Tampilkan postingan dengan label Perut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2015

Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
. 
penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

2. Infeksi Saluran Kemih
Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

4. Infeksi Ginjal
Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

5. Gangguan Pada Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

6. Diabetes
Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

7. Stroke
Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

8. Divertikulitis
Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

9. Kehamilan
Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

Faktor Psikologis


Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.

Rabu, 16 September 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

Pernahkah Anda mengalami sakit ulu hati? Atau pernahkah Anda merasa sakit di bagian tengah atas perut yang kadang disertai dengan rasa mual dan kembung. Apa sih sebetulnya sakit ulu hati? Terus apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi sakit di ulu hati? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya berikut ini…

Apa Itu Sakit Ulu Hati?


Daerah ulu hati atau disebut juga epigastrium dalam ilmu medis berada di atas pusar, bawah tulang dada, dan di antara tulang rusuk. Tanda-tanda sakit di ulu hati meliputi rasa mual, perut kembung, diiringi sendawa, rasa lapar, kram perut, muntah. Rasa sakit kemudian menjalar ke atas dada atau punggung. Bila dibiarkan, akan terjadi penurunan berat badan pada penderitanya. 
penyebab sakit di ulu hati, penyakit ulu hati, cara mengobati sakit ulu hati
image credit: healthtap.com

Penyebab Sakit di Ulu Hati


Rasa sakit di ulu hati jangan dibiarkan begitu saja, karena bisa jadi menjadi tanda-tandi penyakit serius lainnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit di ulu hati yang patut Anda waspadai:

Tukak Peptik

Tukak peptik yaitu penyakit karena adanya luka pada lapisan dinding lambung atau usus kecil seringkali disebut sebagai penyebab sakit di ulu hati paling umum. Tukak peptik terjadi bila ada zat asam yang mengenai luka di lambung sehingga terasa menyakitkan dan mungkin timbul pendarahan. Sejatinya memang suasana di lambung adalah asam, namun bila asam itu terlalu berlebih malah akan merusak dinding lambung misalnya karena penggunaan obat-obatan bersifat asam (seperti aspirin / asetil salisilat, ibuprofen, ketoprofen, suplemen kalium, dll) atau karena infeksi bakteri.

Penyebab sakit di ulu hati kemungkinan besar adalah sakit tukak lambung bila terjadi pula rasa sakit dari area pusar hingga dada, rasa sakit semakin parah saat perut kosong dan di malam hari, rasa nyeri dapat saja hilang namun kembali lagi pada hitungan hari atau hitungan minggu. Pada sebagian kecil kasus, kadang tukak peptic ditandai juga dengan muntah darah, buang air besar (BAB) berdarah, mual, hilangnya selera makan, dan penurunan berat badan.

Penyakit Kantong Empedu

Penyebab sakit di ulu hati berikutnya adalah karena ada penyakit kantong empedu. Kantong empedu adalah sebuah kantong kecil yang berada di bawah hati yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu untuk membantu hati dalam mencerna lemak. Sakit kantong empedu ditandai juga dengan rasa sakit perut yang terjadi secara konstan, diiringi dengan mual, muntah, demam, tubuh gemetaran, nyeri dada, dan perubahan warna kotoran / tinja.

Pankreatitis

Pankreatitis adalany terjadinya radang pada pankreas yaitu organ tubuh penghasil enzim untuk proses pencernaan dan penghasil hormon untuk mengatur kadar gula. Pakreatitis mungkin saja menjadi penyebab sakit di ulu hati bila Anda merasakan rasa sakit akut yang terasa hingga punggung dan disertai dengan muntah.

Anda pun dapat melihat perubahan warna di sekitar pusar / panggul, perut terasa kaku, dan rasa sakit kian parah seusai makan. Pankreatitis kronis juga ditandai dengan kotoran yang berbau tidak biasa dan berminyak, serta terjadi penurunan berat badan.

Sindrom Iritasi Usus

Penyebab sakit di ulu hati lainnya adalah sindrom iritasi usus. Penyakit ini pun ditandai dengan kram, perut kembung, buang gas, juga terjadi perubahan frekuensi BAB. Iritasi usus dapat terjadi karena otot dinding usus saat membawa makanan bergerak lebih kuat dan lama.

Sebetulnya penyebab pasti penyakit ini belum dapat dipastikan, namun dari hasil pengamatan oleh para peneliti, risiko tinggi terjadi pada wanita, orang yang berumur 45 tahun ke bawah, memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini, penderita gangguan kesehatan mental, sering cemas, dan depresi.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi / penyakit yang disebabkan oleh penyakit tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik pada ibu hamil. Bila dibiarkan kondisi ini mampu merusak organ tubuh, umumnya menyerang ginjal. Penyebab sakit di ulu hati ini biasanya diiringi dengan muntah muntah bila kondisinya sudah parah.

Kanker Lambung

Rasa sakit di ulu hati harus diwaspadai karena bisa saja penyebab sakit di ulu hati tsb adalah kanker lambung. Kanker lambung memang dapat disebabkan oleh beberapa faktor namun bila Anda pria, berusia 55 tahun ke atas, perokok, sering mengkonsumsi makanan bergaram tinggi, atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama maka Anda memiliki faktor risiko yang tinggi. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya muntah dan penurunan berat badan.

Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati


Setelah Anda mengetahui beberapa penyebab sakit di ulu hati, maka sekarang saatnya Anda mengetahui cara mengatasi sakit di ulu hati tsb.

Cara mengatasi sakit di ulu hati dibedakan menjadi 2 yaitu bila gejala yang dirasa tidak parah dan parah.

Untuk mengatasi rasa sakit di ulu hati yang tidak parah yaitu hanya terasa / terjadi 1-2 kali maka dapat Anda atasi sendiri di rumah dengan mudah yaitu:
  • Mengonsumsi obat antasida yang biasanya dijual bebas di pasaran. Antasida dapat membantu menetralkan asam lambung sehingga mengurangi rasa sakit. Antasida yang dijual di pasaran biasanya dikombinasi dengan anti flatulen untuk mengatasi perut kembung. Bacalah aturan pakai penggunaan yang tercantum di tiap kemasan.
  • Hindari mengkonsumsi makanan / minuman penyebab sakit di ulu hati seperti kafein, minuman beralkohol, minuman bersoda, makanan pedas, dan makanan lainnya yang dapat mengiritasi perut.
Untuk mengatasi sakit di ulu hati bila gejala yang dirasakan cukup parah atau selama 2 hari gejala tidak mereda atau atau bahkan semakin parah seperti diiringi demam, muntah, lemas, sulit bernapas, pembengkakan pada perut, darah pada kotoran, dsb maka segeralah konsultasikan atau periksakan diri pada dokter kepercayaan Anda.