Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita, Pencegahan dan Penangananya

Serangan jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang harus ditangani secepatnya agar tidak membahayakan nyawa pasien. Untuk itu Anda perlu mengenali ciri-ciri / tanda serangan jantung agar Anda dapat segera mengenali dan mendapatkan penanganan yang cepat.

Namun masalahnya tanda serangan jantung pada wanita tidaklah sama dengan tanda serangan jantung pada pria seperti sakit pada dada yang kemudian menyebar ke salah satu tangan. Gejala serangan jantung pada wanita seringkali muncul tidak disadari. Dan perlu Anda ketahui bahwa penyakit jantung masih merupakan penyebab kematian pertama pada wanita di Amerika Serikat.

tanda serangan jantung pada wanita
image credit: gospelherald.com

Tanda Serangan Jantung Pada Wanita


Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serangan jantung pada wanita yang mungkin terjadi:

1. Nyeri Dada atau Rasa Tidak Nyaman di Dada
Sakit dada adalah tanda serangan jantung yang umum terjadi, namun pada beberapa wanita, tanda tsb dapat berbeda dari pria. Gejala serangan jantung tsb dapat berupa rasa sesak, sempit, tertekan namun rasa nyeri tsb tidak hanya di dada kiri saja namun dapat terjadi di bagian manapun.

2. Nyeri di Lengan, Punggung, Leher, atau Rahang
Tanda serangan jantung tsb lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Ini mungkin saja membingungkan para wanita karena merasa tidak merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan. Rasa nyeri tsb dapat terasa bertahap atau tiba-tiba, dapat muncul kemudian menghilang. Jika Anda tidur maka Anda dapat terbangun karena nyeri tsb.

3. Nyeri di Perut
Banyak orang yang sering keliru menafsirkan nyeri di perut bukan sebagai tanda serangan jantung pada wanita dan menganggapnya sebagai tanda sakit lambung, begah, atau flu. Wanita pun dapat merasakan nyeri di perut yang sangat parah.

4. Sesak Nafas, Mual, Keleyengan
Tanda serangan jantung pada wanita berikutnya adalah sesak nafas, mual, dan merasa “keleyengan” (pusing, serasa melayang). Jika Anda merasa kesulitan bernafas tanpa ada alasan yang jelas seperti halnya setelah melakukan aktivitas fisik padahal Anda hanya diam maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

5. Berkeringat
Berkeringat dingin adalah tanda serangan jantung pada wanita yang umum terjadi. Jika Anda sering berkeringat seperti halnya terjadi saat Anda stress atau melakukan aktivitas fisik atau diam di udara yang panas padahal tanpa sebab yang jelas, Anda patut hati-hati.
6. Lelah
Beberapa wanita yang mengalami serangan jantung sering merasa kelelahan walaupun dia hanya duduk atau tanpa bergerak sama sekali. Kelelahan semacam ini dapat menjadi tanda serangan jantung pada wanita.

Perlu Anda ketahui, tidak semua orang akan mengalami tanda serangan jantung pada wanita di atas. Namun bila Anda mengalami salah satu gejala penyakit jantung di atas sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk menghindari risiko yang lebih parah.

Cara Mencegah Serangan Jantung


Tiada yang lebih mudah selain melakukan pencegahan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah serangan jantung:

1. Periksakan Kesehatan Jantung Anda
Cara mencegah serangan jantung yang pertama adalah memeriksakan kesehatan jantung Anda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko terjadinya penyakit jantung dan risiko terjadinya serangan jantung.

2. Berhenti Merokok
Tahukah Anda bahwa berhenti merokok dapat menurunkan risisko penyakit jantung coroner sebanyak 50%? Lakukan cara yang sama untuk mencegah serangan jantung.

3. Mulailah Olahraga
Cara mencegah serangan jantung berikutnya adalah dengan olahraga secara teratur. Lakukan olahraga setiap hari misalnya dengan berjalan kaki 30 menit setiap hari mampu menurunkan risiko serangan jantung dan terjadinya stroke.

4. Ubah Pola Makan Anda
Bila diperlukan, ubah kebiasaan pola maka Anda dan keluarga Anda untuk mencegah serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Perbanyak makan sayuran, buah-buahan, gandum, dan menghindari makanan yang berlemak. Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya aliran darah ke jantung karena plak yang dibentuk oleh kolesterol.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Mendapat Tanda Serangan Jantung?


Saat Anda merasakan salah satu tanda serangan jantung di atas, segeralah menuju klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Walaupun ternyata akhirnya Anda tidak terkena serangan jantung namun setidaknya Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kematian.

Mintalah bantuan orang lain atau orang terdekat dengan Anda untuk menemani Anda ke rumah sakit saat terjadi tanda serangan jantung.

Henti jantung dapat saja terjadi pada seseorang sebagai komplikasi penyakit jantung. Tanda serangan jantung dengan henti jantung seperti ini dapat berupa tidak bernapas, tidak bergerak, atau tidak bereaksi terhadap sentuhan kita.

Saat keluarga atau orang yang ada didekat Anda mengalami tanda serangan jantung dengan henti jantung sebaiknya Anda segera memanggil ambulans. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk menangani henti jantung adalah cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru (RJP).

Cara melakukan CPR / RJP adalah dengan meletakkan tumit tangan Anda pada tulang dada tepat pada bagian tengah dada. Letakkan tangan yang satu lagi di atasnya dan kaitkan jari-jari kedua tangan. Gunakan berat tubuh untuk menekan dada sedalam 5-6 cm. Ulangi teknik ini hingga ambulans tiba di lokasi.

Teknik CPR / RJP ini sebetulnya mudah dilakukan, namun bila Anda tidak yakin cara melakukannya sebaiknya tunggu orang yang ahli saja untuk melakukannya.

Sebuah video yang menarik yang saya ambil dari youtube, yang mengisahkan bagaimana seorang ibu yang berusaha menjaga anak-anaknya dan menyiapkan seluruh kebutuhan keluarganya ternyata mendapatkan tanda serangan jantung.



Itulah sekilas informasi mengenai tanda serangan jantung pada wanita, cara mencegah serangan jantung dan cara menangani serangan jantung. Semoga bermanfaat …

Minggu, 10 Januari 2016

Penyebab, Gejala, Mencegah, dan Cara Mengatasi Demam Berdarah

Musim penghujan tiba, itu artinya Anda harus hati-hati dengan penyakit demam berdarah. Bila Anda saksikan di TV sekarang ini, jenis penyakit ini memang sedang mewabah di daerah tertentu. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini memang belum memiliki sistem pengobatan khusus, namun bila Anda telat sedikit saja dalam penanganannya maka tak mungkin penyakit ini dapat mematikan. Agar Anda dapat terhindar dari penyakit ini atau terhindar dari risiko yang lebih berbahaya, sebaiknya Anda mengenali penyebab, gejala, cara mencegah, dan mengatasi demam berdarah.

Demam berdarah atau DBD (dengue fever) adalah suatu penyakit yang membuat penderitanya akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa, seolah-olah terasa sakit hingga ke tulang, yang disertai dengan demam dan pendarahan baik di kulit maupun bagian tubuh lainnya.

Penyebab Demam Berdarah


Penyebab penyakit demam berdarah / DBD adalah virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jadi jenis penyakit ini tak akan menulari orang lain bila orang tsb tidak tergigit nyamuk yang membawa virus tsb.

penyebab demam berdarah
Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk aedes aegypti biasanya senang sekali hidup di daerah yang berpenduduk tinggi dengan iklim hangat namun lembap dan terdapat banyak genangan air. Itulah sebabnya kenapa Indonesia rentan sekali dengan penyebab demam berdarah ini.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis nyamuk aedes aegypti dapat menggigit manusia kapan pun dia mau, baik siang maupun malam hari. Jadi Anda tetap harus ekstra hati-hati agar tubuh Anda tidak tergigit nyamuk.

Virus dengue penyebab demam berdarah, saat ini memiliki 4 strain / tipe yaitu DEN1, 2, 3, dan DEN4. Saat Anda terjangkit penyakit DBD karena salah satu tipe virus dengue maka secara alamiah, tubuh Anda akan membentuk kekebalan / antibody terhadap tipe virus tsb namun ini bukan berarti Anda akan aman dari serangan DBD berikutnya karena bila virus tipe lain yang menjangkiti Anda maka Anda pun akan terserang penyakit DBD lagi bahkan kondisi yang diakibatkan malah menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya. 

Gejala Demam Berdarah


Gejala demam berdarah tak akan terlihat sesaat setelah Anda digigit nyamuk pembawa virus penyebab DBD namun virus tsb memerlukan waktu inkubasi di tubuh Anda terlebih dahulu. Waktu inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh virus untuk tumbuh dengan baik di tubuh Anda, dan masa inkubasi virus dengue adalah sekitar 4-7 hari. Bila dalam Bahasa awamnya, virus tsb memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang dan siap menyerang tubuh Anda.

gejala demam berdarah
image source: lloydhealthcare.org


Gejala demam berdarah baru akan terlihat dalam waktu 3-14 hari setelah masa inkubasi tsb yang biasanya ditandari dengan demam tinggi hingga 41 der C.

Berikut ini adalah gejala / tanda-tanda demam berdarah yang biasanya muncul:
  • Tubuh menggigil / demam
  • Sakit kepala parah 
  • Munculnya bintik-bintik merah pada kulit, wajah tampak kemerahan 
  • Sakit tenggorokan (Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Yang Perlu Diketahui)
  • Hilang nafsu makan 
  • Nyeri pada perut dan mual-mual 
  • Nyeri hebat pada otot-otot punggung bawah, lengan, hingga kaki termasuk tulang dan sendi 
  • Rasa sakit bagian belakang mata 
  • Pendarahan yang tidak wajar, seperti mimisan, gusi berdarah, atau adanya darah pada air seni
Gejala demam berdarah tsb biasanya akan mereda dalam beberapa minggu bila penyakit ini segera ditangani. Namun untuk pemulihan, biasanya diperlukan waktu beberapa minggu.

Penyakit Lain Yang Menyertai Demam Berdarah


Penyakit DBD yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat membahayakan nyawa pasien. Walaupun hanya terjadi pada sedikit kasus, penyakit DBD dapat berkembang menjadi lebih serius dengan gejala yang lebih parah seperti “dengue shock syndrome” yaitu demam berdarah yang disertai dengan penurunan tekanan darah secara drastis dan mendadak. 
Baca juga: Tekanan Darah Normal, Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui

Berikut ini adalah gejala demam berdarah yang parah / berat:
  • Lelah dan lemas.
  • Demam sering naik turun. 
  • Nyeri pada perut secara berkelanjutan, sering mual dan muntah. 
  • Pendarahan dari hidung, pada muntahan, air seni, atau tinja. 
  • Pembengkakan pada organ hati yang dapat terlihat dari luar tubuh dan terasa sakit bila disentuh.

Kapan Waktu Yang Tepat Memeriksakan Diri ke Dokter?


Bila Anda mendapati gejala demam berdarah pada diri Anda atau keluarga Anda, jangan tunggu lagi, segeralah periksakan diri Anda atau keluarga Anda ke dokter kepercayaan Anda karena pemeriksaan dan penanganan yang cepat dan tepat akan mengurangi terjadinya risiko penyakit yang lebih parah.

Memeriksakan diri ke dokter pun sebaiknya dilakukan saat Anda mengalami gejala seperti flu atau demam yang tak kunjung membaik lebih dari 1 minggu.

Untuk memastikan apakah Anda benar terkena penyakit DBD atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui keberadaan virus dengue juga untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda secara umum lainnya.

Cara Mengatasi Demam Berdarah


Perlu Anda ketahui, penderita penyakit DBD di Indonesia termasuk yang kedua terbesar di dunia dan paling tinggi di Asia Tenggara. Oleh karena ini siapa saja yang ada di Indonesia, akan sangat mudah sekali terkena wabah demam berdarah ini. Untuk itu perlu peran serta dari masyarakat sendiri dan pemerintah dalam bekerja sama untuk memerangi wabah ini dan mengatasi demam berdarah.

Namun masalahnya, sampai sekarang belum ada obat-obatan yang khusus untuk mengobati penyakit demam berdarah ini. Sampai saat ini untuk mengatasi demam berdarah hanya sebatas menangani / meredakan gejala yang timbul.

Berikut ini adalah cara mengatasi demam berdarah yang sangat disarankan, yaitu:
  • Perbanyak istirahat
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi 
  • Minum obat penghilang nyeri dan penurun demam (analgetik dan antipiretik) seperti parasetamol. Namun ingat jangan gunakan ibuprofen atau aspirin karena kedua jenis obat ini dapat memicu terjadinya pendarahan pada penderita demam berdarah. Jenis obat-obatan ini biasanya dijual bebas di apotek maupun toko obat. 
  • Bila gejala demam berdarah seperti nyeri, sakit kepala, dan demam tidak mereda atau tidak kunjung hilang dalam waktu 3-5 hari maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit DBD Anda sudah tergolong parah maka cara mengatasi demam berdarah berikut ini yang biasanya akan dilakukan pada pasien:
  • Rawat inap di rumah sakit untuk lebih memudahkan perawatan dan pemantauan kondisi pasien.
  • Pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi dan menstabilkan tekanan darah. 
  • Pemantauan tekanan darah. 
  • Transfusi darah untuk mengganti kekurangan darah.

Cara Mencegah Penyakit Demam Berdarah


Untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya ada vaksin, namun untuk DBD belum ada vaksin yang berhasil dikembangkan dengan baik untuk mencegah penyakit DBD.

Oleh karena itu cara terbaik mencegah demam berdarah adalah dengan mencegah digigitnya tubuh kita oleh nyamuk aedes aegypti tsb.

Berikut ini adalah beberapa cara menghindari gigitan nyamuk penyebab DBD untuk mencegah demam berdarah yang dapat Anda lakukan mulai sekarang di rumah Anda:
  • Tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan Anda misalnya dengan menggunakan langkah 3 M (menguras, menimbun, dan membakar) tempat-tempat yang mudah digenangi air dan menjadi tempat hidup si nyamuk aedes. Anda dapat melakukan pembersihan tempat-tempat penampungan air secara berkala untuk mencegah timbulnya jentik-jentik nyamuk. Anda pun dapat menggunakan serbuk abate yang biasanya diedarkan oleh tiap RT / RW untuk membasmi jentik-jentik tsb.
  • Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda untuk mencegah masuknya nyamuk dari luar. 
  • Tidur menggunakan kelambu. 
  • Menggunakan pakaian yang dapat melindungi Anda dari gigitan nyamuk terutama saat Anda beraktivitas di luar rumah.
  • Memakai anti nyamuk, seperti losion atau anti nyamuk lainnya. 
  • Melakukan fogging / pengasapan pada sarang-sarang nyamuk, biasanya dikelolah oleh tiap RT / RW setempat.
Bila Anda lebih menyukai cara alami untuk menghindari gigitan nyamuk untuk mencegah demam berdarah, silahkan baca Cara Praktis Menghindari Gigitan Nyamuk Secara Alami.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab demam berdarah, gejala demam berdarah, cara mencegah demam berdarah, dan cara mengatasi demam berdarah yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ...

Jika artikel dari Dunia Kesehatan ini dirasa bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya pada teman atau kerabat Anda sehingga semakin banyak orang yang terhindar dari penyakit DBD ini.

Referensi: webmd.com, alodokter.com 

Jumat, 08 Januari 2016

Penyebab, Cara Mencegah, dan Cara Mengatasi Bau Mulut

Seperti halnya bau badan, memiliki bau mulut pun dapat menurunkan rasa percaya diri dan mengganggu kenyamanan orang lain. Biasanya bau mulut terjadi karena kurangnya kebersihan di area gigi dan mulut namun dapat juga menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lainnya. Untuk lebih jelasnya silahkan disimak penjelasan seputar penyebab, cara mencegah, dan cara mengatasi bau mulut yang perlu Anda ketahui.

cara mencegah bau mulut dan cara mengatasi bau mulut
image credit: blog.dentalplans.com

Penyebab Bau Mulut


Bau mulut dalam Bahasa kedokteran halitosis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berikut ini:

1. Faktor Makanan
Makanan yang berbau tajam seperti bawang merah, bawang putih, petai, jengkol dapat menjadi penyebab bau mulut. Bau tsb tidak akan hilang dengan sempurna walaupun Anda telah menggosok gigi atau bahkan menggunakan cairan pembersih mulut (mouthwash) sampai makanan tsb benar-benar hilang dari tubuh Anda.

2. Faktor Kebersihan Mulut dan Gigi
Penyebab bau mulut berikutnya adalah tidak terjaganya kebersihan mulut dan gigi seperti menggosok gigi tidak dilakukan secara rutin. Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi dapat memicu pertumbuhan bakteri di antara gigi, gusi, dan di atas lidah. Apalagi sampai gigi Anda berlubang dan terisi makanan yang sulit dibersihkan.

3. Merokok
Merokok atau mengunyah produk berbahan tembakau juga dapat menjadi penyebab bau mulut. Selain itu dapat juga menyebabkan noda pada gigi, menurunkan kemampuan lidah Anda untuk merasakan makanan, dan mengiritasi gusi Anda. Selain itu merokok dapat pula mengiritasi saluran pernapasan.
 
Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Yang Perlu Diketahui

4. Gangguan Kesehatan
Penyebab bau mulut mungkin saja tanda dari adanya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya, seperti:
  • Penyakit gusi (periodontal) merupakan penyakit yang disebabkan oleh menumpuknya plak gigi dan bakteri yang ada di plak tsb dapat menghasilkan racun yang dapat mengiritasi gusi. Bila penyebab bau mulut ini dibiarkan maka dapat merusak gusi dan tulang rahang.
  • Penyakit karies gigi atau gigi berlubang. 
  • Sariawan / infeksi mulut yang disebabkan jamur. 
  • Kondisi mulut kering / xerostomia. Air ludah berfungsi untuk melembapkan mulut, menetralisir asam yang diproduksi oleh plak gigi, dan membersihkan sel mati yang terakumulasi di lidah, gusi, dan pipi. Saat air ludah tidak mencukupi maka sisa-sisa tsb dapat terurai dan menjadi penyebab bau mulut. Kondisi mulut kering ini dapat disebabkan oleh gangguan pada kelenjar air ludah, bernafas menggunakan mulut secara terus menerus, dan bisa jadi karena efek samping pengobatan.  
  • Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab bau mulut adalah infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronchitis, infeksi sinus / sinusitis kronik, diabetes, gangguan lambung, gangguan pada hati, atau gangguan pada ginjal.

Cara Mengurangi atau Cara Mencegah Bau Mulut


Setelah Anda mengetahui penyebab bau mulut, sekarang saatnya Anda mengetahui beberapa cara mudah mencegah bau mulut, yaitu:

1. Jagalah Kebersihan Mulut dan Gigi
Berikut ini adalah beberapa praktek yang dapat Anda lakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi sekaligus mencegah bau mulut yang tak sedap:
  • Sikatlah gigi setidaknya 2 kali sehari atau setiap kali selesai makan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk menghilangkan sisa makanan dan plak penyebab bau mulut.
  • Jangan lupa untuk menyikat lidah. 
  • Bersihkan sisa makanan atau plak di sela gigi menggunakan benang / dental floss sehari sekali. 
  • Gantilah sikat gigi setiap 2-3 bulan sekali. 
  • Bila diperlukan, Anda pun dapat berkumur menggunakan cairan pembersih mulut (mouthwash) 2 kali sehari. 
  • Lepaslah gigi palsu sebelum Anda tidur dan bersihkanlah sebelum dipasang kembali di mulut Anda pada keesokan harinya.

2. Periksakan Kesehatan Gigi Secara Rutin
Bila Anda ingin mencegah bau mulut dan ingin kesehatan gigi Anda tetap terjaga, jangan lupa untuk memeriksakan gigi Anda ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali. Dengan pemeriksaan ini maka dapat diketahui sejak dini bila terjadi penyakit periodontal, mulut kering atau gangguan kesehatan lainnya penyebab bau mulut.

3. Berhentilah Merokok
Cara mencegah bau mulut berikutnya adalah dengan berhenti merokok atau berhenti menggunakan semua produk yang terbuat dari tembakau.

4. Perbanyak Minum Air Putih
Dengan meminum banyak air putih maka akan terpenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda sekaligus menjaga mulut Anda tetap lembap dan mencegah bau mulut.

5. Mengunyah Permen Karet
Mengunyah permen karet atau mengulum permen juga dapat menstimulasi produksi air liur sehingga dapat mencegah bau mulut. Namun ingat, makanlah permen yang mengandung xylitol dan tidak mengandung banyak gula.

6. Hindarilah Makanan dan Obat Penyebab Bau Mulut
Hindarilah makanan beraroma kuat seperti bawang, petai, jengkol. Anda mungkin tidak tahu secara pasti makanan atau obat aba yang dapat menjadi penyebab bau mulut dan mulut kering, namun hal ini dapat disiasati dengan selalu membuat catatan makanan atau obat yang Anda konsumsi dan perhatikan apakah bahan tsb menyebabkan mulut Anda bau. Hindarilah makanan atau obat tsb untuk mencegah bau mulut, namun bila tidak memungkinkan cobalah konsultasikan ke dokter gigi Anda.

7. Perbanyak Konsumsi Buah-Buahan
Kandungan air dalam buah-buahan yang tinggi dapat mencegah mulut kering dan mencegah bau mulut. Selain itu kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah pun dapat mencegah sariawan penyebab bau mulut.

Cara Mengatasi / Menghilangkan Bau Mulut


Untuk mengatasi bau mulut yang sekarang terjadi maka Anda perlu mengetahui dulu penyebab bau mulut Anda. Bila Anda tidak dapat menemukan penyebabnya maka sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa kesehatan gigi dan mulut Anda. Bila penyebab bau mulut tsb bukan dari gigi dan mulut Anda maka dokter gigi akan menyarankan Anda untuk memeriksakan kesehatan Anda ke dokter umum.

Selain menggunakan cara pencegahan bau mulut seperti yang telah diuraikan di atas, bila Anda sekarang mengalami bau mulut maka Anda dapat menggunakan “antiseptic mouthwash” yang banyak beredar di pasaran untuk menghilangkan bakteri penyebab bau mulut sehingga napas Anda segar kembali.

Bila Anda lebih menyukai cara mengatasi bau mulut secara alami, Anda dapat mencoba dengan berkumur menggunakan air rebusan sirih yang dicampur garam. Resep tradisional ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Kandungan antiseptic di dalam sirih dan garam mampu menghilangkan bakteri penyebab bau mulut.
 
Itulah beberapa informasi yang perlu Anda ketahui seputar penyebab bau mulut, cara mencegah bau mulut, dan cara mengatasi bau mulut yang tak sedap. Semoga bermanfaat ..
 
Bila artikel Dunia Kesehatan di atas dirasa bermanfaat, jangan sungkan untuk membagikannya melalui link sosmed di bawah ini ...

Referensi: webmd.com

Rabu, 06 Januari 2016

Penyebab Keringat Berlebih Apakah Penyakit Serius? Hati-Hati!

Apakah Anda sering berkeringat tanpa ada aktivitas yang berarti? Atau apakah telapak tangan Anda sering basah? Bila iya, bisa jadi Anda berkeringat berlebihan. Berkeringat adalah sesuatu yang normal dan bagus bagi kesehatan, namun bila berlebihan .. hmm hati-hati ya karena penyebab keringat berlebih ini bisa jadi penyakit serius loh!

Berkeringat adalah suatu cara alami yang dilakukan tubuh untuk mendinginkan suhu tubuh. Saat Anda beraktivitas fisik, olahraga, stres, atau sedang cemas yang mengakibatkan suhu tubuh naik maka untuk menormalkan kembali suhu tubuh tsb diproduksilah keringat tentunya keringat yang dikeluarkan dalam jumlah normal. Lalu apa penyebab keringat berlebih?

Penyebab keringat berlebih memang dapat bermacam-macam dan biasanya lebih sering dialami oleh orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan.

Baca juga: 5 Cara Jitu Menghilangkan Bau Badan dan Ketiak Yang Menyengat

Terlalu banyak keringat seringkali mengganggu penampilan sehingga membuat seseorang sering merasa tak percaya diri. Namun lebih jauh dari itu, banyak orang yang tak menyadari bahwa penyebab keringat berlebih tanpa alasan yang jelas dapat menjadi pertanda penyakit serius yang memerlukan penanganan ekstra. 

penyebab keringat berlebih dan cara mengatasi keringat berlebihan
image credit: www.healthcare-online.org

Jenis-Jenis Keringat Berlebih


Sebelum membahas penyebab keringat berlebih, sebaiknya Anda ketahui 2 tipe / jenis keringat berlebih atau Bahasa kedokterannya hyperhidrosis yang dapat terjadi, yaitu:

1. Hiperhidrosis Lokal / Primer
Kondisi berkeringat berlebihan ini diderita oleh sebagian kecil manusia di muka bumi ini, yaitu sekitar 1-3% dari total populasi. Ciri-ciri hyperhidrosis primer adalah hanya daerah tertentu saja yang berkeringat berlebihan yaitu di wajah, kepala, tangan, atau ketiak. Anda tak perlu khawatir dengan penyebab keringat berlebih tipe ini karena kondisi ini biasanya terjadi karena tidak berfungsinya sistem saraf minor dan bukan merupakan gejala penyakit tertentu. Perlu Anda ketahui, kondisi ini dapat diturunkan ke anak Anda.

2. Hiperhidrosis Umum / Sekunder
Ciri-ciri berkeringat berlebihan tipe ini adalah umumnya terjadi di malam hari. Kondisi ini perlu diwaspadai karena penyebab keringat berlebih tipe ini adalah gangguan kesehatan.

Penyebab Keringat Berlebih Yang Perlu Anda Ketahui


Berikut ini adalah beberapa penyebab keringat berlebih yang mungkin terjadi pada Anda:

1. Kehamilan
Pada masa kehamilan, ibu hamil pada umumnya akan selalu merasa kepanasan dan lebih mudah berkeringat.

2. Penyakit
Beberapa gangguan kesehatan dapat menjadi penyebab keringat berlebihan seperti gangguan tiroid, menopause, diabetes, stroke, artritis rematoid, parkinson, penyakit infeksi (seperti HIV / AIDS, TBC / tuberkulosis), malaria, kanker (seperti limfoma dan leukemia), penyakit jantung (seperti gagal jantung, endocarditis atau infeksi dinding lapisan dalam jantung), gangguan kecemasan, dan kecanduan minuman keras. 


3. Obat-Obatan
Obat-obatan yang Anda konsumsi dapat juga menjadi penyebab keringat berlebih, seperti antibiotik, obat pengontrol tekanan darah, obat untuk mengatasi mulut kering, obat psikiatrik, dan sebagian suplemen.

Gejala / Tanda-Tanda Keringat Berlebih Yang Perlu Diwaspadai


Penyebab keringat berlebih belum tentu hal yang serius, namun bila Anda menemukan gejala seperti berikut ini, sebaiknya segeralah periksakan diri Anda ke dokter karena bisa jadi penyebab keringat berlebih dengan tanda berikut ini adalah penyakit serius:
  1. Berkeringat di malam hari misalnya Anda terbangun dengan keringat dingin atau Anda menemukan batal atau tempat tidur Anda basah / lembap karena keringat.
  2. Berkeringat di seluruh tubuh, tidak hanya di muka, kepala, ketiak, tangan, paha, atau kaki. 
  3. Berkeringat tidak simetris, artinya Anda hanya berkeringat di salah satu bagian tubuh saja, misalnya di salah satu ketiak. 
  4. Berkeringat secara tiba-tiba tanpa ada alasan jelas. 
  5. Jika Anda berkeringat berlebihan dimulai saat paruh baya atau di atasnya. 
  6. Berkeringat saat Anda mengkonsumsi obat baru. 
  7. Berkeringat yang disertai dengan gejala lain seperti lelah, sering haus, sering buang air kecil, batuk, atau insomnia (susah tidur). 

Cara Mengatasi Keringat Berlebih


Walaupun cara terbaik untuk mengatasi keringat berlebih adalah dengan menghentikan penyebab keringat berlebih tsb, namun beberapa cara berikut ini dapat mengendalikan produksi keringat sehingga Anda masih tetap dapat tampil percaya diri:
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat begitu pula gunakan sepatu yang nyaman yang memungkinkan sirkulasi udara. Bila memungkinkan gunakan alas kaki terbuka.
  • Antiprespiran yaitu kosmetik yang dijual di pasaran dalam bentuk “rol on” atau “spray” atau losion yang berfungsi untuk mengontrol / menurunkan produksi keringat. Biasanya produk ini digunakan diketiak atau dapat pula di kaki. 
  • Terapi khusus seperti pemberian obat-obatan untuk menghentikan kinerja kelenjar keringat, menyuntikkan botox untuk menghentikan saraf pemicu keringat untuk sementara, iontophoresis yaitu perawatan dengan listrik intensitas rendah untuk menghentikan kelenjar keringat sementara, atau bahkan operasi pada penderita hipertiroid untuk mematikan saraf di dada yang menyebabkan keringat berlebih, dapat saja dilakukan atas saran dari dokter kepercayaan Anda.
Itulah informasi seputar penyebab keringat berlebih yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat …
Bila Anda merasa artikel dari Dunia Kesehatan di atas bermanfaat, silahkan bagikan artikel tsb ke teman atau kerabat Anda melalui link sosmed di bawah ini ...
Referensi: webmd.com

Minggu, 03 Januari 2016

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan Yang Perlu Diketahui

Sakit tenggorokan biasanya datang menyertai penyakit batuk pilek yang datang menghampiri Anda. Namun sebetulnya sakit tenggorokan ini tak hanya berkaitan dengan pilek saja namun lebih parahnya karena ada infeksi atau mungkin gejala penyakit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengetahui penyebab sakit tenggorokan dan bagaimana cara mengatasi sakit tenggorokan tsb. 
 
cara mengatasi sakit tenggorokan
Ilustrasi Sakit Tenggorokan (image credit: homeremediestip.com)

Penyebab Sakit Tenggorokan Yang Perlu Anda Ketahui


Penyebab sakit tenggorokan yang umum terjadi adalah alergi, udara kering, perubahan cuaca, polusi, termasuk merokok.

Namun selain penyebab sakit tenggorokan yang umum tsb, sakit tenggorokan pun dapat disebabkan oleh aneka penyakit seperti berikut ini:

1. Pilek
Penyebab sakit tenggorokan yang paling umum terjadi adalah pilek. Biasanya disertai juga dengan gejala pilek lainnya seperti hidung berlendir / meler atau mampat dan batuk. Seperti halnya penyakit yang disebabkan oleh virus, sakit tenggorokan yang terjadi karena pilek pun akan segera membaik dalam hitungan hari.

2. Infeksi Tenggorokan / Strep Throat
Penyebab sakit tenggorokan berikutnya adalah terjadinya infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh kuman seperti bakteri streptococcus. Gejala yang terjadi berupa rasa gatal dan nyeri di tenggorokan. Bila Anda menderita penyakit ini, maka biasanya gejala yang Anda alami akan berlangsung lebih lama dan lebih parah.

Bila sakit tenggorokan Anda tidak kunjung sembuh dalam waktu 3 hari, Anda patut curiga sudah terkena penyakit strep throat ini dan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter karena bila dibiarkan terus menerus maka akan memicu terjadinya penyakit yang lebih serius seperti demam rematik yang dapat membahayakan katup jantung. Selain sakit tenggorokan, gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah demam, nyeri saat menelan, amandel memerah dengan bintik putih, dan kehilangan nafsu makan. 
 
Baca juga: Tanda dan Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui

Dengan perawatan yang tepat, penyakit strep throat penyebab sakit tenggorokan ini biasanya akan sembuh dalam kurun waktu 10 hari.

3. Tonsilitis
Tonsilitis adalah infeksi / radang amandel (yaitu jaringan yang terletak di bagian belakang tenggorokan). Selain sakit tenggorokan biasanya disertai juga dengan pembengkakan amandel dengan bintik kuning atau putih, demam, suara berubah, nyeri saat menelan, bau napas, dan pembengkakan kelenjar limfa di leher.

Bila Anda curiga penyebab sakit tenggorokan Anda adalah tonsillitis maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. 


Cara Mudah Mengatasi Sakit Tenggorokan


Berikut ini adalah beberapa cara mudah mengatasi sakit tenggorokan yang dapat Anda coba di rumah:
  • Perbanyak minum minuman hangat. Tenggorokan yang sakit dapat pula disebabkan oleh kurangnya cairan.
  • Berkumur dengan air garam hangat, bila diperlukan Anda pun dapat menggunakan obat kumur yang banyak dijual di pasaran. Garam dan obat kumur memiliki sifat antiseptic yang dapat membunuh kuman yang ada di tenggorokan. 
  • Hindari memakan makanan yang tajam seperti makanan pedas, makanan renyah, gorengan atau makanan berminyak, makanan terlalu manis, minuman dingin, atau makanan terlalu asin. 
  • Perbanyak istirahat. 
  • Hindari kontak air liur dengan penderita.
Cara mengatasi sakit tenggorokan di atas sangat efektif untuk menghilangkan sakit karena penyebab umum yang telah diuraikan di atas termasuk sakit tenggorokan karena pilek.

Sementara untuk mengatasi sakit tenggorokan karena penyakit strep throat atau tonsillitis yang disebabkan oleh bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter karena antibiotic termasuk obat yang harus diresepkan oleh dokter.

Bila penyebab sakit tenggorokan karena tonsillitis dan terjadi berulang, mungkin dokter akan menyarankan operasi pengangkatan amandel sebagai cara mengatasi sakit tenggorokan dan infeksi amandel tsb.

Itulah beberapa informasi mengenai penyebab sakit tenggorokan dan cara mengatasi sakit tenggorokan yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ...

Bila dirasa informasi dari Dunia Kesehatan ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikan informasi ini pada teman atau kerabat Anda menggunakan tombol sosial media di bawah ini. 
 
Referensi: webmd.com

Sabtu, 26 Desember 2015

Tanda dan Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui

Ada banyak jenis penyakit jantung yang umum diderita oleh masyarakat sekarang ini yang memerlukan penanganan yang berbeda pula. Namun dari semua jenis penyakit jantung tsb, baik penyakit jantung coroner, gagal jantung, ataupun serangan jantung memberikan gejala yang mirip. Dengan mengetahui tanda atau ciri-ciri penyakit jantung ini diharapkan Anda dapat lebih mawas diri sehingga mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Gejala / Ciri-Ciri Penyakit Jantung Yang Perlu Anda Ketahui


ciri-ciri penyakit jantung
image credit: www.health.harvard.edu

1. Tanda Sakit Jantung Koroner

Ciri-ciri penyakit jantung coroner yang umum adalah angina atau rasa sakit di dada. Apa itu angina? Angina adalah sebuah kondisi atau rasa tidak nyaman, sesak, panas, dan sakit di daerah dada yang kemudian rasa tsb biasanya menyebar ke bahu, tangan, leher, tenggorokan, rahang, atau bahkan ke punggung.

Ciri-ciri penyakit jantung coroner lainnya adalah sesak nafas, palpitasi (yaitu detak jantung yang tidak normal, seperti merasa deg-degan), detak jantung yang cepat, lemas, pusing, mual, dan berkeringat.
Baca juga: Penyebab Sering Sesak Nafas Mungkinkah Penyakit Berbahaya?

2. Tanda Serangan Jantung

Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
  • Rasa tak nyaman, tertekan, berat, atau sakit di bagian dada, lengan, atau di bawah tulang dada.
  • Rasa tak nyaman yang menyebar ke lengan, rahang, tenggorokan, atau punggung. 
  • Rasa begah atau perasaan tersedak (mungkin terasa seperti heartburn atau rasa panas di perut). 
  • Berkeringat, mual, muntah, pusing. 
  • Lemas, gelisah, atau sesak nafas. 
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan.
Gejala / tanda sakit jantung tsb dapat terjadi selama 30 menit atau lebih dan tidak dapat hilang dengan cara istirahat atau pemberian obat secara oral. Ciri-ciri penyakit jantung ini dapat muncul pertama kali sebagai rasa tidak nyaman yang kemudian berkembang menjadi rasa sakit.

Bila Anda merasa mendapatkan tanda sakit jantung tsb atau gejala serangan jantung, jangan menunggu lama, segera hubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat sehingga tidak terjadi kerusakan jantung yang lebih parah.

Masalahnya tidak semua orang dapat merasakan gejala serangan jantung tsb karena pada sebagian orang, serangan jantung datang secara tiba-tiba tanpa gejala apapun yang kemudian dikenal sebagai “silentmyocardial infarction atau serangan jantung diam-diam. Serangan jantung tipe ini lebih sering diderita oleh orang-orang yang menderita penyakit diabetes.

3. Tanda Sakit Jantung Aritmia

Aritmia (arrhythmias) biasa diartikan sebagai penyakit jantung karena ritme jantung yang tidak beraturan. Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
  • Palpitasi (perasaan jantung tidak berdetak, dag dig dug, atau detak jantung yang cepat namun teratur)
  • Dada berdenyut. 
  • Pusing atau perasaan melayang, pingsan, sesak nafas. 
  • Rasa tak nyaman di dada, lemas dan merasa sangat lelah. 

    4. Tanda Sakit Jantung “Atrial Fibrillation”

    Atrial fibrillation merupakan jenis sakit jantung aritmia. Pada umumnya, penderita akan mengalami ciri-ciri penyakit jantung sbb:
    • Palpitasi jantung (dada berdenyut tiba-tiba, detak jantung yang cepat namun teratur, atau jantung berdegup kencang seperti telah melakukan aktivitas fisik).
    • Lemas, pusing (rasa mau pingsan atau melayang). 
    • Rasa tidak nyaman di dada, sesak nafas. 
    • Beberapa penderita atrial fibrillation tidak merasakan ciri-ciri penyakit jantung. 

      5. Tanda Penyakit Katup Jantung

      Ciri-ciri penyakit jantung ini meliputi:
      • Sesak nafas saat melakukan aktivitas normal atau saat Anda dalam posisi tiduran.
      • Lemas, pusing, rasa tidak nyaman di dada seperti merasa tertekan atau berat di dada saat beraktivitas di udara dingin. 
      • Palpitasi (seperti detak jantung yang cepat, detak jantung tak beraturan, jantung kadang tidak berdetak).
      Jika penyakit katup jantung ini menyebabkan gagal jantung, maka gejala / tanda sakit jantung pun meliputi berikut ini:
      • Pembengkakan pada pergelangan atau kaki, pembengkakan pun dapat terjadi di daerah perut yang akan membuat Anda merasa kembung.
      • Kenaikan berat badan yang cepat (mungkin sampai 1-1,5 kg per hari).
      Tanda sakit jantung seperti yang telah disebutkan di atas tidak selalu berkaitan dengan parahnya kondisi penyakit. Kadang penderita tidak mendapati ciri-ciri penyakit jantung sama sekali namun ternyata kondisinya sangat parah dan memerlukan penanganan secepatnya. Atau penderita bisa saja mengalami gejala yang parah namun ternyata setelah dilakukan pengujian menunjukan kondisi yang biasa saja.
      Baca juga: Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mudah Mengatasi Pembengkakan Kaki
       

      6. Tanda Sakit Gagal Jantung

      Penyakit jantung lainnya yang mungkin terjadi adalah gagal jantung yaitu suatu kondisi dimana jantung tak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik atau normal. Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung yang mungkin dialami oleh penderita gagal jantung:
      • Sesak nafas, pada umumnya terjadi saat Anda istirahat atau terbaring di tempat tidur.
      • Batuk dengan dahak berwarna putih. 
      • Peningkatan berat badan yang cepat (mungkin mencapai 1-1,5 kg per hari). 
      • Pembengkakan di pergelangan, kaki, dan perut. 
      • Pusing, lelah, dan lemas. 
      • Detak jantung cepat dan tidak beraturan. 
      • Mual, palpitasi, dan sakit dada.
      Seperti halnya sakit katup jantung, ciri-ciri penyakit gagal jantung ini mungkin tidak berkaitan dengan seberapa parahnya kondisi jantung Anda. Anda dapat saja tak mengalami gejala sama sekali namun jantung Anda sudah rusak atau Anda mengalami tanda sakit jantung namun ternyata kondisi jantung Anda hanya melemah sedikit.

      7. Tanda Sakit Jantung Bawaan

      Sakit jantung bawaan dapat didiagnosa sebelum kelahiran, sesaat setelah lahir, saat masih kecil, dan ada pula yang baru terdeteksi saat dewasa. Anda mungkin saja menderita sakit jantung bawaan tanpa gejala sama sekali. Namun penyakit ini dapat diketahui dari pemeriksaan EKG atau rontgen rongga dada.

      Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung bawaan yang mungkin dialami oleh penderita dewasa, yaitu:
      • Sesak nafas
      • Kemampuan yang terbatas saat melakukan aktivitas fisik 
      • Mengalami ciri-ciri penyakit jantung lainnya seperti pada gagal jantung (lihat poin 6) atau sakit katup jantung (lihat poin 5).
      Penyakit jantung bawaan yang muncul pada bayi atau anak-anak dapat diketahui pula dari gejala / tanda sakit jantung berikut ini:
      • Sianosis (yaitu munculnya warna kebiruan di kulit, kuku, dan bibir).
      • Nafas yang cepat dan napsu makan menurun. 
      • Berat badan susah naik. 
      • Sering mengalami infeksi paru-paru. 
      • Tidak mampu melakukan aktivitas fisik. 

        8. Tanda Sakit Otot Jantung / Cardiomyopathy

        Banyak orang yang mengalami penyakit ini biasanya tidak mendapatkan gejala atau hanya sedikit gejala dan dapat hidup dengan normal. Namun pada sebagian orang, ada pula yang mengalami ciri-ciri penyakit jantung yang terus bertambah dan bahkan memburuk.

        Berikut ini adalah beberapa gejala / ciri-ciri penyakit jantung cardiomyopathy:
        • Sakit pada dada (biasanya terjadi saat melakukan aktivitas fisik atau olahraga, namun dapat pula terjadi saat istirahat atau setelah makan).
        • Mengalami gejala / tanda sakit gagal jantung (lihat poin 6). 
        • Mengalami pembengkakan pada tubuh bagian bawah. 
        • Lelah, pingsan, palpitasi.
        Perlu Anda ketahui, beberapa orang yang memiliki penyakit ini dan juga memiliki penyakit aritmia dapat mengalami kematian yang mendadak.

        9. Tanda Sakit Jantung Pericarditis

        Berikut ini adalah ciri-ciri penyakit jantung pericarditis yang mungkin dapat terjadi:
        • Sakit dada yang berbeda dengan angina, rasa sakit muncul di tengah dada dan tajam. Rasa sakit ini kemudian menyebar ke leher, dan kadang-kadang ke tangan dan punggung. Rasa sakit yang dialami makin parah ketika terbaring, menghirup nafas yang dalam, batuk, atau menelan, dan membaik saat posisi duduk.
        • Demam. 
        • Detak jantung meningkat.
        Itulah beberapa tipe / jenis penyakit jantung beserta gejala / ciri-ciri penyakit jantung yang perlu Anda ketahui. Melakukan pemeriksaan yang teratur pada kondisi kesehatan jantung Anda akan jauh lebih baik terutama bila Anda pernah mengalami tanda sakit jantung yang diulas di atas. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda agar Anda dapat hidup normal lebih lama. Ingat, jantung adalah salah satu organ vital!
        Referensi:

        http://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-symptoms
        http://www.health.harvard.edu
        http:/id.wikipedia.org

        Kamis, 17 Desember 2015

        Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai

        Sakit kepala yang sering datang memang sangat mengganggu apalagi saat-saat di hari penting atau hari spesial Anda. Penyebab sering sakit kepala memang dapat berbeda pada setiap individu namun dengan mengenali penyebab tsb dalam diri Anda dapat membantu untuk meminimalkan / menghindari kemungkinan merasakan sakit yang sama di kemudian hari. 
         
        Penyebab Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai
        image credit: flickr.com

        Penyebab Sering Sakit Kepala Yang Umum


        Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat memicu / menyebabkan sakit kepala, yaitu:

        1. Cuaca
        Penyebab sering sakit kepala yang pertama adalah cuaca. Saat cuaca berubah dari panas ke dingin atau sebaliknya, perubahan tingkat kelembaban maupun tekanan udara dapat memicu terjadinya rasa sakit di kepala.

        2. Hormon
        Bila Anda seorang wanita, mungkin Anda sudah tak merasa asing lagi bila menderita sakit kepala saat mengalami menstruasi. Ya betul sekali memang perubahan hormon seperti naik turunnya tingkat estrogen merupakan penyebab sering sakit kepala.

        3. Stres
        Stres adalah penyebab sering sakit kepala yang sangat umum. Saat Anda dikejar deadline, ketika berada di bawah tekanan dan Anda merasa stress maka akan muncul ketegangan di area bahu, leher, dan kepala.

        4. Faktor Diet
        Beberapa makanan dipercayai sebagai penyebab sering sakit kepala seperti keju, coklat, makanan asin, makanan ber-MSG, kacang-kacangan, daging diawetkan, es krim, atau terlalu banyak makan makanan manis. Selain itu telat makan atau kondisi perut kosong pun sering kali memicu terjadinya sakit kepala.

        Selain makanan, terlalu banyak minum alkohol, kopi, ataupun teh dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

        5. Pola Tidur
        Kurang tidur atau kebanyakan tidur dan pola tidur yang berubah dapat pula menjadi penyebab sering sakit kepala.

        6. Terlalu Banyak Olahraga
        Melakukan olahraga secara rutin memang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan dan menjaga postur tubuh ideal. Namun apa jadinya bila Anda terlalu memforsir aktivitas fisik Anda? Selain kelelahan, terlalu banyak olahraga pun merupakan salah satu penyebab sering sakit kepala.

        7. Menekan Pada Posisi Tubuh Yang Sama
        Duduk yang membungkuk, membaca sambil tiduran, atau menekuk leher terus menerus dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Untuk mengatasinya, hindari menggunakan posisi tubuh yang sama secara terus menerus dan jangan lupa lakukan peregangan dan istirahat di sela-sela aktivitas.

        Nah itulah 7 penyebab sering sakit kepala yang umum terjadi. Bila Anda tak dapat mengidentifikasi dengan jelas penyebab Anda merasa sakit di kepala, cobalah lakukan perekaman terhadap aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari seperti jam berapa tidur dan jam berapa bangun, makanan / minuman yang dikonsumsi, olahraga yang dilakukan, dll sebelum terjadinya sakit kepala.

        Dengan mengetahui penyebab sering sakit kepala tsb maka Anda dapat dengan mudah menghindari sakit tsb walaupun tanpa bantuan obat sekalipun.

        Lalu bagaimana bila Anda masih saja mengalami sakit kepala walaupun sudah menghindari faktor pemicu di atas? Saran dari Dunia Kesehatan sih sebaiknya Anda berhati-hati karena bisa jadi sakit kepala tsb disebabkan oleh adanya penyakit di tubuh Anda.

        Penyakit Yang Dapat Menjadi Penyebab Sering Sakit Kepala

        Berikut ini adalah beberapa kondisi penyakit yang dapat ditandai dengan munculnya sakit kepala: 
         
        Penyakit Infeksi
        Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur seperti influenza, infeksi paru-paru, meningitis (infeksi selaput otak), ensefalitis (infeksi otak), infeksi telinga,  dan infeksi HIV / AIDS seringkali memberikan gejala rasa sakit di kepala. Bila Anda mengalami sakit kepala yang disertai demam tinggi dan rasa sakit di organ tubuh yang diserang, Anda patut hati-hati karena bisa jadi infeksi merupakan penyebab sering sakit kepala.

        Penyakit Karena Gangguan Metabolisme
        Gangguan pada sistem metabolisme dapat menjadi penyebab sering sakit kepala. Beberapa penyakit karena gangguan metabolism seperti sleep apnea yang ditandai dengan seringnya tidur mendengkur, hipotiroid, hipertensi, hipotensi (tekanan darah rendah), preeklamsia dan eklamsia pada ibu hamil. 
         
        Tumor atau Kanker Otak
        Penyebab sering sakit kepala lainnya yang perlu diwaspadai adalah tumor atau kanker otak. Gejala yang muncul bila Anda mengalami penyakit ini adalah sakit kepala yang terus berulang dengan rasa sakit yang terus meningkat. Selain itu dibarengi juga dengan penurunan berat badan yang drastis juga tergantung bagian otak mana yang terimbas maka Anda pun dapat mengalami penurunan fungsi motorik dan sensorik seperti kesulitan berjalan bahkan tak sadarkan diri. 
         
        Baca: Penyebab, Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Otak


        Gangguan Pembuluh Darah Di Otak Lainnya
        Penyakit seperti stroke dan gangguan pembuluh darah otak lainnya dapat mengakibatkan gangguan aliran darah ke otak sehingga memicu terjadinya sakit kepala mendadak yang kemudian diikuti dengan sensasi mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh seperti di muka, sulit bicara, kejang, dan tak sadarkan diri.

        Anda sebaiknya hati-hati dengan penyebab sering sakit kepala ini terutama bila Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes mellitus. 
         
        Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

        Itulah beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab sering sakit kepala yang harus diwaspadai. Untuk mengetahui secara pasti akan penyebab rasa sakit di kepala tsb, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi tubuh Anda ke dokter kepercayaan Anda. 
         
        Referensi: 

        Minggu, 13 Desember 2015

        15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Pria Yang Harus Diwaspadai

        Seperti yang telah Anda ketahui, penanganan sedini mungkin adalah cara terbaik untuk menyembuhkan kita dari serangan penyakit termasuk penyakit kanker. Namun masalahnya ciri-ciri penyakit kanker pada pria seringkali tidak terlihat dengan jelas karena memang kaum pria jarang sekali memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan memeriksakan diri ke dokter.

        Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Pria Yang Perlu Dicurigai


        ciri ciri penyakit kanker pada pria
        image credit: pexels.com

        Bila sebelumnya saya sudah mengulas mengenai 15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai maka sekarang saatnya Dunia Kesehatan akan mengulas beberapa tanda-tanda kanker pada pria yang saya ambil dari referensi yang sama yaitu webmd.com:

        1. Masalah Saat Buang Air Kecil
        Seiring dengan bertambahnya usia, banyak dari kaum pria yang mengalami masalah saat buang air kecil seperti seringnya buang air kecil terutama saat malam hari, tidak mampu menahan kencing, atau kesulitan saat mengeluarkan air kencing. Penyebab masalah ini biasanya karena membesarkan kelenjar prostat namun dapat pula merupakan ciri-ciri penyakit kanker prostat.
        Baca juga: Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

        2. Perubahan Pada Testis / Buah Zakar
        Coba Anda perhatikan testis Anda apakah terdapat benjolan, terasa lebih berat atau perubahan lainnya maka segeralah periksakan diri ke dokter Anda karena perubahan tsb dapat saja merupakan ciri-ciri penyakit kanker testikular. Berbeda dengan penyakit kanker prostat, penyakit kanker testicular ini akan tumbuh sangat cepat.

        3. Darah di Air Kencing atau Tinja
        Adanya darah di kotoran yang terbuang dari tubuh Anda ini merupakan gejala umum terjadinya penyakit hemoroid / wasir atau infeksi pada salurah kemih namun selain itu dapat juga menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker kandung kemih, kanker ginjal, atau kanker kolon.

        4. Perubahan Pada Kulit
        Jangan remehkan perubahan pada bintik-bintik yang ada di kulit Anda seperti perubahan ukuran, bentuk, ataupun warna karena perubahan tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker kulit yang sangat umum.

        5. Perubahan Pada Simpul Limfa
        Limfa / kelenjar getah bening sangat berkaitan dengan daya kekebalan tubuh kita. Kelenjar tsb biasanya membengkak bila kita mengalami infeksi. Namun bila pembengkakan tsb terjadi secara terus menerus selama 2-4 minggu, Anda patut hati-hati karena bisa jadi itu adalah ciri-ciri penyakit kanker.

        6. Kesulitan Menelan
        Kesulitan menelan memang sering terjadi pada siapa saja namun bila terjadi terus menerus dalam waktu yang lama maka Anda sebaiknya segera memeriksakan diri karena bisa jadi itu ciri-ciri penyakit kanker tenggorokan atau kanker lambung.

        7. Heartburn / Rasa Panas Di Perut
        Bila Anda sering merasa perut Anda panas, cobalah untuk mengubah pola makan dan minum Anda serta menghindari stress. Bila ternyata perut Anda masih panas setelah melakukan perubahan tsb mungkin sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter karena bisa saja hal tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker lambung atau penyakit kanker tenggorokan.

        8. Perubahan Pada Mulut
        Jika Anda seorang perokok atau sering mengunyah tembakau maka Anda memiliki risiko kanker mulut yang tinggi. Cobalah Anda perhatikan bila ada bagian yang memerah atau memutih pada bibir dan mulut Anda karena hal tsb merupakan ciri-ciri penyakit kanker mulut.

        9. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Yang Jelas
        Penurunan berat badan yang tidak dilakukan dengan diet atau olahraga dapat saja terjadi karena stress atau ada masalah pada tiroid Anda. Namun bila berat badan Anda turun sangat drastis maka Anda harus curiga karena bisa saja itu ciri-ciri penyakit kanker pancreas, kanker lambung, atau kanker paru-paru.

        10. Demam
        Kita seringkali mengalami demam terutama saat sakit. Demam sendiri normal terjadi saat tubuh berjuang melawan penyakit infeksi. Namun bila demam tsb tak kunjung pergi dalam waktu yang lama maka hal tsb dapat saja ciri-ciri penyakit kanker darah.

        11. Perubahan Pada Dada
        Ciri-ciri penyakit kanker payudara memang umumnya terjadi pada wanita, namun Anda jangan salah karena beberapa kaum pria pun dapat saja mengalami kanker payudara. Jadi tetap perhatikan perubahan yang terjadi pada daerah dada seperti benjolan, dll.

        12. Lelah
        Ciri-ciri penyakit kanker berikutnya adalah kelelahan kelelahan, rasa lemas pada tulang yang tidak berangsur membaik walaupun Anda sudah beristirahat.

        13. Batuk
        Batuk yang tidak membaik setelah 3-4 minggu yang disertai dengan sesak nafas atau adanya darah saat batuk dapat menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker paru-paru terutama bila Anda seorang perokok.

        14. Rasa Sakit
        Jika Anda merasa tubuh Anda sering kesakitan lebih dari sebulan mungkin saja Anda mengalami ciri-ciri penyakit kanker.

        15. Sakit Perut dan Depresi
        Sakit perut yang disertai depresi dapat saja merupakan ciri-ciri penyakit kanker pankreas terutama bila dalam keluarga Anda ada yang mengalami kanker juga.

        Bila Anda mengalami gejala / ciri-ciri penyakit kanker pada pria di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan diagnosis penyakit yang tepat dan penanganan yang tepat.
        Referensi: http://www.webmd.com/cancer/features/15-cancer-symptoms-men-ignore

        Rabu, 09 Desember 2015

        15 Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu Diwaspadai

        Ciri-ciri penyakit kanker pada wanita sebetulnya dapat diketahui dari perubahan tubuh yang terjadi secara tidak normal. Kunci agar mengetahui tanda-tanda kanker yang terjadi adalah dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh Anda.

        Perubahan tubuh adalah normal terjadi namun dari sekian banyak perubahan yang terjadi itu, ada beberapa yang harus diwaspadai sebagai ciri-ciri penyakit kanker. Pertanyaannya, apa saja perubahan yang tak normal itu yang umum terjadi para wanita? 
        Baca juga: Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

        Ciri-Ciri Penyakit Kanker Pada Wanita Yang Perlu DiCurigai




        Bila Anda adalah seorang wanita, sebaiknya Anda mulai memperhatikan tubuh Anda mulai dari sekarang, dan berhati-hatilah bila tanda-tanda kanker berikut ini yang saya ambil dari webmd.com muncul pada diri Anda.

        1. Perubahan Pada Daerah Dada
        Benjolan yang muncul pada daerah dada / payudara Anda dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker payudara terutama bila ditemukan juga perubahan seperti kerutan kulit di sekitar dada, puting yang masuk kedalam, puting lepas, atau muncul bercak merah di kulit dada.

        2. Kembung
        Kembung memang seringkali dialami para wanita namun bila kembung tsb terjadi lebih dari 2 minggu maka Anda harus berhati-hati karena bisa saja kembung yang Anda alami tsb merupakan tanda-tanda kanker, apalagi bila disertai juga penurunan berat badan atau pendarahan. Kembung yang terjadi secara terus-menerus dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker ovarium.

        3. Pendarahan
        Jika Anda masih mengalami siklus menstruasi dan mengalami pendarahan atau flek di antara periode menstruasi maka Anda pun harus berhati-hati karena bisa saja itu menunjukkan ciri-ciri penyakit kanker endometrial. Pendarahan yang terjadi setelah menopause merupakan gejala abnormal dan harus segera ditangani.

        4. Perubahan Pada Kulit
        Anda harus hati-hati bila memiliki tahi lalat atau bercak lain di kulit yang terus mengalami perubahan warna, bentuk, ataupun ukuran karena dapat saja itu menjadi ciri-ciri penyakit kanker kulit.

        5. Darah di Urin atau di Tinja
        Saat Anda melakukan buang air kecil atau buang air besar, jangan biarkan mereka pergi begitu saja hehehe, namun penting sekali Anda melihat mereka keluar atau setidaknya melihat wujud mereka saat pergi. Warna dan bentuk urin dan tinja seringkali menunjukkan penyakit tertentu. Bila Anda menemukan darah pada urin atau tinja Anda maka Anda sebaiknya berhati-hati karena bisa saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker terutama bila terjadi secara terus menerus dan lebih dari 2 hari.

        Tinja berdarah dapat saja menjadi pertanda kanker kolon sementara urin berdarah dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker kandung kemih atau ginjal.

        6. Perubahan pada Simpul Limfa
        Simpul limfa / lymph nodes merupakan kelenjar yang tersebar di dalam tubuh dengan bentuk seperti kacang dan berukuran kecil. Mungkin Anda pernah merasa simpul limfa Anda bengkak di dekat rahang saat sakit tenggorokan. Pembengkakan kelenjar limfa memang seringkali muncul saat terjadi infeksi pada tubuh kita. Namun bila pembengkakan itu terjadi secara terus menerus misalnya dalam sebulan atau lebih maka dapat saja itu merupakan ciri-ciri penyakit kanker darah / leukemia dan limfoma / kanker getah bening.

        7. Kesulitan Menelan
        Kesulitan menelan memang seringkali terjadi terutama saat sakit tenggorokan. Namun bila sering terjadi dan disertai juga dengan muntah-muntah atau penurunan berat badan maka dapat saja itu ciri-ciri penyakit kanker tenggorokan atau kanker lambung.

        8. Penurunan Berat Badan Tanpa Olahraga dan Diet
        Hampir setiap wanita memimpikan memiliki badan yang langsing dan seringkali senang bila berat badannya turun. Namun bila penurunan berat badan tsb terjadi drastis dan tanpa ada perubahan gaya hidup seperti melakukan olahraga atau diet ketat maka Anda harus hati-hati karena kebanyakan ciri-ciri penyakit kanker disertai dengan penuruan berat badan drastis. Misalnya kanker pancreas, kanker lambung, dan kanker paru-paru.

        9. Heartburn
        Heartburn atau rasa panas dalam perut dapat terjadi karena terlalu banyak makan, minum alcohol, atau karena stress. Jika Anda mengalami heartburn, maka Anda dapat mencoba mengganti pola makan selama 1-2 minggu namun bila rasa panas tsb tidak juga hilang maka dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker lambung, kanker tenggorokan, atau kanker ovarium.

        10. Perubahan Pada Mulut
        Jika Anda seorang perokok, cobalah Anda perhatikan mulut Anda apakah muncul ciri-ciri penyakit kanker mulut yang ditandai dengan munculnya tonjolan berwarna merah terang di dalam mulut atau bibir Anda.

        11. Demam
        Demam dapat menunjukkan aneka gejala penyakit, bila Anda flu biasanya sering disertai demam. Bila demam tsb terjadi secara terus-menerus namun tidak diketahui penyebabnya maka dapat saja menjadi ciri-ciri penyakit kanker darah / leukemia.

        12. Lelah
        Lelah seringkali dialami para wanita terutama para ibu rumah tangga yang menyambi sebagai wanita karir pula. Bila Anda sering mengalami lelah tanpa sebab yang jelas apalagi dibarengi dengan ciri-ciri penyakit kanker lainnya maka Anda harus ekstra hati-hati.

        13. Batuk
        Batuk biasanya akan hilang dalam waktu 3-4 minggu. Bila Anda mengalami batuk yang lebih dari sebulan maka Anda harus waspada karena bisa jadi itu adalah ciri-ciri penyakit kanker paru-paru terutama bila Anda perokok dan disertai dengan sesak nafas atau ada darah dari batuk Anda.

        14. Rasa Sakit
        Rasa sakit yang muncul tanpa diketahui sebab yang jelas dan muncul dalam waktu sebulan atau lebih perlu dicurigai sebagai ciri-ciri penyakit kanker tulang, otak, atau penyakit kanker lainnya.

        15. Sakit Perut dan Depresi
        Ciri-ciri penyakit kanker berikut ini memang jarang terjadi namun bila terjadi dapat menjadi pertanda kanker pankreas.

        Itulah 15 ciri-ciri penyakit kanker atau gejala kanker yang sering dialami para wanita. Bila Anda merasa mengalami tanda-tanda di atas sebaiknya segera konsultasikan apa yang Anda alami dengan dokter kepercayaan Anda untuk mendapatkan diagnose penyakit yang tepat dan menghindari penyakit yang serius.

        Baca juga: 15 Gejala Kanker Pada Pria Yang Harus Diwaspadai

        Referensi: http://www.webmd.com/cancer/features/15-cancer-symptoms-women-ignore

        Rabu, 02 Desember 2015

        Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

        Penyebab penyakit kanker memang beraneka ragam dan kadang sangat kompleks. Namun untuk memudahkan Anda dalam memahami penyakit ini maka pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan beberapa penyebab penyakit kanker yang umum dan perlu diketahui.

        Mengetahui penyebab penyakit kanker secara umum sangat penting bagi Anda karena setiap penyakit akan jauh lebih mudah ditangani dan disembuhkan bila diketahui secara pasti penyebabnya.

        Penyebab Penyakit Kanker Yang Umum dan Perlu Diketahui

        Penyebab Penyakit Kanker dan Faktor Risiko Yang Perlu Diketahui


        Seperti yang telah disebutkan di atas, penyebab kanker memang banyak namun secara umum dapat dikategorikan menjadi 5 faktor saja. Apa saja itu? Yuk kita bahas satu-per satu …

        1. Faktor Genetik / Keturunan


        Beberapa jenis penyakit kanker dapat terjadi karena faktor genetik walaupun demikian banyak juga penyakit kanker yang tidak berhubungan sama sekali dengan faktor keturunan ini. Meskipun faktanya demikian, namun tak ada salahnya bila Anda ekstra hati-hati dengan penyebab penyakit kanker ini terutama bila dalam keluarga Anda ada yang sudah menderita kanker.

        2. Faktor Gaya Hidup


        Beberapa gaya hidup tak sehat seperti merokok, minum alcohol, pergaulan bebas merupakan pemicu / penyebab kanker yang harus segera Anda hentikan.

        Merokok baik pasif maupun aktif sangat berisiko pada kondisi kesehatan Anda dan merupakan penyebab penyakit kanker terutama kanker paru-paru, kanker mulut, dan kanker pita suara. Anda mungkin masih ingat salah satu iklan layanan masyarakat yang membahas bahayanya merokok. Bila Anda lupa silahkan saksikan video youtube yang diunggah WLF Indonesia berikut ini. 


        Selain itu kurangnya olahraga atau aktivitas fisik dapat pula menjadi penyebab penyakit kanker berikutnya. Kurangnya aktivitas fisik akan membuat tubuh Anda mudah lelah dan memicu terjadinya kegemukan.

        3. Faktor Lingkungan


        Faktor lingkungan pun dapat menjadi penyebab kanker seperti terlalu banyak terkena paparan sinar matahari, terkena radiasi ionisasi, polusi, dll.

        Risiko yang muncul bila terlalu banyak terkena sinar UV adalah kanker kulit dan bahkan dapat memicu kebutaan mata. Bila Anda memang terpaksa harus berada di bawah sinar matahari dalam waktu cukup lama, sangat disarankan untuk menggunakan topi, kacamata, pakaian tertutup, dan gunakan sun block di kulit Anda.

        Tak hanya sinar matahari yang dapat menjadi penyebab penyakit kanker, namun radiasi ionisasi seperti pada rontgen / sinar X atau radiasi yang ditimbulkan pembangkit tenaga listrik pun dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya kanker.

        Anda yang hidup di daerah polusi juga harus ekstra hati-hati karena memiliki risiko kanker lebih tinggi.

        4. Faktor Makanan


        Tahukah Anda bahwa kebanyakan penyakit yang terjadi pada diri Anda disebabkan oleh makanan yang Anda santap setiap harinya termasuk menjadi penyebab penyakit kanker? Makanan tidak sehat, yang diolah secara tidak benar, menggunakan bahan kimia berbahaya, terlalu banyak memakan makanan instan / junk food mampu meningkatkan faktor risiko terjadinya kanker. Oleh karena itu, tinggalkan kebiasaan buruk tsb sekarang juga dengan memakan makanan sehat dengan gizi seimbang. 


        5. Infeksi


        Penyebab penyakit kanker berikutnya adalah karena adanya penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus seperti virus hepatitis, HIV, dll ataupun oleh parasit seperti parasite Schistosoma yang dapat menyebabkan kanker kandung kemih.

        6. Gangguan Keseimbangan Hormonal


        Adanya gangguan keseimbangan pada sistem hormonal dapat juga menjadi penyebab penyakit kanker. Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel namun cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan hormone progesterone lebih cenderung melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Bila terjadi ketidak seimbangan pada kedua hormone ini misalnya kelebihan estrogen dan kekurangan progesterone maka mampu meningkatnya risiko terjadinya kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim, dan kanker prostat. 
        Baca juga: Penyebab, Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Serviks

        7. Faktor Psikis


        Selain penyebab penyakit kanker yang telah diuraikan di atas, faktor psikis / kesehatan emosional pun sangat mempengaruhi. Orang yang sering tertekan, depresi, sering kali sangat mudah terserang penyakit termasuk kanker.

        Itulah 7 penyebab penyakit kanker yang umum dan perlu Anda ketahui. Bila faktor genetic sudah tidak dapat dihindari maka sebaiknya kita dapat menghindari penyebab lainnya.

        Referensi:
        http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/
        http://www.dharmais.co.id/index.php/what-causes-cancer.html

        Senin, 23 November 2015

        Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mudah Mengatasi Pembengkakan Kaki

        Kaki yang bengkak biasanya disebabkan karena adanya penumpukan cairan pada daerah kaki dan biasanya diderita oleh para ibu hamil. Walaupun demikian, penyebab kaki bengkak ini dapat saja suatu penyakit yang serius.

        Penyebab Kaki Bengkak


        Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mudah Mengatasi Pembengkakan Kaki
        image credit: wisegeekhealth.com



        Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kaki yaitu:

        1. Kehamilan


        Seperti yang telah disinggung di atas, penyebab kaki bengkak yang paling umum adalah kehamilan dan dapat dikategorikan masih normal. Pembengkakan tsb karena adanya bayi dalam kandungan yang terus tumbuh membesar sehingga menekan pembuluh darah besar di pangkal paha dan itulah sebabnya di bulan-bulan terakhir masa kehamilan sering terjadi pembengkakan kaki.

        Walaupun penyebab kaki bengkak karena kehamilan ini dikategorikan normal, para ibu hamil harus tetap hati-hati dan waspada apalagi bila terjadi pembengkakan pula di betis dan bila ditekan meninggalkan bekas lekukan karena bisa jadi Anda mengalami preeklamsia yang bila tidak ditangani dengan baik maka dapat menyebabkan kelahiran prematur dan bahkan risiko kematian janin pun meningkat.

        Anda pun patut waspada bila pembengkakan tsb hanya terjadi pada satu kaki dan betis menjadi memerah karena dapat saja menunjukkan adanya gumpalan di pembuluh darah.

        2. Cedera


        Cedera pada kaki ataupun pergelangan kaki adalah penyebab kaki bengkak yang bisa terjadi pada siapa saja. Saat pergelangan kaki Bila Anda mengalami cedera, misalnya terbentur atau terkilir maka ligament (yaitu semacam pita yang menghubungkan tulang dengan tulang) dapat merenggang melampaui batas normal dan terjadilah pembengkakan.

        3. Limfedema / Gangguan Pada Pembuluh Getah Bening


        Limfedema dapat saja menjadi penyebab kaki bengkak karena gangguan pada pembuluh getah bening ini dapat menghambat peredaran cairan pada kaki sehingga cairan tsb menumpuk dan tampak bengkak.

        4. Infeksi


        Penyebab kaki bengkak berikutnya adalah karena infeksi namun kaki bengkak karena infeksi ini paling sering dialami oleh penderita diabetes dan yang memeliki masalah saraf pada kaki. Bila Anda seorang penderita diabetes harap diperhatikan untuk mencegah bagian tubuh terkena lecet dan luka.

        5. Pembekuan Darah


        Pembekuan darah terutama yang terjadi di pembuluh darah pada kaki akan mengakibatkan aliran darah dari kaki ke jantung terhambat. Penumpukan darah beku ini dapat menjadi penyebab kaki bengkak.

        6. Insufisiensi Vena


        Insufisiensi vena adalah suatu kondisi dimana darah tidak dapat bergerak naik dari kaki ke jantung. Kondisi ini merupakan penyebab kaki bengkak dan bila tidak ditangani dengan baik maka dapat mengakibatkan borok, infeksi, dan perubahan pada kulit kaki.

        7. Penyakit Lainnya


        Selain kondisi di atas, penyebab kaki bengkak dapat mengindikasikan penyakit lainnya seperti penyakit ginjal, jantung, tekanan darah tinggi, atau hati. Ketika terjadi gangguan pada fungsi ginjal maka cairan dapat menumpuk di kaki dan mengakibatkan pembengkakan. 
        Baca juga: Cara Menurunkan Tensi Darah Tinggi Secara Alami

        8. Efek Samping Obat


        Beberapa obat yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab kaki bengkak, seperti obat steroid, obat antiinflamasi non-steroid, obat antidepresan, obat diabetes, obat untuk tekanan darah, dan penggunaan alat kontrasepsi oral.

        9. Penyebab Lainnya


        Penyebab kaki bengkak lainnya adalah seperti berdiri terlalu lama, mengendarai mobil atau melakukan perjalanan pesawat dalam waktu lama, kelebihan berat badan, atau bagi para wanita yang sedang mengalami menstruasi. Kelebihan berat badan pun dapat memicu terjadinya kaki pecah-pecah loh.
        Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami


        Cara Mengatasi Pembengkakan Kaki


        Setelah Anda mengetahui beberapa penyebab kaki bengkak, sekarang saatnya Anda mengetahui beberapa cara mudah untuk mengatasi pembengkakan kaki.

        • Turunkan berat badan jika berlebihan.
        • Hindari terlalu lama berdiri. 
        • Lakukan olahraga ringan yang menggerakkan kaki sehingga peredaran darah di kaki lebih lancar.
        • Kurangi asupan garam. 
        • Kompres kaki dengan es batu yang dibalut handuk. 
        • Berbaring lalu angkat kaki ke atas. 
        • Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat, terutama pada bagian paha. 
        • Gunakan stoking kompresi.
        Untuk mengatasi penyebab kaki bengkak karena efek samping obat, maka konsultasikanlah ke dokter mengenai efek samping yang Anda alami untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

        Sementara untuk mengatasi penyebab kaki bengkak karena penyakit, maka dengan pengobatan yang teratur dan Anda pun sembuh dari penyakit Anda maka kaki bengkak pun akan hilang dengan sendirinya.

        Itulah beberapa penyebab kaki bengkak dan cara mengatasi pembengkakan kaki yang mudah yang perlu Anda ketahui. Bila dengan cara di atas kondisi kaki Anda makin parah maka segeralah periksakan diri ke dokter kepercayaa Anda. Semoga bermanfaat ...

        Sabtu, 14 November 2015

        Penyebab Sering Sesak Nafas Mungkinkah Penyakit Berbahaya?

        Bernafas merupakan kebutuhan vital bagi setiap makhluk hidup. Oleh karena itu setiap gangguan pernafasan akan menyebabkan kualitas hidup seseorang akan menurun, apalagi bila seseorang sering mengalami gangguan tsb. Bila Anda termasuk salah satunya maka Anda patut waspada karena mungkin penyebab sering sesak nafas yang Anda alami adalah penyakit serius yang berbahaya.

        cara mengatasi sesak nafas
        image credit: jfb-levage.com

        Apa Itu Sesak Nafas?


        Sesak nafas adalah suatu kondisi dimana kita mengalami kesulitan dalam bernafas atau karena kurangnya pasokan udara sehingga tubuh kita tidak mampu bekerja secara optimal.

        Apa Saja Penyebab Sesak Nafas?


        Beberapa faktor pemicu penyebab sesak nafas antara lain adalah faktor obesitas / kegemukan, olahraga yang terlalu berat, atau Anda berada di suatu tempat dengan suhu ekstrim atau tempat yang tinggi. Perlu Anda ketahui semakin tinggi suatu tempat seperti di puncak gunung maka volume udara semakin menipis sehingga Anda akan mengalami kesulitan bernafas.

        Mungkinkah Penyebab Sering Sesak Nafas itu Adalah Penyakit Serius?


        Bila Anda sering mengalami sesak nafas namun bukan karena penyebab normal di atas, maka kemungkinan besar penyebab sering sesak nafas Anda adalah sebuah penyakit / gangguan kesehatan.

        Berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang mungkin menjadi penyebab sering sesak nafas Anda:
        1. Penyakit pada sistem pernafasan seperti batuk, pilek, flu, alergi, asma, sinusitis, tuberculosis, pneumonia (paru-paru basah), penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan kanker paru-paru.
        2. Penyakit pada sistem peredaran darah seperti anemia dan tekanan darah rendah. Baca juga: Tekanan Darah Normal, Semua Hal Yang Perlu Anda Ketahui 
        3. Penyakit jantung seperti aritmia, serangan jantung, dan gagal jantung. 
        4. Penyebab sering sesak nafas lainnya adalah keracunan gas karbon monoksida, patah tulang rusuk, dll.

        Bagaimana Cara Mengetahui Bahwa Penyebab Sering Sesak Nafas Anda Adalah Penyakit Serius?


        Anda perlu waspada dan curiga bila sering mengalami sesak nafas yang berkelanjutan karena penyebabnya dapat saja karena ada penyakit lainnya.

        Namun untuk memastikannya, Anda perlu memeriksakan kondisi kesehatan Anda pada dokter kepercayaan Anda. Biasanya dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga Anda kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan tes lanjutan seperti tes darah, tes spirometry (yaitu sebuah tes untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa cepat udara dapat dihembuskan, tes ini pun sering digunakan untuk diagnosis PPOK), tes X-ray rongga dada (untuk mengetahui kondisi jantung, paru, dan tulang rusuk), dan tes alergi.

        Bagaimana Cara Menangani Sesak Nafas?


        Penanganan sesak nafas yang tepat dan efektif akan berbeda tergantung dari kondisi kesehatan individu masing-masing. Oleh karena itu mengetahui penyebab sering nafas yang terjadi sangat diperlukan.

        Contohnya, bila Anda sering mengalami sesak nafas karena alergi atau asma maka Anda perlu menghindari faktor pemicu terjadinya alergi tsb misalnya menghindari debu, asap rokok, polusi udara, serbuk sari, atau bulu hewan peliharaan. Menjaga kondisi rumah agar terbebas dari faktor pemicu adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya sesak nafas. Namun bila alergi tsb sudah terjadi maka cara tercepat mengatasi sesak nafas adalah dengan meminum obat anti alergi seperti dekongestan atau antihistamin.

        Mengobati penyakit yang menjadi penyebab sering sesak nafas adalah tindakan terbaik sehingga Anda tidak perlu mengalami masalah yang sama di kemudian hari.

        Itulah ulasan mengenai penyebab sering sesak nafas yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat ..