

Senin, 15 Juni 2015

7 Tanda-Tanda Kehamilan Bahaya Yang Perlu Dicurigai


Masa-masa kehamilan ada saat yang ditunggu oleh para pasangan suami istri yang ingin memiliki anak. Pada saat tsb, akan ada banyak perubahan yang terjadi, seperti perubahan fisik dan emosional pada ibu bayi. Agar bayi yang dilahirkan sehat dan normal maka Anda sebagai ibu harus berhati-hati menjaga kandungannya, memperhatikan tanda-tanda kehamilan. Sementara buat Anda sebagai suami maka Anda harus memberikan perhatian lebih pada ibu hamil sehingga ibu dan janin dalam kandungan mendapatkan perhatian dan terjaga kesehatannya baik secara fisik maupun psikisnya.

Bila sebelumnya saya sudah membahas mengenai tanda-tandakehamilan awal yang perlu diketahui maka sekarang saatnya saya mengulas mengenai tanda-tanda kehamilan bahaya yang perlu dicurigai. Dengan mengetahui tanda-tanda kehamilan bahaya tsb, diharapkan Anda akan lebih waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter kandungan agar masalah yang muncul segera dapat ditanggulangi.


photo credit: pixabay.com

Tanda-Tanda Kehamilan Bahaya / Tidak Normal Pada Trimester Pertama


Kewaspadaan dan ekstra hati-hati memang harus dilakukan saat-saat awal kehamilan karena kehamilan awal saat trimester pertama sangat rentan. Berikut ini adalah 7 tanda-tanda kehamilan bahaya yang perlu dicurigai saat trimester pertama:

Mual Dan Muntah Berlebih

Terjadinya mual dan muntah pada awal kehamilan adalah normal, namun bila terjadi secara berlebihan sehingga sang ibu tampak lemas, dehidrasi, pingsan atau terjadi penurunan berat badan maka itu sudah termasuk tanda-tanda kehamilan bahaya.

Bila Anda atau istri Anda mengalami tanda-tanda kehamilan bahaya ini, saya sarankan untuk segera menghubungi dokter kandungan. Tergantung dari kondisi kesehatan pasien, dokter akan memberikan obat anti mual atau mungkin menyarankan Anda untuk beristirahat di rumah sakit selama beberapa hari sampai dehidrasi yang Anda alami dapat teratasi.

Pendarahan Banyak dan Parah


Sesuatu yang normal bila Anda mengalami bercak / flek darah saat awal kehamilan. Namun bila terjadi pendarahan hebat, banyak dan parah, maka Anda perlu mencurigai telah terjadi tanda-tanda kehamilan bahaya.

Jangan tunggu waktu yang lama, segeralah periksakan diri Anda ke dokter kandungan atas tanda-tanda kehamilan bahaya tsb. Pendarahan yang parah dapat saja menjadi tanda-tanda keguguran atau tanda-tanda kehamilan ektopik. Untuk memastikan masalah yang terjadi, maka akan dilakukan sederet pemeriksaan seperti USG dan tes darah untuk memperkuat diagnosa dokter.

Keguguran biasanya ditandai dengan pendarahan dan terjadinya kejang pada perut. Sementara kehamilan ektopik / hamil di luar kandungan terjadi bila sel telur yang dibuahi berada di luar uterus dan biasanya terdapat di tuba falopi. Pendarahan hebat yang disertai dengan sakit perut di bagian bawah yang hebat adalah tanda-tanda kehamilan ektopik.

Baca juga: Tanda-Tanda Kanker Serviks / Kanker Mulut Rahim

Rasa Nyeri dan Gatal Pada Alat Vital

Rasa nyeri pada alat vital mungkin saja terjadi pada ibu hamil, namun saat rasa nyeri dan disertai gatal tsb terjadi secara terus menerus maka Anda harus mencurigai telah terjadinya tanda-tanda kehamilan bahaya.

Rasa nyeri dan gatal tsb dapat mengindikasikan penyakit infeksi kelamin dan bila dibiarkan akan sangat berbahaya pada kesehatan bayi.

Segeralah periksakan diri pada dokter kandungan dan ceritakan mengenai tanda-tanda kehamilan bahaya tsb secara terbuka pada dokter kandungan untuk memperoleh solusi yang tepat.

Terdapat Nyeri / Bengkak Pada Kaki dan Sakit Kepala


Risiko terjadinya penggumpalan darah akan lebih tinggi saat masa kehamilan. Pengumpalan darah biasanya diderita oleh orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah. Penggumpalan darah yang terjadi di betis / kaki akan menyebabkan pembengkakan dan nyeri sementara bila terjadi otak akan terjadi sakit kepala. Nyeri pada betis dan kepala yang terus menerus dan hebat perlu dicurigai sebagai tanda-tanda kehamilan bahaya terutama bila sebelumnya Anda telah memiliki sejarah penyakit penggumpalan darah. Saat gumpalan tsb terbawa ke paru-paru maka Anda akan kesulitan bernafas dan berakibat fatal.

Bila Anda mengalami tanda-tanda kehamilan bahaya tsb maka segeralah periksakan diri ke dokter kandungan.


Terjadinya Penyakit Kronik Yang Semakin Parah


Bila Anda adalah ibu hamil yang pernah mengalami penyakit kronik seperti asma, tekanan darah tinggi, tiroid, diabetes, atau lupus maka Anda harus menginformasikan tentang penyakit Anda dan terapi yang pernah dilakukan pada dokter kandungan Anda. Saat kehamilan, dapat saja terjadi tanda-tanda kehamilan bahaya seperti munculnya penyakit kronik yang parah. Bila penyakit kronik tsb tidak ditangani dengan baik maka akan dapat membahayakan kehamilan dan janin di dalamnya.

Contoh bila Anda memiliki sejarah penyakit tiroid yaitu suatu penyakit karena tidak normalnya hormone tiroid dalam tubuh dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran dan cacat pada bayi.


Demam Tinggi


Demam merupakan merupakan gejala umum yang terjadi bila terdapat infeksi / radang pada tubuh Anda. Demam di atas 38C dan berlangsung terus menerus merupakan tanda-tanda kehamilan bahaya yang perlu dicurigai. Demam yang disertai nyeri sendi dan ruam kulit dapat mengindikasikan terjadinya infeksi toksoplasma atau infeksi cytomegalovirus (CMV). Seperti yang Anda ketahui infeksi toksoplasma dapat menyebabkan cacat pada bayi sementara CMV dapat menyebabkan tuli pada bayi.

Untuk memastikan apa yang terjadi dengan tanda-tanda kehamilan bahaya tsb, maka segera periksakan diri pada dokter kandungan.

Nyeri dan Rasa Terbakar Saat Buang Air Kecil


Tanda-tanda kehamilan bahaya ini mengindikasikan terjadinya infeksi / radang saluran atau kandung kemih. Segeralah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda untuk memperoleh diagnose dan solusinya.

Itulah 7 tanda-tanda kehamilan bahaya / tidak normal yang perlu dicurigai dan segera diperiksakan ke dokter kepercayaan Anda untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sehingga bayi dan ibu akan tetap sehat dan selamat.


Reference:
Webmd.com : First Trimester Problems

Selasa, 09 Juni 2015

Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Kehamilan adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri yang ingin memiliki momongan / anak. Fase-fase kehamilan awal biasanya di 3 bulan pertama adalah fase-fase kehamilan rawan, di mana ibu hamil harus ekstra hati-hati menjaga kehamilannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran dsb. Masalahnya tak sedikit dari ibu hamil yang tak menyadari bila dirinya hamil sehingga masih beraktifitas layaknya orang tidak hamil. Hal ini biasanya terjadi pada ibu-ibu muda yang pertama kali hamil atau ibu hamil yang sangat sibuk sehingga kurang memperhatikan dirinya sendiri. Sebetulnya untuk mengetahui dirinya hamil atau tidak dapat diketahui dari tanda-tanda kehamilan awal seperti perubahan fisik, dsb.

Tanda-tanda kehamilan awal baik perubahan fisik maupun psikis memang tidak akurat, namun cukup memberikan “alert” atau alarm untuk kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan medis untuk hasil yang lebih akurat. Jadi alangkah baiknya bila Anda mengetahui tanda-tanda kehamilan awal untuk meningkatkan kewaspadaan Anda.

Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Perlu Diketahui


tanda-tanda kehamilan awal
photo credit: pixabay.com
Sebelum membahas tanda-tanda kehamilan awal yang perlu diketahui, sebaiknya kita samakan dulu presepsti tentang cara perhitungan umur kehamilan. Para dokter kandungan akan menghitung umur kehamilan dari hari terakhir Anda mendapatkan siklus bulanan. Jadi kehamilan minggu pertama adalah seminggu dari datang bulan terakhir Anda dan bukan dihitung dari pembuahan.

Tanda-tanda kehamilan awal mungkin berbeda pada tiap wanita tergantung dari kondisi kesehatan masing-masing wanita tsb.

Tanda-Tanda Kehamilan Awal Secara Fisik


Ciri-ciri orang hamil dapat dilihat dari perubahan fisiknya seperti terjadi terlambatnya datang bulan, pembesaran payudara dll yang biasanya terjadi karena ada perubahan hormone di dalam tubuh.

1. Terlambat Datang Bulan
Tanda-tanda kehamilan awal ini sudah lazim diketahui dan terjadi karena ovarium / sel telur yang sudah terbuahi tidak akan dikeluarkan dari tubuh.

2. Mual dan Muntah
Tanda-tanda kehamilan awal yang kedua inipun sudah diketahui masyarakat luas. Biasanya orang hamil akan merasa mual bahkan muntah pada pagi hari atau lebih dikenal dengan istilah “morning sickness”. Namun tak menutup kemungkinan bila mual dan muntah akan terjadi sepanjang hari.

3. Pendarahan atau Bercak Darah
Beberapa wanita hamil akan mengalami pendarahan atau bercak darah yang disebut dengan “implantation bleeding” yaitu pendarahan yang terjadi karena proses penempelan calon janin ke dinding rahim. Beberapa wanita ada yang berpikir bahwa ini adalah haid yang sedikit padahal ini adalah tanda-tanda kehamilan awal.

4. Kram Perut / Sakit Perut
Proses implantasi / penempelan calon janin juga kadang menyebabkan kram perut pada ibu hamil.

5. Perubahan Payudara
Pada awal kehamilan, Anda akan merasakan perubahan pada payudara Anda seperti terasa lebih sensitif dan merasa tidak nyaman bila tersentuh atau terkena bra. Tanda-tanda kehamilan awal lainnya adalah membesarnya payudara, namun lebih empuk bila dipegang, kadang timbul rasa gatal dan puting yang membengkak.

6. Sering Buang Air Kecil
Tanda-tanda kehamilan awal ini terjadi karena janin membutuhkan ruang untuk tumbuh sehingga menekan kantung kemih dan menyebabkan Anda ingin buang air kecil. Ciri-ciri orang hamil ini umum terjadi pada usia kehamilan 1-12 minggu lalu terjadi lagi saat perut sudah membesar atau sekitar minggu ke-28.

7. Mudah Lelah
Kelelahan yang sering muncul pada wanita walaupun hanya melakukan pekerjaan rutin sehari-hari adalah tanda-tanda kehamilan awal karena terjadinya penuruan tekanan darah. Ibu hamil muda akan yang memiliki riwayat tekanan darah rendah akan merasakan sangat kelelahan bahkan dapat menyebabkan pingsan.

Tanda-Tanda Kehamilan Awal Non Fisik


1. Mengidam

Mengidam merupakan tanda-tanda kehamilan awal yang sudah diketahui. Mengidam artinya menginginkan sesuatu di luar kebiasaan, biasarnya erat kaitannya dengan ingin memakan buah yang asam seperti mangga. Hal ini wajar saja karena ada perubahan hormone dalam tubuhnya.

2. Penciuman Semakin Sensitif
Tanda-tanda kehamilan awal berikutnya adalah ibu hamil menjadi lebih sensitive indra penciumannya, ada yang tidak disukai namun ada pula bau-bau tertentu yang menjadi disukai.

3. Mengantuk dan “Moody”
Mengantuk dan perasaan yang “moody” atau emosinya sering berubah juga merupakan tanda-tanda kehamilan awal. Ciri-ciri orang hamil muda adalah selain mudah lelah juga mudah tersinggung.

4. Gelisah dan Stres
Rasa gelisah, stress, galau adalah tanda-tanda kehamilan awal berikutnya. Bila dibiarkan dan tanpa dukungan dari suami / orang terdekat, kasus ini dapat menyebabkan depresi yang berbahaya bagi ibu dan janinnya.

Itulah tanda-tanda kehamilan awal yang perlu Anda ketahui baik sebagai istri maupun suami harus bekerja sama menjaga janin dalam kandungan ibu hamil sehingga pada saatnya nanti ibu tsb akan melahirkan bayi sehat, normal dan selamat.

Bila Anda mengalami tanda-tanda kehamilan awal di atas maka Anda dapat melakukan tes lanjutan di rumah atau segeralah periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan kepastian apakah betul Anda hamil atau tidak. Karena bila Anda tidak hamil maka ciri-ciri orang hamil di atas mungkin menjadi pertanda timbulnya penyakit serius. 
Baca juga: Penyebab, Tips Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Mulut Rahim

Ada 2 cara pemeriksaan kehamilan untuk mengetahui apakah seseorang hamil atau tidak secara medis atau berdasarkan pengukuran yaitu:

Pemeriksaan Kehamilan Menggunakan Tes Urin / Test Pack
Anda dapat membeli test pack di apotek sekitar Anda. Namun pastikan Anda mengikut cara penggunaan yang terdapat pada kemasan test pack tsb untuk hasil yang optimal. Tes urin ini cukup sensitive, akurat, dan mudah dilakukan. Bila Anda ingin melakukan tes ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Pemeriksaan Kehamilan Menggunakan USG
Cara ini sangat akurat dalam memastikan tanda-tanda kehamilan awal yang muncul. Selain itu, dengan menggunakan cara ini pun, Anda dapat mengetahui keadaan janin dalam rahim.

Itulah tanda-tanda kehamilan yang perlu Anda ketahui, untuk informasi penyakit dan tips kesehatan lainnya terus ikuti Dunia Kesehatan. Semoga informasi di atas bermanfaat ...