Tampilkan postingan dengan label Penyebab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyebab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita, Pencegahan dan Penangananya

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang harus ditangani secepatnya agar tidak membahayakan nyawa pasien. Untuk itu Anda perlu mengenali ciri-ciri / tanda serangan jantung agar Anda dapat segera mengenali dan mendapatkan penanganan yang cepat.

Namun masalahnya tanda serangan jantung pada wanita tidaklah sama dengan tanda serangan jantung pada pria seperti sakit pada dada yang kemudian menyebar ke salah satu tangan. Gejala serangan jantung pada wanita seringkali muncul tidak disadari. Dan perlu Anda ketahui bahwa penyakit jantung masih merupakan penyebab kematian pertama pada wanita di Amerika Serikat.

tanda serangan jantung pada wanita
image credit: gospelherald.com

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita


Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serangan jantung pada wanita yang mungkin terjadi:

1. Nyeri Dada atau Rasa Tidak Nyaman di Dada
Sakit dada adalah tanda serangan jantung yang umum terjadi, namun pada beberapa wanita, tanda tsb dapat berbeda dari pria. Gejala serangan jantung tsb dapat berupa rasa sesak, sempit, tertekan namun rasa nyeri tsb tidak hanya di dada kiri saja namun dapat terjadi di bagian manapun.

2. Nyeri di Lengan, Punggung, Leher, atau Rahang
Tanda serangan jantung tsb lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Ini mungkin saja membingungkan para wanita karena merasa tidak merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan. Rasa nyeri tsb dapat terasa bertahap atau tiba-tiba, dapat muncul kemudian menghilang. Jika Anda tidur maka Anda dapat terbangun karena nyeri tsb.

3. Nyeri di Perut
Banyak orang yang sering keliru menafsirkan nyeri di perut bukan sebagai tanda serangan jantung pada wanita dan menganggapnya sebagai tanda sakit lambung, begah, atau flu. Wanita pun dapat merasakan nyeri di perut yang sangat parah.

4. Sesak Nafas, Mual, Keleyengan
Tanda serangan jantung pada wanita berikutnya adalah sesak nafas, mual, dan merasa “keleyengan” (pusing, serasa melayang). Jika Anda merasa kesulitan bernafas tanpa ada alasan yang jelas seperti halnya setelah melakukan aktivitas fisik padahal Anda hanya diam maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Berkeringat
Berkeringat dingin adalah tanda serangan jantung pada wanita yang umum terjadi. Jika Anda sering berkeringat seperti halnya terjadi saat Anda stress atau melakukan aktivitas fisik atau diam di udara yang panas padahal tanpa sebab yang jelas, Anda patut hati-hati.
6. Lelah
Beberapa wanita yang mengalami serangan jantung sering merasa kelelahan walaupun dia hanya duduk atau tanpa bergerak sama sekali. Kelelahan semacam ini dapat menjadi tanda serangan jantung pada wanita.

Perlu Anda ketahui, tidak semua orang akan mengalami tanda serangan jantung pada wanita di atas. Namun bila Anda mengalami salah satu gejala penyakit jantung di atas sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk menghindari risiko yang lebih parah.

Cara Mencegah Serangan Jantung


Tiada yang lebih mudah selain melakukan pencegahan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah serangan jantung:

1. Periksakan Kesehatan Jantung Anda
Cara mencegah serangan jantung yang pertama adalah memeriksakan kesehatan jantung Anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko terjadinya penyakit jantung dan risiko terjadinya serangan jantung.

2. Berhenti Merokok
Tahukah Anda bahwa berhenti merokok dapat menurunkan risisko penyakit jantung coroner sebanyak 50%? Lakukan cara yang sama untuk mencegah serangan jantung.

3. Mulailah Olahraga
Cara mencegah serangan jantung berikutnya adalah dengan olahraga secara teratur. Lakukan olahraga setiap hari misalnya dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari mampu menurunkan risiko serangan jantung dan terjadinya stroke.

4. Ubah Pola Makan Anda
Bila diperlukan, ubah kebiasaan pola maka Anda dan keluarga Anda untuk mencegah serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, gandum, dan menghindari makanan yang berlemak. Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya aliran darah ke jantung karena plak yang dibentuk oleh kolesterol.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Mendapat Tanda Serangan Jantung?


Saat Anda merasakan salah satu tanda serangan jantung di atas, segeralah menuju klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun ternyata akhirnya Anda tidak terkena serangan jantung namun setidaknya Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kematian.

Mintalah bantuan orang lain atau orang terdekat dengan Anda untuk menemani Anda ke rumah sakit saat terjadi tanda serangan jantung.

Henti jantung dapat saja terjadi pada seseorang sebagai komplikasi penyakit jantung. Tanda serangan jantung dengan henti jantung seperti ini dapat berupa tidak bernapas, tidak bergerak, atau tidak bereaksi terhadap sentuhan kita.

Saat keluarga atau orang yang ada didekat Anda mengalami tanda serangan jantung dengan henti jantung sebaiknya Anda segera memanggil ambulans. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menangani henti jantung adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).

Cara melakukan CPR / RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Teknik CPR / RJP ini sebetulnya mudah dilakukan, namun bila Anda tidak yakin cara melakukannya sebaiknya tunggu orang yang ahli saja untuk melakukannya.

Sebuah video yang menarik yang saya ambil dari youtube, yang mengisahkan bagaimana seorang ibu yang berusaha menjaga anak-anaknya dan menyiapkan seluruh kebutuhan keluarganya ternyata mendapatkan tanda serangan jantung.



Itulah sekilas informasi mengenai tanda serangan jantung pada wanita, cara mencegah serangan jantung dan cara menangani serangan jantung. Semoga bermanfaat …

Kamis, 07 Januari 2016

5 Cara Jitu Menghilangkan Bau Badan dan Ketiak Yang Menyengat

Bau badan atau bau ketiak memang sangat menjengkelkan. Bila aroma tak sedap tsb muncul dari orang lain mungkin Anda akan kesal namun sebaliknya bila aroma tsb berasal dari Anda tentunya Anda akan kehilangan rasa percaya diri Anda. Namun Anda tak perlu khawatir karena tak ada masalah tanpa solusi di dunia ini, Anda dapat mencoba cara menghilangkan bau badan dan ketiak yang tak sedap tsb.

Penyebab Bau Badan dan Bau Ketiak Yang Menyengat


Sebelum kita membahas mengenai cara mengatasi atau cara menghilangkan bau badan dan bau ketiak, sebaiknya Anda ketahui dulu penyebab bau badan / ketiak tsb.

Bau badan atau bau ketiak biasanya muncul saat orang tsb berkeringat dan tidak segera dibersihkan. Area ketiak yang lembap merupakan tempat hidup yang sangat baik untuk para mikroorganisme seperti bakteri penyebab bau.

Selain karena keringat berlebih, penyebab bau badan dan bau ketiak berikutnya adalah pengaruh hormon dan faktor makanan. 
cara menghilangkan bau ketiak
image credit: youtube.com

Cara Mengatasi / Menghilangkan Bau Badan dan Bau Ketiak


Memang betul banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bau badan Anda, namun berikut ini saya pilihkan 7 cara terjitu versi Dunia Kesehatan yang diambil dari beberapa sumber dan pengalaman pribadi:

1. Mandi
Rajin membersihkan area yang berkeringat atau mandi adalah cara pertama yang harus dilakukan untuk menghilangkan bau badan dan bau ketiak yang menyengat. Dengan mandi maka keringat penyebab bau dapat dihilangkan. Untuk hasil terbaik, gunakan sabun anti bakteri yang banyak dijual di pasaran.
2. Keringkan Tubuh Anda
Setelah mandi, jangan lupa untuk mengeringkan tubuh Anda menggunakan handuk yang bersih terutama di bagian-bagian yang sering berkeringat seperti di ketiak. Ingat area yang basah adalah tempat hidup yang menyenangkan bagi bakteri. Oleh karena itu keringkanlah tubuh Anda untuk menghilangkan bau badan dan bau ketiak di tubuh Anda.

3. Gunakan Deodorant
Deodorant adalah produk kosmetik yang banyak dijual di pasaran yang berfungsi untuk menghilangkan bau badan dan bau ketiak. Bila Anda memiliki masalah keringat berlebih juga maka sangat disarankan Anda menggunakan produk deodorant yang telah dilengkapi anti prespirant. Gunakan produk tsb di ketiak Anda setiap selesai mandi dan sebelum Anda menggunakan pakaian.

Menggunakan deodorant yang ada di pasaran adalah cara menghilangkan bau badan / bau ketiak yang sangat mudah dan ampuh. Namun bagi Anda yang kurang menyukai produk kosmetik dan lebih menyukai cara alami, tak perlu khawatir karena banyak sekali bahan-bahan yang ada di sekitar kita yang dapat digunakan untuk mengatasi bau badan dan bau ketiak tsb, seperti berikut ini:

a. Jeruk Nipis  
Aroma dan kandungan jeruk nipis mampu menghilangkan bau badan dan bau ketiak yang menyengat dari tubuh Anda dan menggantikannya dengan aroma segar jeruk. Untuk menggunakanya sangat mudah, potonglah jeruk nipis lalu gosokkan di ketiak Anda, biarkan hingga kering lalu bersihkan. 
Baca juga: Cara Efektif Mencerahkan Kulit Wajah Secara Alami Menggunakan Lemon

b. Kapur Sirih
Cara menghilangkan bau badan dan bau ketiak menggunakan kapur sirih adalah warisan dari nenek moyang saya sejak dulu. Agar lebih afdol, Anda pun dapat mencampurkan kapur sirih dengan air jeruk nipis lalu oleskan di ketiak Anda. Namun ingat, jangan terlalu banyak menggunakan kapur sirihnya ya karena bersifat panas.

c. Belimbing Wuluh
Seperti halnya jeruk nipis, kandungan asam dalam belimbing pun mampu mengendalikan pertumbuhan bakteri penyebab bau. Potonglah belimbing wuluh tsb dan oleskan di area ketiak untuk menghilangkan bau badan dan bau ketiak di tubuh Anda.

4. Gunakan Pakaian Yang Bersih
Pakaian yang sudah terkena keringat sebaiknya segera dicuci dan dibersihkan karena bila tidak maka bau keringat yang menempel di pakaian akan sangat sulit sekali dihilangkan sehingga saat Anda gunakan kembali akan tercium bau badan. Oleh karena itu cara menghilangkan bau badan dan bau ketiak berikutnya adalah gantilah pakaian Anda dengan yang bersih, tidak panas, adem setiap kali Anda selesai membersihkan area yang berkeringat.
5. Hindari Makanan Penyebab Bau Badan
Beberapa makanan dan minuman dapat memicu Anda berkeringat berlebih dan menimbulkan aroma tak sedap. Agar Anda dapat menghilangkan bau badan dan bau ketiak yang tak sedap maka sebaiknya Anda hindari makan bawang, minum kopi, dan minum minuman beralkohol. Makanan pedas pemicu keringat pun sebaiknya Anda hindari.

Itulah 5 cara jitu menghilangkan bau badan dan bau ketiak yang menyengat di tubuh Anda. Untuk hasil terbaik, lakukan secara rutin ya, selamat mencoba dan semoga bermanfaat … 
Referensi: webmd.com

Rabu, 06 Januari 2016

Penyebab Keringat Berlebih Apakah Penyakit Serius? Hati-Hati!

Apakah Anda sering berkeringat tanpa ada aktivitas yang berarti? Atau apakah telapak tangan Anda sering basah? Bila iya, bisa jadi Anda berkeringat berlebihan. Berkeringat adalah sesuatu yang normal dan bagus bagi kesehatan, namun bila berlebihan .. hmm hati-hati ya karena penyebab keringat berlebih ini bisa jadi penyakit serius loh!

Berkeringat adalah suatu cara alami yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan suhu tubuh. Saat Anda beraktivitas fisik, olahraga, stres, atau sedang cemas yang mengakibatkan suhu tubuh naik maka untuk menormalkan kembali suhu tubuh tsb diproduksilah keringat tentunya keringat yang dikeluarkan dalam jumlah normal. Lalu apa penyebab keringat berlebih?

Penyebab keringat berlebih memang dapat bermacam-macam dan biasanya lebih sering dialami oleh orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan.

Baca juga: 5 Cara Jitu Menghilangkan Bau Badan dan Ketiak Yang Menyengat

Terlalu banyak keringat seringkali mengganggu penampilan sehingga membuat seseorang sering merasa tak percaya diri. Namun lebih jauh dari itu, banyak orang yang tak menyadari bahwa penyebab keringat berlebih tanpa alasan yang jelas dapat menjadi pertanda penyakit serius yang memerlukan penanganan ekstra. 

penyebab keringat berlebih dan cara mengatasi keringat berlebihan
image credit: www.healthcare-online.org

Jenis-Jenis Keringat Berlebih


Sebelum membahas penyebab keringat berlebih, sebaiknya Anda ketahui 2 tipe / jenis keringat berlebih atau Bahasa kedokterannya hyperhidrosis yang dapat terjadi, yaitu:

1. Hiperhidrosis Lokal / Primer
Kondisi berkeringat berlebihan ini diderita oleh sebagian kecil manusia di muka bumi ini, yaitu sekitar 1-3% dari total populasi. Ciri-ciri hyperhidrosis primer adalah hanya daerah tertentu saja yang berkeringat berlebihan yaitu di wajah, kepala, tangan, atau ketiak. Anda tak perlu khawatir dengan penyebab keringat berlebih tipe ini karena kondisi ini biasanya terjadi karena tidak berfungsinya sistem saraf minor dan bukan merupakan gejala penyakit tertentu. Perlu Anda ketahui, kondisi ini dapat diturunkan ke anak Anda.

2. Hiperhidrosis Umum / Sekunder
Ciri-ciri berkeringat berlebihan tipe ini adalah umumnya terjadi di malam hari. Kondisi ini perlu diwaspadai karena penyebab keringat berlebih tipe ini adalah gangguan kesehatan.

Penyebab Keringat Berlebih Yang Perlu Anda Ketahui


Berikut ini adalah beberapa penyebab keringat berlebih yang mungkin terjadi pada Anda:

1. Kehamilan
Pada masa kehamilan, ibu hamil pada umumnya akan selalu merasa kepanasan dan lebih mudah berkeringat.

2. Penyakit
Beberapa gangguan kesehatan dapat menjadi penyebab keringat berlebihan seperti gangguan tiroid, menopause, diabetes, stroke, artritis rematoid, parkinson, penyakit infeksi (seperti HIV / AIDS, TBC / tuberkulosis), malaria, kanker (seperti limfoma dan leukemia), penyakit jantung (seperti gagal jantung, endocarditis atau infeksi dinding lapisan dalam jantung), gangguan kecemasan, dan kecanduan minuman keras. 


3. Obat-Obatan
Obat-obatan yang Anda konsumsi dapat juga menjadi penyebab keringat berlebih, seperti antibiotik, obat pengontrol tekanan darah, obat untuk mengatasi mulut kering, obat psikiatrik, dan sebagian suplemen.

Gejala / Tanda-Tanda Keringat Berlebih Yang Perlu Diwaspadai


Penyebab keringat berlebih belum tentu hal yang serius, namun bila Anda menemukan gejala seperti berikut ini, sebaiknya segeralah periksakan diri Anda ke dokter karena bisa jadi penyebab keringat berlebih dengan tanda berikut ini adalah penyakit serius:
  1. Berkeringat di malam hari misalnya Anda terbangun dengan keringat dingin atau Anda menemukan batal atau tempat tidur Anda basah / lembap karena keringat.
  2. Berkeringat di seluruh tubuh, tidak hanya di muka, kepala, ketiak, tangan, paha, atau kaki. 
  3. Berkeringat tidak simetris, artinya Anda hanya berkeringat di salah satu bagian tubuh saja, misalnya di salah satu ketiak. 
  4. Berkeringat secara tiba-tiba tanpa ada alasan jelas. 
  5. Jika Anda berkeringat berlebihan dimulai saat paruh baya atau di atasnya. 
  6. Berkeringat saat Anda mengkonsumsi obat baru. 
  7. Berkeringat yang disertai dengan gejala lain seperti lelah, sering haus, sering buang air kecil, batuk, atau insomnia (susah tidur). 

Cara Mengatasi Keringat Berlebih


Walaupun cara terbaik untuk mengatasi keringat berlebih adalah dengan menghentikan penyebab keringat berlebih tsb, namun beberapa cara berikut ini dapat mengendalikan produksi keringat sehingga Anda masih tetap dapat tampil percaya diri:
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat begitu pula gunakan sepatu yang nyaman yang memungkinkan sirkulasi udara. Bila memungkinkan gunakan alas kaki terbuka.
  • Antiprespiran yaitu kosmetik yang dijual di pasaran dalam bentuk “rol on” atau “spray” atau losion yang berfungsi untuk mengontrol / menurunkan produksi keringat. Biasanya produk ini digunakan diketiak atau dapat pula di kaki. 
  • Terapi khusus seperti pemberian obat-obatan untuk menghentikan kinerja kelenjar keringat, menyuntikkan botox untuk menghentikan saraf pemicu keringat untuk sementara, iontophoresis yaitu perawatan dengan listrik intensitas rendah untuk menghentikan kelenjar keringat sementara, atau bahkan operasi pada penderita hipertiroid untuk mematikan saraf di dada yang menyebabkan keringat berlebih, dapat saja dilakukan atas saran dari dokter kepercayaan Anda.
Itulah informasi seputar penyebab keringat berlebih yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat …
Bila Anda merasa artikel dari Dunia Kesehatan di atas bermanfaat, silahkan bagikan artikel tsb ke teman atau kerabat Anda melalui link sosmed di bawah ini ...
Referensi: webmd.com

Minggu, 03 Januari 2016

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Yang Perlu Diketahui

Sakit tenggorokan biasanya datang menyertai penyakit batuk pilek yang datang menghampiri Anda. Namun sebetulnya sakit tenggorokan ini tak hanya berkaitan dengan pilek saja namun lebih parahnya karena ada infeksi atau mungkin gejala penyakit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui penyebab sakit tenggorokan dan bagaimana cara mengatasi sakit tenggorokan tsb. 
 
cara mengatasi sakit tenggorokan
Ilustrasi Sakit Tenggorokan (image credit: homeremediestip.com)

Penyebab Sakit Tenggorokan Yang Perlu Anda Ketahui


Penyebab sakit tenggorokan yang umum terjadi adalah alergi, udara kering, perubahan cuaca, polusi, termasuk merokok.

Namun selain penyebab sakit tenggorokan yang umum tsb, sakit tenggorokan pun dapat disebabkan oleh aneka penyakit seperti berikut ini:

1. Pilek
Penyebab sakit tenggorokan yang paling umum terjadi adalah pilek. Biasanya disertai juga dengan gejala pilek lainnya seperti hidung berlendir / meler atau mampat dan batuk. Seperti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus, sakit tenggorokan yang terjadi karena pilek pun akan segera membaik dalam hitungan hari.

2. Infeksi Tenggorokan / Strep Throat
Penyebab sakit tenggorokan berikutnya adalah terjadinya infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh kuman seperti bakteri streptococcus. Gejala yang terjadi berupa rasa gatal dan nyeri di tenggorokan. Bila Anda menderita penyakit ini, maka biasanya gejala yang Anda alami akan berlangsung lebih lama dan lebih parah.

Bila sakit tenggorokan Anda tidak kunjung sembuh dalam waktu 3 hari, Anda patut curiga sudah terkena penyakit strep throat ini dan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter karena bila dibiarkan terus menerus maka akan memicu terjadinya penyakit yang lebih serius seperti demam rematik yang dapat membahayakan katup jantung. Selain sakit tenggorokan, gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah demam, nyeri saat menelan, amandel memerah dengan bintik putih, dan kehilangan nafsu makan. 
 
Baca juga: Tanda dan Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui

Dengan perawatan yang tepat, penyakit strep throat penyebab sakit tenggorokan ini biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 10 hari.

3. Tonsilitis
Tonsilitis adalah infeksi / radang amandel (yaitu jaringan yang terletak di bagian belakang tenggorokan). Selain sakit tenggorokan biasanya disertai juga dengan pembengkakan amandel dengan bintik kuning atau putih, demam, suara berubah, nyeri saat menelan, bau napas, dan pembengkakan kelenjar limfa di leher.

Bila Anda curiga penyebab sakit tenggorokan Anda adalah tonsillitis maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 


Cara Mudah Mengatasi Sakit Tenggorokan


Berikut ini adalah beberapa cara mudah mengatasi sakit tenggorokan yang dapat Anda coba di rumah:
  • Perbanyak minum minuman hangat. Tenggorokan yang sakit dapat pula disebabkan oleh kurangnya cairan.
  • Berkumur dengan air garam hangat, bila diperlukan Anda pun dapat menggunakan obat kumur yang banyak dijual di pasaran. Garam dan obat kumur memiliki sifat antiseptic yang dapat membunuh kuman yang ada di tenggorokan. 
  • Hindari memakan makanan yang tajam seperti makanan pedas, makanan renyah, gorengan atau makanan berminyak, makanan terlalu manis, minuman dingin, atau makanan terlalu asin. 
  • Perbanyak istirahat. 
  • Hindari kontak air liur dengan penderita.
Cara mengatasi sakit tenggorokan di atas sangat efektif untuk menghilangkan sakit karena penyebab umum yang telah diuraikan di atas termasuk sakit tenggorokan karena pilek.

Sementara untuk mengatasi sakit tenggorokan karena penyakit strep throat atau tonsillitis yang disebabkan oleh bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter karena antibiotic termasuk obat yang harus diresepkan oleh dokter.

Bila penyebab sakit tenggorokan karena tonsillitis dan terjadi berulang, mungkin dokter akan menyarankan operasi pengangkatan amandel sebagai cara mengatasi sakit tenggorokan dan infeksi amandel tsb.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab sakit tenggorokan dan cara mengatasi sakit tenggorokan yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ...

Bila dirasa informasi dari Dunia Kesehatan ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikan informasi ini pada teman atau kerabat Anda menggunakan tombol sosial media di bawah ini. 
 
Referensi: webmd.com

Kamis, 17 Desember 2015

Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai

Sakit kepala yang sering datang memang sangat mengganggu apalagi saat-saat di hari penting atau hari spesial Anda. Penyebab sering sakit kepala memang dapat berbeda pada setiap individu namun dengan mengenali penyebab tsb dalam diri Anda dapat membantu untuk meminimalkan / menghindari kemungkinan merasakan sakit yang sama di kemudian hari. 
 
Penyebab Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai
image credit: flickr.com

Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Umum


Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu / menyebabkan sakit kepala, yaitu:

1. Cuaca
Penyebab sering sakit kepala yang pertama adalah cuaca. Saat cuaca berubah dari panas ke dingin atau sebaliknya, perubahan tingkat kelembaban maupun tekanan udara dapat memicu terjadinya rasa sakit di kepala.

2. Hormon
Bila Anda seorang wanita, mungkin Anda sudah tak merasa asing lagi bila menderita sakit kepala saat mengalami menstruasi. Ya betul sekali memang perubahan hormon seperti naik turunnya tingkat estrogen merupakan penyebab sering sakit kepala.

3. Stres
Stres adalah penyebab sering sakit kepala yang sangat umum. Saat Anda dikejar deadline, ketika berada di bawah tekanan dan Anda merasa stress maka akan muncul ketegangan di area bahu, leher, dan kepala.

4. Faktor Diet
Beberapa makanan dipercayai sebagai penyebab sering sakit kepala seperti keju, coklat, makanan asin, makanan ber-MSG, kacang-kacangan, daging diawetkan, es krim, atau terlalu banyak makan makanan manis. Selain itu telat makan atau kondisi perut kosong pun sering kali memicu terjadinya sakit kepala.

Selain makanan, terlalu banyak minum alkohol, kopi, ataupun teh dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

5. Pola Tidur
Kurang tidur atau kebanyakan tidur dan pola tidur yang berubah dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

6. Terlalu Banyak Olahraga
Melakukan olahraga secara rutin memang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan menjaga postur tubuh ideal. Namun apa jadinya bila Anda terlalu memforsir aktivitas fisik Anda? Selain kelelahan, terlalu banyak olahraga pun merupakan salah satu penyebab sering sakit kepala.

7. Menekan Pada Posisi Tubuh Yang Sama
Duduk yang membungkuk, membaca sambil tiduran, atau menekuk leher terus menerus dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Untuk mengatasinya, hindari menggunakan posisi tubuh yang sama secara terus menerus dan jangan lupa lakukan peregangan dan istirahat di sela-sela aktivitas.

Nah itulah 7 penyebab sering sakit kepala yang umum terjadi. Bila Anda tak dapat mengidentifikasi dengan jelas penyebab Anda merasa sakit di kepala, cobalah lakukan perekaman terhadap aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari seperti jam berapa tidur dan jam berapa bangun, makanan / minuman yang dikonsumsi, olahraga yang dilakukan, dll sebelum terjadinya sakit kepala.

Dengan mengetahui penyebab sering sakit kepala tsb maka Anda dapat dengan mudah menghindari sakit tsb walaupun tanpa bantuan obat sekalipun.

Lalu bagaimana bila Anda masih saja mengalami sakit kepala walaupun sudah menghindari faktor pemicu di atas? Saran dari Dunia Kesehatan sih sebaiknya Anda berhati-hati karena bisa jadi sakit kepala tsb disebabkan oleh adanya penyakit di tubuh Anda.

Penyakit Yang Dapat Menjadi Penyebab Sering Sakit Kepala

Berikut ini adalah beberapa kondisi penyakit yang dapat ditandai dengan munculnya sakit kepala: 
 
Penyakit Infeksi
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur seperti influenza, infeksi paru-paru, meningitis (infeksi selaput otak), ensefalitis (infeksi otak), infeksi telinga,  dan infeksi HIV / AIDS seringkali memberikan gejala rasa sakit di kepala. Bila Anda mengalami sakit kepala yang disertai demam tinggi dan rasa sakit di organ tubuh yang diserang, Anda patut hati-hati karena bisa jadi infeksi merupakan penyebab sering sakit kepala.

Penyakit Karena Gangguan Metabolisme
Gangguan pada sistem metabolisme dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Beberapa penyakit karena gangguan metabolism seperti sleep apnea yang ditandai dengan seringnya tidur mendengkur, hipotiroid, hipertensi, hipotensi (tekanan darah rendah), preeklamsia dan eklamsia pada ibu hamil. 
 
Tumor atau Kanker Otak
Penyebab sering sakit kepala lainnya yang perlu diwaspadai adalah tumor atau kanker otak. Gejala yang muncul bila Anda mengalami penyakit ini adalah sakit kepala yang terus berulang dengan rasa sakit yang terus meningkat. Selain itu dibarengi juga dengan penurunan berat badan yang drastis juga tergantung bagian otak mana yang terimbas maka Anda pun dapat mengalami penurunan fungsi motorik dan sensorik seperti kesulitan berjalan bahkan tak sadarkan diri. 
 
Baca: Penyebab, Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Otak


Gangguan Pembuluh Darah Di Otak Lainnya
Penyakit seperti stroke dan gangguan pembuluh darah otak lainnya dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak sehingga memicu terjadinya sakit kepala mendadak yang kemudian diikuti dengan sensasi mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh seperti di muka, sulit bicara, kejang, dan tak sadarkan diri.

Anda sebaiknya hati-hati dengan penyebab sering sakit kepala ini terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes mellitus. 
 
Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

Itulah beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab sering sakit kepala yang harus diwaspadai. Untuk mengetahui secara pasti akan penyebab rasa sakit di kepala tsb, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi tubuh Anda ke dokter kepercayaan Anda. 
 
Referensi: 

Rabu, 02 Desember 2015

Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

Penyebab penyakit kanker memang beraneka ragam dan kadang sangat kompleks. Namun untuk memudahkan Anda dalam memahami penyakit ini maka pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan beberapa penyebab penyakit kanker yang umum dan perlu diketahui.

Mengetahui penyebab penyakit kanker secara umum sangat penting bagi Anda karena setiap penyakit akan jauh lebih mudah ditangani dan disembuhkan bila diketahui secara pasti penyebabnya.

Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

Penyebab Penyakit Kanker dan Faktor Risiko Yang Perlu Diketahui


Seperti yang telah disebutkan di atas, penyebab kanker memang banyak namun secara umum dapat dikategorikan menjadi 5 faktor saja. Apa saja itu? Yuk kita bahas satu-per satu …

1. Faktor Genetik / Keturunan


Beberapa jenis penyakit kanker dapat terjadi karena faktor genetik walaupun demikian banyak juga penyakit kanker yang tidak berhubungan sama sekali dengan faktor keturunan ini. Meskipun faktanya demikian, namun tak ada salahnya bila Anda ekstra hati-hati dengan penyebab penyakit kanker ini terutama bila dalam keluarga Anda ada yang sudah menderita kanker.

2. Faktor Gaya Hidup


Beberapa gaya hidup tak sehat seperti merokok, minum alcohol, pergaulan bebas merupakan pemicu / penyebab kanker yang harus segera Anda hentikan.

Merokok baik pasif maupun aktif sangat berisiko pada kondisi kesehatan Anda dan merupakan penyebab penyakit kanker terutama kanker paru-paru, kanker mulut, dan kanker pita suara. Anda mungkin masih ingat salah satu iklan layanan masyarakat yang membahas bahayanya merokok. Bila Anda lupa silahkan saksikan video youtube yang diunggah WLF Indonesia berikut ini. 


Selain itu kurangnya olahraga atau aktivitas fisik dapat pula menjadi penyebab penyakit kanker berikutnya. Kurangnya aktivitas fisik akan membuat tubuh Anda mudah lelah dan memicu terjadinya kegemukan.

3. Faktor Lingkungan


Faktor lingkungan pun dapat menjadi penyebab kanker seperti terlalu banyak terkena paparan sinar matahari, terkena radiasi ionisasi, polusi, dll.

Risiko yang muncul bila terlalu banyak terkena sinar UV adalah kanker kulit dan bahkan dapat memicu kebutaan mata. Bila Anda memang terpaksa harus berada di bawah sinar matahari dalam waktu cukup lama, sangat disarankan untuk menggunakan topi, kacamata, pakaian tertutup, dan gunakan sun block di kulit Anda.

Tak hanya sinar matahari yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker, namun radiasi ionisasi seperti pada rontgen / sinar X atau radiasi yang ditimbulkan pembangkit tenaga listrik pun dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya kanker.

Anda yang hidup di daerah polusi juga harus ekstra hati-hati karena memiliki risiko kanker lebih tinggi.

4. Faktor Makanan


Tahukah Anda bahwa kebanyakan penyakit yang terjadi pada diri Anda disebabkan oleh makanan yang Anda santap setiap harinya termasuk menjadi penyebab penyakit kanker? Makanan tidak sehat, yang diolah secara tidak benar, menggunakan bahan kimia berbahaya, terlalu banyak memakan makanan instan / junk food mampu meningkatkan faktor risiko terjadinya kanker. Oleh karena itu, tinggalkan kebiasaan buruk tsb sekarang juga dengan memakan makanan sehat dengan gizi seimbang. 


5. Infeksi


Penyebab penyakit kanker berikutnya adalah karena adanya penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus seperti virus hepatitis, HIV, dll ataupun oleh parasit seperti parasite Schistosoma yang dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

6. Gangguan Keseimbangan Hormonal


Adanya gangguan keseimbangan pada sistem hormonal dapat juga menjadi penyebab penyakit kanker. Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel namun cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan hormone progesterone lebih cenderung melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Bila terjadi ketidak seimbangan pada kedua hormone ini misalnya kelebihan estrogen dan kekurangan progesterone maka mampu meningkatnya risiko terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim, dan kanker prostat. 
Baca juga: Penyebab, Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Serviks

7. Faktor Psikis


Selain penyebab penyakit kanker yang telah diuraikan di atas, faktor psikis / kesehatan emosional pun sangat mempengaruhi. Orang yang sering tertekan, depresi, sering kali sangat mudah terserang penyakit termasuk kanker.

Itulah 7 penyebab penyakit kanker yang umum dan perlu Anda ketahui. Bila faktor genetic sudah tidak dapat dihindari maka sebaiknya kita dapat menghindari penyebab lainnya.

Referensi:
http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/
http://www.dharmais.co.id/index.php/what-causes-cancer.html

Sabtu, 14 November 2015

Penyebab Sering Sesak Nafas Mungkinkah Penyakit Berbahaya?

Bernafas merupakan kebutuhan vital bagi setiap makhluk hidup. Oleh karena itu setiap gangguan pernafasan akan menyebabkan kualitas hidup seseorang akan menurun, apalagi bila seseorang sering mengalami gangguan tsb. Bila Anda termasuk salah satunya maka Anda patut waspada karena mungkin penyebab sering sesak nafas yang Anda alami adalah penyakit serius yang berbahaya.

cara mengatasi sesak nafas
image credit: jfb-levage.com

Apa Itu Sesak Nafas?


Sesak nafas adalah suatu kondisi dimana kita mengalami kesulitan dalam bernafas atau karena kurangnya pasokan udara sehingga tubuh kita tidak mampu bekerja secara optimal.

Apa Saja Penyebab Sesak Nafas?


Beberapa faktor pemicu penyebab sesak nafas antara lain adalah faktor obesitas / kegemukan, olahraga yang terlalu berat, atau Anda berada di suatu tempat dengan suhu ekstrim atau tempat yang tinggi. Perlu Anda ketahui semakin tinggi suatu tempat seperti di puncak gunung maka volume udara semakin menipis sehingga Anda akan mengalami kesulitan bernafas.

Mungkinkah Penyebab Sering Sesak Nafas itu Adalah Penyakit Serius?


Bila Anda sering mengalami sesak nafas namun bukan karena penyebab normal di atas, maka kemungkinan besar penyebab sering sesak nafas Anda adalah sebuah penyakit / gangguan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang mungkin menjadi penyebab sering sesak nafas Anda:
  1. Penyakit pada sistem pernafasan seperti batuk, pilek, flu, alergi, asma, sinusitis, tuberculosis, pneumonia (paru-paru basah), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker paru-paru.
  2. Penyakit pada sistem peredaran darah seperti anemia dan tekanan darah rendah. Baca juga: Tekanan Darah Normal, Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui 
  3. Penyakit jantung seperti aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung. 
  4. Penyebab sering sesak nafas lainnya adalah keracunan gas karbon monoksida, patah tulang rusuk, dll.

Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Penyebab Sering Sesak Nafas Anda Adalah Penyakit Serius?


Anda perlu waspada dan curiga bila sering mengalami sesak nafas yang berkelanjutan karena penyebabnya dapat saja karena ada penyakit lainnya.

Namun untuk memastikannya, Anda perlu memeriksakan kondisi kesehatan Anda pada dokter kepercayaan Anda. Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga Anda kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan tes lanjutan seperti tes darah, tes spirometry (yaitu sebuah tes untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa cepat udara dapat dihembuskan, tes ini pun sering digunakan untuk diagnosis PPOK), tes X-ray rongga dada (untuk mengetahui kondisi jantung, paru, dan tulang rusuk), dan tes alergi.

Bagaimana Cara Menangani Sesak Nafas?


Penanganan sesak nafas yang tepat dan efektif akan berbeda tergantung dari kondisi kesehatan individu masing-masing. Oleh karena itu mengetahui penyebab sering nafas yang terjadi sangat diperlukan.

Contohnya, bila Anda sering mengalami sesak nafas karena alergi atau asma maka Anda perlu menghindari faktor pemicu terjadinya alergi tsb misalnya menghindari debu, asap rokok, polusi udara, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. Menjaga kondisi rumah agar terbebas dari faktor pemicu adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya sesak nafas. Namun bila alergi tsb sudah terjadi maka cara tercepat mengatasi sesak nafas adalah dengan meminum obat anti alergi seperti dekongestan atau antihistamin.

Mengobati penyakit yang menjadi penyebab sering sesak nafas adalah tindakan terbaik sehingga Anda tidak perlu mengalami masalah yang sama di kemudian hari.

Itulah ulasan mengenai penyebab sering sesak nafas yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ..

Minggu, 11 Oktober 2015

Tanda-tanda Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda keguguran memang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil, pasalnya tingkat kematian janin karena keguguran ini masih terbilang tinggi. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai penyebab keguguran dan gejala keguguran yang timbul.

Apa Itu Keguguran?


Menurut MayoClinic, keguguran (miscarriage) adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum mencapai usia 20 minggu namun paling sering terjadi sebelum mencapai usia kehamilan ke-12 minggu. Dalam Bahasa medis, keguguran disebut juga sebagi abortus spontan. Oleh karena itu wajar saja bila para ibu hamil muda harus ekstra hati-hati menjaga kandungannya sehingga tidak terjadi tanda-tanda keguguran yang tidak diharapkan. 
gejala keguguran, penyebab keguguran
image credit: newhealthadvisor.com

Apa Saja Penyebab Keguguran?


Penyebab keguguran seringkali sulit ditentukan karena banyaknya faktor risiko, namun secara garis besar penyebab keguguran adalah adanya masalah pada janin.

Faktor Genetik


Penyebab keguguran yang utama biasanya disebabkan oleh adanya gangguan genetik pada embrio sehingga janin tidak berkembang secara normal dan tak mampu bertahan hidup. Masalah ini biasanya murni dari faktor genetic janin dan bukan berasal dari faktor genetic ibu secara langsung.

Faktor Kesehatan Ibu Hamil


Kondisi kesehatan sang ibu hamil yang buruk dapat pula menjadi penyebab keguguran terutama bagi ibu yang memiliki penyakit diabetes, tiroid, jantung, dan ginjal.

Infeksi Pada Bayi


Terjadinya penyakit infeksi pada dapat pula menjadi penyebab keguguran pada trimester kedua. Penyakit infeksi ini akan menyebabkan pecah ketuban dan timbul pendarahan dan biasanya disebabkan oleh virus TORCH dan HIV / AIDS.

Penyebab Keguguran Lainnya


Selain faktor risiko di atas, masih terdapat beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab keguguran lainnya seperti:
  • Usia ibu hamil saat mengandung sudah tua
  • Adanya kelainan anatomi pada rahim ibu hamil 
  • Ibu hamil pernah mengalami keguguran sebelumnya 
  • Ibu hamil mengalami trauma fisik pada rahim seperti benturan atau terjatuh 
  • Ibu hamil adalah peminum alkohol atau pengguna obat terlarang atau perokok aktif 
  • Ibu hamil terkena paparan radiasi 
  • Berat badan ibu hamil terlalu kurus atau terlalu gemuk 
  • Perubahan hormon pada ibu hamil 
  • Pembukaan mulut rahim yang terlalu cepat
  • Kelainan sistem imun seperti menderita penyakit lupus
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, obat darah tinggi, obat jerawat, dll. Sebaiknya baca kontra indikasi pada kemasan obat sebelum meminum obat dan pastikan obat yang Anda konsumsi tidak membahayakan janin, bila Anda ragu konsultasikan pada dokter dan apoteker langganan Anda.
Penyebab keguguran yang muncul di masyarakat seperti olahraga, bekerja, bepergian dengan pesawat, atau berhubunan suami istri tidak berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran.

Lalu Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?


Setiap ibu hamil harus mampu mengenali dan mewaspadai setiap tanda-tanda keguguran berikut ini agar dapat segera mendapatkan pertolongan medis untuk menyelamatkan kehamilannya.

Perdarahan


Pendarahan adalah tanda-tanda keguguran utama yang sering muncul. Walaupun pendarahan ini tidak selalu berakhir pada keguguran namun bila Anda mengalami pendarahan maka segeralah periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Nyeri


Rasa nyeri yang muncul pada bagian perut, punggung belakang, dan panggul seperti nyeri yang Anda rasakan saat haid maka perlu dicurigai sebagai tanda-tanda keguguran, apalagi bila rasa nyeri tsb dibarengi dengan pendarahan. Namun perlu Anda ketahui, rasa nyeri tsb kadang sulit dibedakan dengan kram yang terjadi saat awal kehamilan karena adanya perluasan rahim, walaupun demikian konsultasikanlah pada dokter kepercayaan Anda bila Anda merasakan kram atau nyeri yang mencurigakan. 

Demam

Demam yang terjadi pada saat kehamilan tanpa diketahui sebab yang jelas juga menjadi tanda-tanda keguguran.

Menurunnya Gerakan Bayi


Pergerakan bayi di dalam kandungan yang dapat Anda rasakan merupakan tanda kesehatan bayi secara umum. Bila Anda merasa janin kurang bergerak atau ada aktivitas penurunan maka segerlah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

Keluar Jaringan atau Cairan dari Vagina


Darah yang menggumpal atau berupa bagian janin dapat saja keluar dari vagina dan merupakan tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Itulah beberapa tanda-tanda keguguran yang perlu Anda waspadai. Bila Anda mengalami salah satu gejala aneh pada kehamilan Anda maka segeralah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Sumber Referensi:

Minggu, 04 Oktober 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami

Telapak kaki pecah-pecah biasanya menyerang bagian tumit seringkali terjadi dan membuat rasa percaya diri kita menurun. Kita pun enggan menggunakan sandal dan lebih sering menggunakan kaus kaki dan sepatu. Tahukah Anda apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb
cara-mengatasi-tumit-pecah-pecah-javatalk.info
image credit: anekatipswanita.com


Penyebab Telapak Kaki Pecah-Pecah


Agar lebih mudah mengatasi telapak kai pecah-pecah maka kita harus mengetahui penyebabnya. Pada umumnya, telapak kaki pecah-pecah terjadi karena kondisi kulit kaki yang kering dan kurang lembap. Namun selain itu masih terdapat penyebab telapak kaki pecah-pecah lainnya seperti adanya aktivitas yang berlebihan dengan kaki sehingga terjadi penebalan yang kita kenal sebagai kapalan. Berikut ini adalah penyebab telapak kaki pecah-pecah yang sering terjadi:
  • Keadaan menjaga kebersihan kulit kaki, seperti membersihkan bagian telapak kaki.
  • Faktor cuaca, seperti cuaca dingin dan cahaya matahari yang sering merusak kelembaban kulit. 
  • Kekurangan nutrisi untuk kesehatan kulit seperti vitamin, mineral, zat besi dan seng. 
  • Terlalu lama berdiri seringkali menyebabkan tumit mudah retak. 
  • Kaki yang terkena air terus menerus terutama bila Anda berjalan di tempat berair atau berdiri lama di tempat lembab seperti di kamar mandi dapat menyebabkan kehilangan minyak alami kulit sehingga kulit menjadi kering dan kasar. 
  • Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada lemak yang berada di bawah tumit sehingga kulitpun melebar ke samping. Pada kulit kering yang tidak memiliki fleksibilitas maka tekanan tsb akan menyebabkan tumit pecah-pecah. 
  • Semakin bertambah umur Anda maka faktor elastisitas kulit semakin berkurang, dengan demikian semakin mudah mengalamai telapak kaki pecah-pecah. 
  • Penyakit kaki dan penyakit lainnya yang mengganggu pada kaki seperti eksim, psioriasis, diabetes, penyakit tiroid, dan kondisi lainnya sehingga menyebabkan kondisi kulit kaki pecah-pecah.
Itulah beberapa penyebab telapak kaki pecah-pecah yang perlu Anda ketahui. Setelah Anda mengetahui penyebabnya, maka Anda pun akan lebih mudah mengetahui cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb.

Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah


Berikut ini adalah beberapa tips / cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang dapat Anda coba:

A. Cara Mencegah Telapak Kaki Pecah-Pecah


Cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang pertama adalah dengan mengetahui pencegahannya yaitu sbb:
  • Bersihkan kaki termasuk telapak kaki setiap kali Anda pulang berpergian, pastikan kaki Anda bersih terbebas dari kotoran.
  • Gunakan body lotion untuk melembapkan kulit kaki setiap kali Anda selesai mandi. 
  • Hindari berjalan kaki tanpa alas, sebisa mungkin gunakan sepatu untuk melindungi telapak kaki Anda dari faktor cuaca seperti udara dingin dan cahaya matahari. Untuk pemilihan alas kaki pun harus hati-hati, gunakan dengan ukuran yang pas dan berbahan lembut di kaki sehingga nyaman digunakan. 
  • Jangan terlalu lama merendam kaki atau berdiri di tempat basah atau lembab. Saat mencuci pakaian atau membersihkan kamar mandi, pastikan kaki Anda terlindung dengan baik dan air sabun / detergen tidak mengenai kaki. Kandungan dalam sabun seringkali membuat kulit Anda mudah kering. 
  • Lakukan latihan pada kaki, seperti berjalan kaki, jogging, ataupun berlari untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki dan meningkatkan elastisitas kulit kaki. (Baca: 7 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui)
  • Selain melakukan olah raga, Anda pun dapat mengatasi telapak kaki pecah-pecah dengan cara merendam telapak kaki Anda di air hangat yang ditambahkan air lemon untuk membantu sirkulasi darah dan merontokkan kulit mati.

B. Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami Dari Luar


Beberapa baham alami yang ada di sekitar kita dapat kita manfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah menjadi mulus kembali.

1. Gunakan Getah Kulit Buah Pepaya Muda
Getah papaya sangat baik digunakan untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah. Rendam kaki Anda dalam air hangat yang telah dicampur sedikit garam, kemudian oleskan getah kulit buah pepaya muda pada tumit atau bagian telapak kaki lainnya yang pecah-pecah secara merata. Bila Anda tak memiliki buah papaya muda, Anda dapat menggantinya dengan mentimun, jeruk nipis, minyak zaitun, atau ampas kopi. Biarkan hingga mengering lalu cuci bersih.

2. Gunakan Pasta Pisang
Cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah menggunakan pasta pisang dilakukan dengan cara menghaluskan pisang matang secukupnya lalu oleskan ke seluruh permukaan kulit kaki yang pecah-pecah lalu biarkan hingga 10 menit atau sampai kering. Setelah itu cucilah kaki. Pasta pisang akan menutrisi dan melembabkan kulit kaki.

3. Gunakan Pasta Avocado
Avocado / alpukat memang memilki nilai gizi yang tinggi. Selain menggunakan pisang, untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah pun dapat menggunakan pasta avocado. Caranya hampir sama, yaitu haluskan buah alpukat yang matang kemudian oleskan ke seluruh permukaan kulit yang pecah-pecah hingga mengering atau sekitar 10 menit, kemudian cuci bersih.

4. Gunakan Petroleum Jelly
Selain menggunakan pasta dari buah, Anda pun dapat menggunakan petroleum jelly di malam hari seperti yang banyak disarankan para ahli kecantikan untuk memperbaiki kondisi kulit kaki yang rusak. Oleskan setiap malam sebelum tidur pada seluruh permukaan kulit kering untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah.

5. Gunakan Lidah Buaya
Siapa yang tak kenal lidah buaya? Tanaman ini memang sering dimanfaatkan untuk melembabkan rambut, namun tak hanya itu Anda pun dapat memanfaatkan daging buah lidah buaya untuk melembabkan dan menutrisi kulit serta mengatasi telapak kaki pecah-pecah. 


C. Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami Dari Dalam


Salah satu penyebab kulit kering dan pecah-pecah adalah kurangnya nutrisi, oleh karena itu kita perlu memenuhi kebutuhan nutrisi kulit untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah ini dengan cara memenuhi kebutuhan cairan dan menerapkan pola diet seimbang dengan sayuran dan buah-buahan.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kulit seperti:
  • Makanan yang kaya vitamin E seperti minyak sayur, sayuran hijau, sereal, gandum, produk gandum dan kacang-kacangan.
  • Makanan yang kaya mineral seperti susu, keju, yogurt, susu kambing, susu kedelai, sereal, daging, ayam, ikan, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, dll. 
  • Makanan kaya Omega 3 seperti ikan air berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Itulah beberapa penyebab, cara mencegah tumit retak, dan cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang dapat Anda coba praktekan di rumah. Perlu diingat bahwa cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah secara alami tsb memerlukan kedisiplinan dan ketekunan Anda. 
Bila kondisi telapak kaki Anda parah, sampai terasa perih dan berdarah, sebaiknya segera konsultasikan dulu ke dokter untuk mencegah terjadinya infeksi dan mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb. Semoga bermanfaat ..

Kamis, 01 Oktober 2015

Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

2. Infeksi Saluran Kemih
Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

4. Infeksi Ginjal
Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

5. Gangguan Pada Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

6. Diabetes
Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

7. Stroke
Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

8. Divertikulitis
Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

9. Kehamilan
Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

Faktor Psikologis


Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.

Minggu, 27 September 2015

Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius


Rasa haus sebetulnya adalah sistem alarm tubuh yang menandakan bahwa tubuh memerlukan asupan cairan untuk menjalankan metabolisme tubuh. Rasa haus ini sebetulnya normal namun bila Anda merasakan rasa haus sepanjang hari, maka Anda patut waspada karena penyebab sering haus tsb mungkin adalah pertanda gejala penyakit serius.
penyakit-penyebab-rasa-haus-berlebih
image credit: psu.com


Penyebab Sering Haus Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa penyebab rasa haus yang perlu Anda ketahui, meliputi:

1. Makanan

Beberapa makanan tertentu seperti makanan asin dan pedas dapat menjadi penyebab rasa haus dan menstimulasi tubuh untuk mengkonsumsi cairan lebih banyak.

2. Cuaca Panas


Udara yang panas juga dapat menjadi penyebab sering haus terutama bila Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

3. Dehidrasi


Dehidrasi atau kekurangan cairan biasanya terjadi bila Anda tidak mengkonsumsi cairan dalam waktu yang lama apalagi bila Anda melakukan aktivitas yang banyak menguras keringat, atau terjadi penyakit diare atau muntah.

4. Kehamilan


Wanita hamil sering merasa ingin buang air kecil karena kandung kemih yang tertekan oleh janin. Karena banyaknya pembuangan cairan ini membuat wanita hamil lebih sering merasa haus dan ingin minum terus.

Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

5. Obat-Obatan Tertentu


Obat tertentu seperti litium dan diuretic dapat menjadi penyebab sering haus karena seringnya buang air kecil.

6. Penyakit Serius


Disamping penyebab sering haus di atas, rasa haus yang berlebihan juga menandakan adanya penyakit serius, seperti:

Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi karena kadar gula di dalam darah yang tinggi dan dapat menjadi penyebab sering haus. Tingginya kadar gula darah memicu ginjal untuk memproduksi urine lebih banyak untuk melepaskan kelebihan gula dari darah tsb. Semakin banyak urine yang dihasilkan maka penderita diabetes akan lebih sering merasa haus sebagai pertanda bagi Anda untuk segera mengganti kehilangan cairan tsb.

Diabetes Insipidus

Selain penyakit diabetes mellitus, diabetes insipidus pun dapat menjadi penyebab sering haus yang Anda alami. Penyakit ini terjadi karena tingginya hormone antidiuretic (ADH) atau vasopressin yang berfungsi mengatur kadar cairan dalam tubuh. Produksi urine yang berlebih membuat pengidapnya sering merasa kehausan.

Ketoasidosis Diabetikum

Masih seputar penyakit diabetes, komplikasi diabetes karena kadar gula darah terlalu tinggi namun kadar insulin (hormon pemecah gula) yang rendah juga merupakan penyakit serius penyebab sering haus. Karena tidak mampu memecah gula tsb maka tubuh akan memecahkan lemak sebagai sumber energy tubuh, akibatnya terjadi penumpukan keton yang sangat membahayakan. Komplikasi ini sering terjadi pada pengidap diabetes tipe 1 namun kadang pada tipe 2 juga. Selain haus berlebih, gejala penyakit ketoasiadosis diabetikum juga ditandai dengan tubuh yang terasa sangat lelah, sering buang air kecil, susah bernapas panjang, sakit pada perut bagian atas, dan bahkan dapat terjadi koma.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

Anemia Sel Sabit

Penyakit serius lainnya yang menjadi penyebab sering haus adalah anemia sel sabit. Penyakit ini merupakan penyakit turunan yaitu suatu kondisi di mana sel darah merah berkembang tidak normal, berbentuk seperti sabit. Sel darah abnormal ini akan menghambat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ tubuh termasuk ginjal dan pasien pun sering merasa kehausan. Selain itu dapat pula disertai dengan tubuh yang lemah dan sesak napas.

Itulah beberapa penyebab sering haus yang perlu Anda ketahui. Bila Anda sering merasa kehausan secara terus menerus, alangkah baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda untuk menghindari terjadinya penyakit serius seperti yang telah diulas di atas.

Rabu, 16 September 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

Pernahkah Anda mengalami sakit ulu hati? Atau pernahkah Anda merasa sakit di bagian tengah atas perut yang kadang disertai dengan rasa mual dan kembung. Apa sih sebetulnya sakit ulu hati? Terus apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi sakit di ulu hati? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya berikut ini…

Apa Itu Sakit Ulu Hati?


Daerah ulu hati atau disebut juga epigastrium dalam ilmu medis berada di atas pusar, bawah tulang dada, dan di antara tulang rusuk. Tanda-tanda sakit di ulu hati meliputi rasa mual, perut kembung, diiringi sendawa, rasa lapar, kram perut, muntah. Rasa sakit kemudian menjalar ke atas dada atau punggung. Bila dibiarkan, akan terjadi penurunan berat badan pada penderitanya. 
penyebab sakit di ulu hati, penyakit ulu hati, cara mengobati sakit ulu hati
image credit: healthtap.com

Penyebab Sakit di Ulu Hati


Rasa sakit di ulu hati jangan dibiarkan begitu saja, karena bisa jadi menjadi tanda-tandi penyakit serius lainnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit di ulu hati yang patut Anda waspadai:

Tukak Peptik

Tukak peptik yaitu penyakit karena adanya luka pada lapisan dinding lambung atau usus kecil seringkali disebut sebagai penyebab sakit di ulu hati paling umum. Tukak peptik terjadi bila ada zat asam yang mengenai luka di lambung sehingga terasa menyakitkan dan mungkin timbul pendarahan. Sejatinya memang suasana di lambung adalah asam, namun bila asam itu terlalu berlebih malah akan merusak dinding lambung misalnya karena penggunaan obat-obatan bersifat asam (seperti aspirin / asetil salisilat, ibuprofen, ketoprofen, suplemen kalium, dll) atau karena infeksi bakteri.

Penyebab sakit di ulu hati kemungkinan besar adalah sakit tukak lambung bila terjadi pula rasa sakit dari area pusar hingga dada, rasa sakit semakin parah saat perut kosong dan di malam hari, rasa nyeri dapat saja hilang namun kembali lagi pada hitungan hari atau hitungan minggu. Pada sebagian kecil kasus, kadang tukak peptic ditandai juga dengan muntah darah, buang air besar (BAB) berdarah, mual, hilangnya selera makan, dan penurunan berat badan.

Penyakit Kantong Empedu

Penyebab sakit di ulu hati berikutnya adalah karena ada penyakit kantong empedu. Kantong empedu adalah sebuah kantong kecil yang berada di bawah hati yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu untuk membantu hati dalam mencerna lemak. Sakit kantong empedu ditandai juga dengan rasa sakit perut yang terjadi secara konstan, diiringi dengan mual, muntah, demam, tubuh gemetaran, nyeri dada, dan perubahan warna kotoran / tinja.

Pankreatitis

Pankreatitis adalany terjadinya radang pada pankreas yaitu organ tubuh penghasil enzim untuk proses pencernaan dan penghasil hormon untuk mengatur kadar gula. Pakreatitis mungkin saja menjadi penyebab sakit di ulu hati bila Anda merasakan rasa sakit akut yang terasa hingga punggung dan disertai dengan muntah.

Anda pun dapat melihat perubahan warna di sekitar pusar / panggul, perut terasa kaku, dan rasa sakit kian parah seusai makan. Pankreatitis kronis juga ditandai dengan kotoran yang berbau tidak biasa dan berminyak, serta terjadi penurunan berat badan.

Sindrom Iritasi Usus

Penyebab sakit di ulu hati lainnya adalah sindrom iritasi usus. Penyakit ini pun ditandai dengan kram, perut kembung, buang gas, juga terjadi perubahan frekuensi BAB. Iritasi usus dapat terjadi karena otot dinding usus saat membawa makanan bergerak lebih kuat dan lama.

Sebetulnya penyebab pasti penyakit ini belum dapat dipastikan, namun dari hasil pengamatan oleh para peneliti, risiko tinggi terjadi pada wanita, orang yang berumur 45 tahun ke bawah, memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini, penderita gangguan kesehatan mental, sering cemas, dan depresi.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi / penyakit yang disebabkan oleh penyakit tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik pada ibu hamil. Bila dibiarkan kondisi ini mampu merusak organ tubuh, umumnya menyerang ginjal. Penyebab sakit di ulu hati ini biasanya diiringi dengan muntah muntah bila kondisinya sudah parah.

Kanker Lambung

Rasa sakit di ulu hati harus diwaspadai karena bisa saja penyebab sakit di ulu hati tsb adalah kanker lambung. Kanker lambung memang dapat disebabkan oleh beberapa faktor namun bila Anda pria, berusia 55 tahun ke atas, perokok, sering mengkonsumsi makanan bergaram tinggi, atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama maka Anda memiliki faktor risiko yang tinggi. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya muntah dan penurunan berat badan.

Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati


Setelah Anda mengetahui beberapa penyebab sakit di ulu hati, maka sekarang saatnya Anda mengetahui cara mengatasi sakit di ulu hati tsb.

Cara mengatasi sakit di ulu hati dibedakan menjadi 2 yaitu bila gejala yang dirasa tidak parah dan parah.

Untuk mengatasi rasa sakit di ulu hati yang tidak parah yaitu hanya terasa / terjadi 1-2 kali maka dapat Anda atasi sendiri di rumah dengan mudah yaitu:
  • Mengonsumsi obat antasida yang biasanya dijual bebas di pasaran. Antasida dapat membantu menetralkan asam lambung sehingga mengurangi rasa sakit. Antasida yang dijual di pasaran biasanya dikombinasi dengan anti flatulen untuk mengatasi perut kembung. Bacalah aturan pakai penggunaan yang tercantum di tiap kemasan.
  • Hindari mengkonsumsi makanan / minuman penyebab sakit di ulu hati seperti kafein, minuman beralkohol, minuman bersoda, makanan pedas, dan makanan lainnya yang dapat mengiritasi perut.
Untuk mengatasi sakit di ulu hati bila gejala yang dirasakan cukup parah atau selama 2 hari gejala tidak mereda atau atau bahkan semakin parah seperti diiringi demam, muntah, lemas, sulit bernapas, pembengkakan pada perut, darah pada kotoran, dsb maka segeralah konsultasikan atau periksakan diri pada dokter kepercayaan Anda.

Jumat, 28 Agustus 2015

6 Cara Alami Membuat Bibir Merah Merona Sepanjang Hari

Memiliki bibir merah merona sepanjang hari adalah dambaan setiap wanita karena terlihat sehat dan seksi. Memang ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat bibir merah merona, cara termudah adalah menggunakan lipstick dan pelembab bibir. Namun ada juga yang menggunakan teknik sulam bibir agar warna merah bibir yang dihasilkan lebih tahan lama. Nah bagi Anda yang tak mau menggunakan lipstick karena ada yang alergi, dsb bahkan menggunakan teknik sulam bibir yang mahal itu maka Anda dapat menggunakan cara alami membuat bibir merah merona sepanjang hari

cara memerahkan bibir secara alami


Namun sebelum saya membahas cara alami membuat bibir merah merona, sebaiknya saya ulas sedikit penyebab bibir hitam dan tampak kusam.

Penyebab Bibir Hitam dan Kusam


Mengetahui dan menghindari penyebab bibir kusam adalah cara mudah membuat bibir merah merona secara alami. Salah satu penentu warna bibir adalah bawaan lahir atau faktor genetic yang diturunkan oleh orang tuanya. Namun selain itu kadang disebabkan oleh gaya hidup tak sehat seperti kebiasaan merokok, kebiasaan menjilat bibir, penggunaan kosmetik yang tidak tepat, dan pengaruh homon estrogen. Kekurangan hormone estrogen dapat menyebabkan bibir kering dan menghitam. 
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah Secara Alami

Cara Alami Membuat Bibir Merah Merona Sepanjang Hari


Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan bibir indah dan merah merona secara alami.

1. Hindari Penyebab Bibir Hitam dan Tampak Kusam

Cara termudah untuk membuat bibir merah merona sepanjang hari adalah dengan menghindari faktor pemicu / penyebabnya. Namun untuk faktor genetic tidak bisa dihindari ya .. karena sudah takdir dari Tuhan Sang Pencipta.

2. Memijat Bibir

Pemijatan bibir dengan minyak kelapa setiap hari dapat melancarkan sirkulasi darah di bibir sehingga bibir tampak cerah dan merah. Selain pijatan dengan minyak kelapa mampu menutrisi bibir dan mempercepat proses penggantian kulit bibir kering dan mengurangi kerutan. Lakukan pijatan ini tiap hari untuk membuat bibir merah merona sepanjang hari.

3. Menggunakan Madu

Madu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan sudah terbukti sebagai makanan penyembuh segala penyakit termasuk juga dapat digunakan untuk membuat bibir merah merona secara alami. Caranya cukup dengan membersihkan bibir dari bahan kosmetik dan kotoran lainnya lalu oleskan madu murni pada bibir secara merata sebelum tidur.

4. Menggunakan Minyak Zaitun

Selain cara membuat bibir merah merona dengan menggunakan madu di atas, Anda pun dapat membuat masker bibir dengan mencampurkan madu dan minyak zaitun kemudian diaduk hingga tercampur sempurna. Oleskan campuran masker ini pada bibir Anda yang telah dibersihkan dan diamkan beberapa saat hingga mengering, lalu bilaslah dengan air. Minyak zaitun sangat baik untuk melembabkan kulit bibir Anda.

5. Menggunakan Jeruk Nipis

Seperti halnya menggunakan minyak zaitun sebagai masker untuk membuat bibir merah merona secara alami, Anda pun dapat menggunakan masker yang terbuat dari perasan jeruk nipis. Kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya mampu mencerahkan dan memerahkan bibir.

6. Menggunakan Pasta Ubi Merah

Ubi merah memiliki zat pigmen merah alami yang mampu memerahkan bibir dan membuat bibir merah merona secara alami. Caranya dengan menghaluskan ubi merah lalu oleskan pada bibir dan diamkan hingga setengah jam sampai pigmen ubi meresap ke bibir. Kemudian bilaslah bibir Anda.

Itulah cara alami membuat bibir merah merona sepanjang hari yang dapat Anda lakukan di rumah. Namun Anda harus ingat, cara di atas harus dilakukan secara rutin ya …

Sabtu, 22 Agustus 2015

Mengenal Penyakit Varises: Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatan

Pernahkah Anda melihat ada pembuluh darah yang menonjol atau timbul di permukaan kulit betis? Itu adalah salah satu tanda penyakit varises yang biasanya muncul pada ibu-ibu yang sedang hamil ata telah melahirkan. Namun kadang juga muncul pada kaum pria. Bahkan tidak menderita penyakit ini menjadi salah satu syarat masuk akademi militer loh. Nah sebetulnya penyakit varises itu apa ya? Yuk kita simak ulasannya berikut ini …

gejala varises, penyebab varises, tanda-tanda varises, cara mencegah varises, cara mengobati varises, ciri-ciri varises

Penyebab Varises


Tubuh kita terdiri dari pembuluh darah yang disebut pembuluh arteri dan vena. Pembuluh arteri bertugas membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh sementara pembuluh vena kebalikannya yaitu mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung yang dibantu dengan kontraksi otot jantung. Di dalam pembuluh vena dilengkapi katup-katup yang berfungsi mencegah terjadinya arus balik darah pada pembuluh tsb.

Nah penyakit varises terjadi bila katup vena tsb melemah atau rusak atau dinding vena merenggang. Kondisi kerusakan pada vena tsb atau dikenal dengan penyebab varises dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu umur, genetika, obesitas, kehamilan, kebiasaan berdiri terlalu lama, dan masalah kesehatan lainnya. 
Baca juga: Penyakit Hernia: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Hernia

Gejala Penyakit Varises


Penyakit varises lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria dan lebih banyak terjadi pada area kaki. Sebagian kecil terjadi pada pembuluh vena sekitar kerongkongan, panggul, anus, rahim, dan vagina.

Untuk mengetahui keberadaan penyakit ini, sebetulnya dapat dilihat dari ciri-ciri varises yang muncul di permukaan kulit.

Tanda – tanda varises adalah sebagai berikut:
  • Perubahan warna pembuluh darah yaitu tampak berwarna biru atau ungu tua dengan bentuk menyerupai pilinan kawat.
  • Terjadi pembengkakan pada pembuluh vena tsb. 
  • Timbul gatal dan bengkak ringan pada betis hingga pergelangan kaki. Selain itu kadang-kadang kaki terasa berat, sedikit terasa nyeri dan hangat, terutama bila sudah berdiri cukup lama. 
  • Bila dibiarkan dan bertambah parah, maka gejala varises akan bertambah dan berpotensi terjadinya komplikasi seperti radang pada vena / thrombophlebitis, terjadi luka pada vena, dan pendarahan. 

Bahaya Komplikasi Penyakit Varises


Saat penyakit varises masih ringan, dan kita hampir tidak merasakan gejala, kadang kala kita suka membiarkan saja penyakit tsb, padahal ada risiko komplikasi sebagai berikut:
  • Eksim yang terjadi karena ada varises sehingga membuat kulit kering, bersisik dan memerah.
  • Thrombophlebitis yaitu penggumpalan darah dan peradangan pada pembuluh vena kaki. Orang yang menderita komplikasi ini akan merasakan gejala berupa kemerahan dan rasa nyeri di bagian tsb. 
  • Ulkus vena yaitu terjadinya luka karena ada kenaikan tekanan pada vena kaki terutama bagian pergelangan kaki. Tekanan darah yang tinggi dalam vena menyebabkan cairan dari vena merembes dan berkumpul di bawah kulit. Pada awalnya kumpulan cairan tsb akan membuat kulit menebal dan terjadi pembengkakan hingga akhirnya menimbulkan luka terbuka. 
  • Pendarahan. Meningkatnya tekanan darah menyebabkan akan mudah terjadi pendarahan saat vena tsb terkena benturan. 
Baca juga: Penyebab, Pencegahan, dan Cara Menghilangkan Komedo

Diagnosis Penyakit Varises


Bila Anda mengalami gejala varises seperti yang telah disebutkan di atas, walaupun masih ringan maka sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mencegah terjadi komplikasi penyakit seperti yang telah disebutkan di atas pula.

Saat Anda konsultasi ke dokter, maka dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan cara mengumpulkan keterangan dari penderita seperti gejala yang timbul dan faktor risiko yang dimiliki. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati bagian tubuh yang mengalami varises. Bila dicurigai terjadi komplikasi khusus, maka dokter barulah akan melakukan metoda khusus untuk pemeriksaannya.

Cara Mengobati Penyakit Varises


Untuk mengurangi gejala penyakit yang dirasakan serta menghindari terjadinya komplikasi maka Anda dapat mengobati varises ringan secara mandiri di rumah seperti:
  • Menjaga berat badan ideal dengan melakukan olahraga rutin sehingga sistem peredaran darah lebih lancar dan sehat.
  • Menghindari berdiri terlalu lama. 
  • Menggunakan stoking anti varises / bebas kompresi.
Namun bila sesuai diagnosis dokter varises sudah parah, maka dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pengobatan di rumah sakit seperti injeksi skleroterapi, radiofrekuensi, laser, dan bedah phlebectomy.

Nah itulah beberapa ulasan seputar penyakit varises, semoga Anda semakin paham dan mengenali penyakit yang ada di tubuh kita sendiri agar terhindar dari risiko komplikasi yang lebih parah.