Minggu, 11 Oktober 2015

Tanda-tanda Keguguran Yang Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda keguguran memang perlu diwaspadai oleh setiap ibu hamil, pasalnya tingkat kematian janin karena keguguran ini masih terbilang tinggi. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai penyebab keguguran dan gejala keguguran yang timbul.

Apa Itu Keguguran?


Menurut MayoClinic, keguguran (miscarriage) adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum mencapai usia 20 minggu namun paling sering terjadi sebelum mencapai usia kehamilan ke-12 minggu. Dalam Bahasa medis, keguguran disebut juga sebagi abortus spontan. Oleh karena itu wajar saja bila para ibu hamil muda harus ekstra hati-hati menjaga kandungannya sehingga tidak terjadi tanda-tanda keguguran yang tidak diharapkan. 
gejala keguguran, penyebab keguguran
image credit: newhealthadvisor.com

Apa Saja Penyebab Keguguran?


Penyebab keguguran seringkali sulit ditentukan karena banyaknya faktor risiko, namun secara garis besar penyebab keguguran adalah adanya masalah pada janin.

Faktor Genetik


Penyebab keguguran yang utama biasanya disebabkan oleh adanya gangguan genetik pada embrio sehingga janin tidak berkembang secara normal dan tak mampu bertahan hidup. Masalah ini biasanya murni dari faktor genetic janin dan bukan berasal dari faktor genetic ibu secara langsung.

Faktor Kesehatan Ibu Hamil


Kondisi kesehatan sang ibu hamil yang buruk dapat pula menjadi penyebab keguguran terutama bagi ibu yang memiliki penyakit diabetes, tiroid, jantung, dan ginjal.

Infeksi Pada Bayi


Terjadinya penyakit infeksi pada dapat pula menjadi penyebab keguguran pada trimester kedua. Penyakit infeksi ini akan menyebabkan pecah ketuban dan timbul pendarahan dan biasanya disebabkan oleh virus TORCH dan HIV / AIDS.

Penyebab Keguguran Lainnya


Selain faktor risiko di atas, masih terdapat beberapa faktor risiko yang menjadi penyebab keguguran lainnya seperti:
  • Usia ibu hamil saat mengandung sudah tua
  • Adanya kelainan anatomi pada rahim ibu hamil 
  • Ibu hamil pernah mengalami keguguran sebelumnya 
  • Ibu hamil mengalami trauma fisik pada rahim seperti benturan atau terjatuh 
  • Ibu hamil adalah peminum alkohol atau pengguna obat terlarang atau perokok aktif 
  • Ibu hamil terkena paparan radiasi 
  • Berat badan ibu hamil terlalu kurus atau terlalu gemuk 
  • Perubahan hormon pada ibu hamil 
  • Pembukaan mulut rahim yang terlalu cepat
  • Kelainan sistem imun seperti menderita penyakit lupus
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, obat darah tinggi, obat jerawat, dll. Sebaiknya baca kontra indikasi pada kemasan obat sebelum meminum obat dan pastikan obat yang Anda konsumsi tidak membahayakan janin, bila Anda ragu konsultasikan pada dokter dan apoteker langganan Anda.
Penyebab keguguran yang muncul di masyarakat seperti olahraga, bekerja, bepergian dengan pesawat, atau berhubunan suami istri tidak berkaitan dengan peningkatan risiko keguguran.

Lalu Apa Saja Tanda-Tanda Keguguran?


Setiap ibu hamil harus mampu mengenali dan mewaspadai setiap tanda-tanda keguguran berikut ini agar dapat segera mendapatkan pertolongan medis untuk menyelamatkan kehamilannya.

Perdarahan


Pendarahan adalah tanda-tanda keguguran utama yang sering muncul. Walaupun pendarahan ini tidak selalu berakhir pada keguguran namun bila Anda mengalami pendarahan maka segeralah periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Nyeri


Rasa nyeri yang muncul pada bagian perut, punggung belakang, dan panggul seperti nyeri yang Anda rasakan saat haid maka perlu dicurigai sebagai tanda-tanda keguguran, apalagi bila rasa nyeri tsb dibarengi dengan pendarahan. Namun perlu Anda ketahui, rasa nyeri tsb kadang sulit dibedakan dengan kram yang terjadi saat awal kehamilan karena adanya perluasan rahim, walaupun demikian konsultasikanlah pada dokter kepercayaan Anda bila Anda merasakan kram atau nyeri yang mencurigakan. 

Demam

Demam yang terjadi pada saat kehamilan tanpa diketahui sebab yang jelas juga menjadi tanda-tanda keguguran.

Menurunnya Gerakan Bayi


Pergerakan bayi di dalam kandungan yang dapat Anda rasakan merupakan tanda kesehatan bayi secara umum. Bila Anda merasa janin kurang bergerak atau ada aktivitas penurunan maka segerlah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda.

Keluar Jaringan atau Cairan dari Vagina


Darah yang menggumpal atau berupa bagian janin dapat saja keluar dari vagina dan merupakan tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Itulah beberapa tanda-tanda keguguran yang perlu Anda waspadai. Bila Anda mengalami salah satu gejala aneh pada kehamilan Anda maka segeralah konsultasikan pada dokter kepercayaan Anda agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.

Sumber Referensi:

Minggu, 04 Oktober 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami

Telapak kaki pecah-pecah biasanya menyerang bagian tumit seringkali terjadi dan membuat rasa percaya diri kita menurun. Kita pun enggan menggunakan sandal dan lebih sering menggunakan kaus kaki dan sepatu. Tahukah Anda apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb
cara-mengatasi-tumit-pecah-pecah-javatalk.info
image credit: anekatipswanita.com


Penyebab Telapak Kaki Pecah-Pecah


Agar lebih mudah mengatasi telapak kai pecah-pecah maka kita harus mengetahui penyebabnya. Pada umumnya, telapak kaki pecah-pecah terjadi karena kondisi kulit kaki yang kering dan kurang lembap. Namun selain itu masih terdapat penyebab telapak kaki pecah-pecah lainnya seperti adanya aktivitas yang berlebihan dengan kaki sehingga terjadi penebalan yang kita kenal sebagai kapalan. Berikut ini adalah penyebab telapak kaki pecah-pecah yang sering terjadi:
  • Keadaan menjaga kebersihan kulit kaki, seperti membersihkan bagian telapak kaki.
  • Faktor cuaca, seperti cuaca dingin dan cahaya matahari yang sering merusak kelembaban kulit. 
  • Kekurangan nutrisi untuk kesehatan kulit seperti vitamin, mineral, zat besi dan seng. 
  • Terlalu lama berdiri seringkali menyebabkan tumit mudah retak. 
  • Kaki yang terkena air terus menerus terutama bila Anda berjalan di tempat berair atau berdiri lama di tempat lembab seperti di kamar mandi dapat menyebabkan kehilangan minyak alami kulit sehingga kulit menjadi kering dan kasar. 
  • Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada lemak yang berada di bawah tumit sehingga kulitpun melebar ke samping. Pada kulit kering yang tidak memiliki fleksibilitas maka tekanan tsb akan menyebabkan tumit pecah-pecah. 
  • Semakin bertambah umur Anda maka faktor elastisitas kulit semakin berkurang, dengan demikian semakin mudah mengalamai telapak kaki pecah-pecah. 
  • Penyakit kaki dan penyakit lainnya yang mengganggu pada kaki seperti eksim, psioriasis, diabetes, penyakit tiroid, dan kondisi lainnya sehingga menyebabkan kondisi kulit kaki pecah-pecah.
Itulah beberapa penyebab telapak kaki pecah-pecah yang perlu Anda ketahui. Setelah Anda mengetahui penyebabnya, maka Anda pun akan lebih mudah mengetahui cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb.

Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah


Berikut ini adalah beberapa tips / cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang dapat Anda coba:

A. Cara Mencegah Telapak Kaki Pecah-Pecah


Cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang pertama adalah dengan mengetahui pencegahannya yaitu sbb:
  • Bersihkan kaki termasuk telapak kaki setiap kali Anda pulang berpergian, pastikan kaki Anda bersih terbebas dari kotoran.
  • Gunakan body lotion untuk melembapkan kulit kaki setiap kali Anda selesai mandi. 
  • Hindari berjalan kaki tanpa alas, sebisa mungkin gunakan sepatu untuk melindungi telapak kaki Anda dari faktor cuaca seperti udara dingin dan cahaya matahari. Untuk pemilihan alas kaki pun harus hati-hati, gunakan dengan ukuran yang pas dan berbahan lembut di kaki sehingga nyaman digunakan. 
  • Jangan terlalu lama merendam kaki atau berdiri di tempat basah atau lembab. Saat mencuci pakaian atau membersihkan kamar mandi, pastikan kaki Anda terlindung dengan baik dan air sabun / detergen tidak mengenai kaki. Kandungan dalam sabun seringkali membuat kulit Anda mudah kering. 
  • Lakukan latihan pada kaki, seperti berjalan kaki, jogging, ataupun berlari untuk meningkatkan sirkulasi darah ke kaki dan meningkatkan elastisitas kulit kaki. (Baca: 7 Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui)
  • Selain melakukan olah raga, Anda pun dapat mengatasi telapak kaki pecah-pecah dengan cara merendam telapak kaki Anda di air hangat yang ditambahkan air lemon untuk membantu sirkulasi darah dan merontokkan kulit mati.

B. Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami Dari Luar


Beberapa baham alami yang ada di sekitar kita dapat kita manfaatkan untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah menjadi mulus kembali.

1. Gunakan Getah Kulit Buah Pepaya Muda
Getah papaya sangat baik digunakan untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah. Rendam kaki Anda dalam air hangat yang telah dicampur sedikit garam, kemudian oleskan getah kulit buah pepaya muda pada tumit atau bagian telapak kaki lainnya yang pecah-pecah secara merata. Bila Anda tak memiliki buah papaya muda, Anda dapat menggantinya dengan mentimun, jeruk nipis, minyak zaitun, atau ampas kopi. Biarkan hingga mengering lalu cuci bersih.

2. Gunakan Pasta Pisang
Cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah menggunakan pasta pisang dilakukan dengan cara menghaluskan pisang matang secukupnya lalu oleskan ke seluruh permukaan kulit kaki yang pecah-pecah lalu biarkan hingga 10 menit atau sampai kering. Setelah itu cucilah kaki. Pasta pisang akan menutrisi dan melembabkan kulit kaki.

3. Gunakan Pasta Avocado
Avocado / alpukat memang memilki nilai gizi yang tinggi. Selain menggunakan pisang, untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah pun dapat menggunakan pasta avocado. Caranya hampir sama, yaitu haluskan buah alpukat yang matang kemudian oleskan ke seluruh permukaan kulit yang pecah-pecah hingga mengering atau sekitar 10 menit, kemudian cuci bersih.

4. Gunakan Petroleum Jelly
Selain menggunakan pasta dari buah, Anda pun dapat menggunakan petroleum jelly di malam hari seperti yang banyak disarankan para ahli kecantikan untuk memperbaiki kondisi kulit kaki yang rusak. Oleskan setiap malam sebelum tidur pada seluruh permukaan kulit kering untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah.

5. Gunakan Lidah Buaya
Siapa yang tak kenal lidah buaya? Tanaman ini memang sering dimanfaatkan untuk melembabkan rambut, namun tak hanya itu Anda pun dapat memanfaatkan daging buah lidah buaya untuk melembabkan dan menutrisi kulit serta mengatasi telapak kaki pecah-pecah. 


C. Cara Mengatasi Telapak Kaki Pecah-Pecah Secara Alami Dari Dalam


Salah satu penyebab kulit kering dan pecah-pecah adalah kurangnya nutrisi, oleh karena itu kita perlu memenuhi kebutuhan nutrisi kulit untuk mengatasi telapak kaki pecah-pecah ini dengan cara memenuhi kebutuhan cairan dan menerapkan pola diet seimbang dengan sayuran dan buah-buahan.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kulit seperti:
  • Makanan yang kaya vitamin E seperti minyak sayur, sayuran hijau, sereal, gandum, produk gandum dan kacang-kacangan.
  • Makanan yang kaya mineral seperti susu, keju, yogurt, susu kambing, susu kedelai, sereal, daging, ayam, ikan, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, dll. 
  • Makanan kaya Omega 3 seperti ikan air berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Itulah beberapa penyebab, cara mencegah tumit retak, dan cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah yang dapat Anda coba praktekan di rumah. Perlu diingat bahwa cara mengatasi telapak kaki pecah-pecah secara alami tsb memerlukan kedisiplinan dan ketekunan Anda. 
Bila kondisi telapak kaki Anda parah, sampai terasa perih dan berdarah, sebaiknya segera konsultasikan dulu ke dokter untuk mencegah terjadinya infeksi dan mengatasi telapak kaki pecah-pecah tsb. Semoga bermanfaat ..

Kamis, 01 Oktober 2015

Ternyata Ini Loh Penyebab Sering Buang Air Kecil

Apakah Anda termasuk orang yang sering buang air kecil? Rasanya sungguh tak nyaman, apalagi bila Anda sedang berada dalam perjalanan atau saat sedang sibuk tapi tetap harus bolak-balik ke toilet. Penyebab sering buang air kecil memang biasanya karena terlalu banyak minum, namun ternyata pendapat ini tidak selalu benar karena terlalu sering kencing malah mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Secara normal, setiap orang akan pergi ke toilet dalam sehari adalah 4-8 kali, namun sebagian orang ada yang memiliki frekuensi lebih dari itu sampai harus bangun malam hari karena urusan ini. Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Anda dan memastikan penyebab sering buang air kecil pada Anda maka Anda harus memperhatikan kondisi seperti apakah Anda terlalu banyak minum, atau apakah Anda sedang menggunakan obat tertentu. Untuk lebih lengkapnya yuk kita ulas satu per satu
penyebab-ingin-sering-kencing-javatalk.info


Penyebab Sering Buang Air Kecil Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil selain terlalu banyak minum tentunya. Penyebab ini akan saya golongkan menjadi 3 bagian, yaitu karena kondisi medis / penyakit, obat-obatan, dan faktor psikologis.

Kondisi Penyakit Yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil


Berikut ini adalah beberapa penyakit / kondisi medis yang dapat menyebabkan Anda merasa ingin selalu ke belakang untuk mengeluarkan urin.

1. Kandung Kemih Terlalu Aktif (“Overactive Bladder")
Penyebab sering buang air kecil yang pertama adalah terlalu aktifnya kandung kemih, yaitu suatu kondisi di mana otot kandung kemih secara tiba-tiba berkontraksi tidak terkontrol sehingga menyebabkan Anda ingin kencing walaupun sebetulnya kandung kemih belum terisi penuh oleh urine. Pada kondisi normal, setiap orang akan merasa ingin pipis bila kandung kemih sudah penuh urine dan sensor inilah yang mengirimkan sinyal ke otak agar kita dapat segera pipis untuk mengosongkan kandung kemih tsb.

2. Infeksi Saluran Kemih
Bila Anda merasakan “ingin” terus-terusan buang air kecil yang tidak dapat ditahan dan perasaan ini diiringi dengan demam, rasa tak nyaman / nyeri di area perut, maka Anda perlu wasapada karena mungkin Anda mengalami tanda-tanda infeksi saluran kemih.

3. Batu Ginjal
Batu ginjal adalah batu mineral yang terbentuk di dalam kandung kemih ketika urine terkonsentrasi misalnya terlalu banyak menahan pipis sebelumnya atau karena faktor lain. Penyakit batu ginjal bisa saja menjadi penyebab sering buang air kecil bila disertai tanda-tanda lain seperti kencing yang keluar sedikit-sedikit dan disertai rasa nyeri, sakit pada perut bagian bawah, terdapat darah pada urin, atau warna urin yang berubah menjadi gelap atau keruh.

4. Infeksi Ginjal
Penyebab sering buang air kecil berikutnya adalah kemungkinan terjadi infeksi ginjal. Biasanya selain ingin terus pipis, diiringi juga dengan gejala lain seperti sakit punggung, sakit pangkal pah, demam, gemetaran, mual, muntah, dan diare.

5. Gangguan Pada Prostat
Pembesaran prostat dapat menekan saluran kemih / uretra dan menutup aliran urin sehingga menyebabkan dinding kandung kemih mengalami iritasi dan mudah berkontraksi walaupun hanya berisi sedikit urin. Itulah kenapa gangguan pada prostrate dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

6. Diabetes
Penyakit diabetes seringkali dicurigai sebagai penyebab sering buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha mengeluarkan kelebihan gula dalam darah sehingga memicu produksi urin yang lebih banyak. Biasanya diiringi pula dengan rasa haus yang terus menerus.
Baca juga: Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius

7. Stroke
Penyakit stroke sering kali menyebabkan kerusakan syaraf dan bila syaraf yang rusak ini berkaitan dengan fungsi kandung kemih maka penyakit ini dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

8. Divertikulitis
Penyakit lainnya yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil adalah diverkulitis / radang pada dinding usus besar. Bila Anda mengalami penyakit ini maka Anda akan merasakan nyeri yang berawal dari pusar lalu menyebar ke perut bagian bawah, terjadi demam, sering kencing yang disertai nyeri, dan pendarahan pada dubur.

9. Kehamilan
Pada saat kehamilan, uterus akan membesar dan menekan kandung kemih sehingga menyebabkan Anda ingin terus sering buang air kecil.
Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

Obat-Obatan Penyebab Sering Buang Air Kecil


Obat-obatan yang bersifat diuretik umumnya digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan penimbunan cairan pada ginjal. Obat diuretik akan membuang cariran berlebih dari tubuh sehingga membuat Anda ingin terus-terusan kencing.

Faktor Psikologis


Selain kondisi medis dan konsumsi obat-obatan diuretik, faktor psikologis ternyata adalah penyebab sering buang kecil juga. Rasa cemas dapat membuat Anda merasa tidak tenang, jantung berdebar, otot tegang, mudah berkeringat, sulit tidur, mudah marah, sulit konsentrasi, mudah terkejut, diare, mual, sakit kepala, sakit pungggung, dan termasuk sering ingin kencing.

Selain itu karena kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama, misalnya setiap akan bepergian selalu merasa ingin pipis dan membuat Anda merasa tidak tenang bila belum melakukannya.

Itulah beberapa penyebab sering buang air kecil yang perlu Anda ketahui selain terlalu banyak minum tentunya.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anda Sering Buang Air Kecil?


Setelah Anda dapat mengidentifikasi penyebab sering buang air kecil maka Anda dapat menentukan tindak lanjut berikutnya. Bila rasa ingin terus-terusan kencing tsb disebabkan oleh banyaknya minum, obat-obatan, dan kehamilan sebetulnya tidak terlalu perlu dikhawatirkan karena saat Anda menghentikan pengobatan atau minum air secara normal maka kondisi ingin terus-terusan kencing tsb dapat berangsur normal kembali.

Yang patut Anda khawatirkan adalah bila Anda tidak minum air banyak atau tidak mengkonsumsi obat diuretic namun tetap merasa ingin terus-terusan buang air kecil maka Anda perlu konsultasikan kondisi Anda pada dokter kepercayaan Anda.

Untuk memastikan penyebab sering buang air kecil yang Anda alami maka diperlukan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan urin untuk mengetahui apakah ada senyawa abnormal dalam urine, tes pencitraan untuk menampilkan gambar dalam tubuh, tes neurologis untuk memeriksa apakah ada gangguan syaraf, dan tes urodinamik untuk memeriksa seberapa baik kondisi kandung kemih termasuk sfingter dan uretra.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan dokter mengetahui penyebab sering buang air kecil yang terjadi pada Anda, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan tergantung penyebab / kondisi medis yang Anda alami.

Minggu, 27 September 2015

Penyebab Sering Haus Mungkin Gejala Penyakit Serius


Rasa haus sebetulnya adalah sistem alarm tubuh yang menandakan bahwa tubuh memerlukan asupan cairan untuk menjalankan metabolisme tubuh. Rasa haus ini sebetulnya normal namun bila Anda merasakan rasa haus sepanjang hari, maka Anda patut waspada karena penyebab sering haus tsb mungkin adalah pertanda gejala penyakit serius.
penyakit-penyebab-rasa-haus-berlebih
image credit: psu.com


Penyebab Sering Haus Yang Perlu Diketahui


Berikut ini adalah beberapa penyebab rasa haus yang perlu Anda ketahui, meliputi:

1. Makanan

Beberapa makanan tertentu seperti makanan asin dan pedas dapat menjadi penyebab rasa haus dan menstimulasi tubuh untuk mengkonsumsi cairan lebih banyak.

2. Cuaca Panas


Udara yang panas juga dapat menjadi penyebab sering haus terutama bila Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari.

3. Dehidrasi


Dehidrasi atau kekurangan cairan biasanya terjadi bila Anda tidak mengkonsumsi cairan dalam waktu yang lama apalagi bila Anda melakukan aktivitas yang banyak menguras keringat, atau terjadi penyakit diare atau muntah.

4. Kehamilan


Wanita hamil sering merasa ingin buang air kecil karena kandung kemih yang tertekan oleh janin. Karena banyaknya pembuangan cairan ini membuat wanita hamil lebih sering merasa haus dan ingin minum terus.

Baca juga: Tanda-Tanda Kehamilan Awal Yang Wajib Diketahui

5. Obat-Obatan Tertentu


Obat tertentu seperti litium dan diuretic dapat menjadi penyebab sering haus karena seringnya buang air kecil.

6. Penyakit Serius


Disamping penyebab sering haus di atas, rasa haus yang berlebihan juga menandakan adanya penyakit serius, seperti:

Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang terjadi karena kadar gula di dalam darah yang tinggi dan dapat menjadi penyebab sering haus. Tingginya kadar gula darah memicu ginjal untuk memproduksi urine lebih banyak untuk melepaskan kelebihan gula dari darah tsb. Semakin banyak urine yang dihasilkan maka penderita diabetes akan lebih sering merasa haus sebagai pertanda bagi Anda untuk segera mengganti kehilangan cairan tsb.

Diabetes Insipidus

Selain penyakit diabetes mellitus, diabetes insipidus pun dapat menjadi penyebab sering haus yang Anda alami. Penyakit ini terjadi karena tingginya hormone antidiuretic (ADH) atau vasopressin yang berfungsi mengatur kadar cairan dalam tubuh. Produksi urine yang berlebih membuat pengidapnya sering merasa kehausan.

Ketoasidosis Diabetikum

Masih seputar penyakit diabetes, komplikasi diabetes karena kadar gula darah terlalu tinggi namun kadar insulin (hormon pemecah gula) yang rendah juga merupakan penyakit serius penyebab sering haus. Karena tidak mampu memecah gula tsb maka tubuh akan memecahkan lemak sebagai sumber energy tubuh, akibatnya terjadi penumpukan keton yang sangat membahayakan. Komplikasi ini sering terjadi pada pengidap diabetes tipe 1 namun kadang pada tipe 2 juga. Selain haus berlebih, gejala penyakit ketoasiadosis diabetikum juga ditandai dengan tubuh yang terasa sangat lelah, sering buang air kecil, susah bernapas panjang, sakit pada perut bagian atas, dan bahkan dapat terjadi koma.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

Anemia Sel Sabit

Penyakit serius lainnya yang menjadi penyebab sering haus adalah anemia sel sabit. Penyakit ini merupakan penyakit turunan yaitu suatu kondisi di mana sel darah merah berkembang tidak normal, berbentuk seperti sabit. Sel darah abnormal ini akan menghambat pembuluh darah dan menyebabkan kerusakan organ tubuh termasuk ginjal dan pasien pun sering merasa kehausan. Selain itu dapat pula disertai dengan tubuh yang lemah dan sesak napas.

Itulah beberapa penyebab sering haus yang perlu Anda ketahui. Bila Anda sering merasa kehausan secara terus menerus, alangkah baiknya bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter kepercayaan Anda untuk menghindari terjadinya penyakit serius seperti yang telah diulas di atas.

Kamis, 24 September 2015

Cara Mudah Mengatasi Bau Kaki Yang Menyengat

Mengatasi bau kaki yang menyengat memang perlu segera dilakukan agar Anda tetap merasa percaya diri dan aroma kaki tsb tidak mengganggu orang lain. Namun sebelum membahas mengenai tips untuk mengatasi masalah Anda, sebaiknya Anda ketahui dulu apa saja yang menjadi penyebab bau kaki tsb.

Penyebab Bau Kaki Yang Perlu Diketahui

Banyak hal yang dapat menyebabkan aroma bau kaki menjadi tidak enak dan berbau menyengat. Namun biasanya aroma tsb disebabkan adanya infeksi jamur. Kaki yang lembap karena keringat dan kurangnya sirkulasi karena penggunaan sepatu biasanyanya menjadi penyebab utama bau kaki. Kaus kaki dan sepatu basah pun menjadi penyebab bau kaki baik basah karena keringat atau basah karena hujan, dll. Jamur memang sangat suka dengan tempat hidup yang lembap. 
cara-menghilangkan-bau-kaki-javatalk.info
image credit: kodjoworkout.com

Cara Mencegah Bau Kaki


Dilihat dari penyebabnya, maka kita dapat menggunakan beberapa cara untuk menghindari aroma tidak enak pada kaki, yaitu sbb:
  1. Saat Anda hendak menggunakan sepatu, gunakanlah kaus kaki dari bahan yang dapat menyerap keringat dan adem sehingga nyaman digunakan.
  2. Gantilah kaus kaki setiap hari. 
  3. Cucilah sepatu secara teratur. 
  4. Hindarilah pemakaian kaos kaki dan sepatu yang basah. 
  5. Gunakanlah kaus kaki dan sepatu dalam keadaan kaki bersih dan kering. 
  6. Hindari menyimpan sepatu di tempat lembap, bila diperlukan gunakan penyedot lembap di rak sepatu Anda. 
  7. Saat sepatu Anda basah karena kehujanan, cucilah atau setidaknya dilap kemudian dijemur / dikeringkan. 
  8. Potonglah kuku secara teratur agar terhindar dari kotoran penyebab bau yang menempel di sudut-sudut jari biasanya jempol. 
Baca juga: 6 Cara Merawat Agar Cantik dan Tidak Mudah Patah

Cara Menghilangkan Bau Kaki


Permasalahannya sekarang adalah bila kaki terlanjur bau, bagaimana cara mengatasi bau kaki tsb? Bila kondisi tsb yang Anda alami sekarang, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:

1. Gunakan Salep Anti Jamur

Bau kaki yang menyengat biasanya timbul karena adanya infeksi jamur pada sela-sela jari kaki. Coba Anda periksa bagian tsb, apakah ada kulit kaki yang mengelupas di sekitar sela kaki? Tanda-tanda terjadinya infeksi jamur adalah timbulnya gatal selain itu tampak kulit kaki berlubang. Bila Anda mengalami hal ini maka Anda perlu mengatasi infeksi jamur terlebih dahulu yaitu dengan menggunakan salep anti jamur yang banyak dijual di pasaran secara rutin sebagai cara mengatasi bau kaki yang menyengat tsb.

2. Gunakan Sabun Anti Bakteri

Sekarang banyak sekali sabun anti bakteri yang dijual di pasaran. Cobalah Anda gunakan sabun tsb untuk menghilangkan bakteri dan sisa keringat yang menempel di kaki untuk mengatasi bau kaki tsb. Cucilah kaki setiap kali Anda pulang berpergian dan mandi.

3. Cara Mengatasi Bau Kaki Menggunakan Bahan Alami

Beberapa bahan alami dapat digunakan untuk menghilangkan bau kaki diantaranya adalah kopi, jeruk lemon, dan teh.

Untuk mengatasi bau kaki menggunakan kopi, Anda cukup menggunakan bubuk kopi lalu masukkan ke dalam kaus kaki Anda sebelum Anda gunakan. Bila cara ini dirasa kurang nyaman, Anda pun dapat memasukkan bubuk kopi ini ke dalam plasik silica lalu taruhlah di dalam sepatu untuk menghilangkan bau sepatu.

Selain itu Anda pun dapat merendam kaki Anda di air teh atau air jeruk lemon untuk mengatasi bau kaki yang menyengat. Rendamlah kaki Anda selama 15-25 menit dalam air teh atau air perasan lemon dan lakukan selama 2-3 kali sehari sampai bau kaki Anda benar-benar hilang. Air teh dan lemon mampu menetralisir bau dan mengontrol kelembapan kaki.

4. Menggunakan Deodorant

Antiprespirant & deodorant memang sangat ampuh mengurangi keringat dan menghilangkan bau ketiak, ternyata dapat pula digunakan untuk menghilangkan bau kaki loh. Anda dapat menggunakan kosmetik khusus kaki tsb atau dapat pula menggunakan kosmetik yang biasa Anda gunakan di ketiak.

5. Menghilangkan Bau Sepatu dengan Koran

Untuk mengurangi bau sepatu yang membandel, Anda dapat menggunakan kertas koran yaitu dengan cara membungkus sepatu tsb dengan beberapa lembar koran, bau sepatu pun akan hilang. Selain itu taruhlah sepatu yang telah selesai dicuci dan belum digunakan di tempat yang kering dan tidak lembap.

Itulah beberapa tips / cara mengatasi bau kaki dan bau sepatu yang dapat Anda coba, semoga bermanfaat …

Minggu, 20 September 2015

5 Manfaat Rebung Bagi Kesehatan Tubuh Yang Perlu Diketahui

Rebung alias bambu mudah seringkali diolah sebagai salah satu makanan di Asia termasuk Indonesia namun masih banyak di antara masyarakat yang tidak menyukai makanan ini karena aromanya yang kurang enak padahal bila mereka mengetahuinya, aroma khas rebung dapat dihilangkan dengan mudah dan ternyata lagi terdapat banyak manfaat rebung bagi kesehatan tubuh.
khasiat rebung bagi kesehatan, manfaat kesehatan dari rebung
Rebung - imange credit: fimadani.com

Berikut ini adalah beberapa manfaat rebung bagi kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui:

Manfaat Rebung Bagi Kesehatan Saluran Pencernaan


Kandungan serat yang tinggi pada rebung dan kalorinya yang rendah sangat bermanfaat bagi Anda yang sedang melakukan program diet. Ya betul salah satu manfaat rebung bagi kesehatan tubuh adalah membantu Anda menurunkan berat badan, Anda akan tetap merasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya namun tak perlu takut gemuk karena kalorinya rendah.

Selain berkhasiat dalam membantu program diet, rebung juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti diare dan gastroenteritis. Selain itu, rebung juga berkhasiat dalam mengatasi penyakit cacingan.

Kandungan seratnya yang tinggi mampu memperlancar saluran pencernaan sehingga sistem pembuangan zat-zat racun dapat lebih lancar. Selain itu kandungan fitosterol seperti flavon, amilasi, dan klorofil pada rebung mampu membantu melawan penyakit kanker usus yang diderita. 
Baca juga: Penyebab, Tips Pencegahan, dan Tanda-Tanda Kanker Usus

Manfaat Rebung Bagi Kesehatan Jantung


Kandungan dalam rebung mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dengan demikian sirkulasi darah akan lebih lancar tanpa terganggu penyumbatan sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, kandungan kalium di dalamnya sangat mendukung manfaat rebung bagi kesehatan jantung.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh


Rebung sangat kaya akan nutrisi yang sangat diperlukan tubuh seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin B1, vitamin B12, vitamin B3, asm folat, vitamin E, mangan, zat besi, kalium, natrium, tembaga, fosfor, seng, magnesium, dan kalsium. Dengan terpenuhinya nutrisi yang diperlukan tubuh akan membuat tubuh kita semakin tahan akan serangan penyakit dan tak heran juga bila salah satu manfaat rebung bagi kesehatan tubuh adalah meningkatkan daya imunitas sehingga lebih tahan terhadap penyakit flu, dll.

Manfaat Rebung Bagi Kesehatan Mental


Mengkonsumsi rebung mampu menurunkan tingkat kecemasan dan depresi. Oleh karena itu bagi Anda para wanita yang mengalami siklus haid tidak lancar karena mendapatkan stress cobalah konsumsi rebung. Mengkonsumsi rebung pun dapat mengurangi nyeri saat haid.

Selain itu, masih untuk para wanita, rebung termasuk tanaman uterotonika yaitu mampu membantu meningkatkan kontraksi rahim sehingga dapat memperlancar proses kelahiran.

Manfaat Rebung Untuk Penyembuhan Luka


Berdasarkan hasil penelitan, rebung memiliki zat anti inflamasi (anti radang) dan analgesik (anti nyeri) yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan bisul.

Itulah 5 manfaat rebung untuk kesehatan tubuh yang perlu Anda ketahui. Jadi masih tidak mau memakan rebung? cobalah pertimbangkan khasiat dan manfaat rebung di atas ...


Rabu, 16 September 2015

Penyebab dan Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati Yang Perlu Diketahui

Pernahkah Anda mengalami sakit ulu hati? Atau pernahkah Anda merasa sakit di bagian tengah atas perut yang kadang disertai dengan rasa mual dan kembung. Apa sih sebetulnya sakit ulu hati? Terus apa penyebab dan bagaimana cara mengatasi sakit di ulu hati? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasannya berikut ini…

Apa Itu Sakit Ulu Hati?


Daerah ulu hati atau disebut juga epigastrium dalam ilmu medis berada di atas pusar, bawah tulang dada, dan di antara tulang rusuk. Tanda-tanda sakit di ulu hati meliputi rasa mual, perut kembung, diiringi sendawa, rasa lapar, kram perut, muntah. Rasa sakit kemudian menjalar ke atas dada atau punggung. Bila dibiarkan, akan terjadi penurunan berat badan pada penderitanya. 
penyebab sakit di ulu hati, penyakit ulu hati, cara mengobati sakit ulu hati
image credit: healthtap.com

Penyebab Sakit di Ulu Hati


Rasa sakit di ulu hati jangan dibiarkan begitu saja, karena bisa jadi menjadi tanda-tandi penyakit serius lainnya. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit di ulu hati yang patut Anda waspadai:

Tukak Peptik

Tukak peptik yaitu penyakit karena adanya luka pada lapisan dinding lambung atau usus kecil seringkali disebut sebagai penyebab sakit di ulu hati paling umum. Tukak peptik terjadi bila ada zat asam yang mengenai luka di lambung sehingga terasa menyakitkan dan mungkin timbul pendarahan. Sejatinya memang suasana di lambung adalah asam, namun bila asam itu terlalu berlebih malah akan merusak dinding lambung misalnya karena penggunaan obat-obatan bersifat asam (seperti aspirin / asetil salisilat, ibuprofen, ketoprofen, suplemen kalium, dll) atau karena infeksi bakteri.

Penyebab sakit di ulu hati kemungkinan besar adalah sakit tukak lambung bila terjadi pula rasa sakit dari area pusar hingga dada, rasa sakit semakin parah saat perut kosong dan di malam hari, rasa nyeri dapat saja hilang namun kembali lagi pada hitungan hari atau hitungan minggu. Pada sebagian kecil kasus, kadang tukak peptic ditandai juga dengan muntah darah, buang air besar (BAB) berdarah, mual, hilangnya selera makan, dan penurunan berat badan.

Penyakit Kantong Empedu

Penyebab sakit di ulu hati berikutnya adalah karena ada penyakit kantong empedu. Kantong empedu adalah sebuah kantong kecil yang berada di bawah hati yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu untuk membantu hati dalam mencerna lemak. Sakit kantong empedu ditandai juga dengan rasa sakit perut yang terjadi secara konstan, diiringi dengan mual, muntah, demam, tubuh gemetaran, nyeri dada, dan perubahan warna kotoran / tinja.

Pankreatitis

Pankreatitis adalany terjadinya radang pada pankreas yaitu organ tubuh penghasil enzim untuk proses pencernaan dan penghasil hormon untuk mengatur kadar gula. Pakreatitis mungkin saja menjadi penyebab sakit di ulu hati bila Anda merasakan rasa sakit akut yang terasa hingga punggung dan disertai dengan muntah.

Anda pun dapat melihat perubahan warna di sekitar pusar / panggul, perut terasa kaku, dan rasa sakit kian parah seusai makan. Pankreatitis kronis juga ditandai dengan kotoran yang berbau tidak biasa dan berminyak, serta terjadi penurunan berat badan.

Sindrom Iritasi Usus

Penyebab sakit di ulu hati lainnya adalah sindrom iritasi usus. Penyakit ini pun ditandai dengan kram, perut kembung, buang gas, juga terjadi perubahan frekuensi BAB. Iritasi usus dapat terjadi karena otot dinding usus saat membawa makanan bergerak lebih kuat dan lama.

Sebetulnya penyebab pasti penyakit ini belum dapat dipastikan, namun dari hasil pengamatan oleh para peneliti, risiko tinggi terjadi pada wanita, orang yang berumur 45 tahun ke bawah, memiliki anggota keluarga yang mengalami penyakit ini, penderita gangguan kesehatan mental, sering cemas, dan depresi.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi / penyakit yang disebabkan oleh penyakit tekanan darah tinggi yang tidak ditangani dengan baik pada ibu hamil. Bila dibiarkan kondisi ini mampu merusak organ tubuh, umumnya menyerang ginjal. Penyebab sakit di ulu hati ini biasanya diiringi dengan muntah muntah bila kondisinya sudah parah.

Kanker Lambung

Rasa sakit di ulu hati harus diwaspadai karena bisa saja penyebab sakit di ulu hati tsb adalah kanker lambung. Kanker lambung memang dapat disebabkan oleh beberapa faktor namun bila Anda pria, berusia 55 tahun ke atas, perokok, sering mengkonsumsi makanan bergaram tinggi, atau memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama maka Anda memiliki faktor risiko yang tinggi. Penyakit ini ditandai dengan terjadinya muntah dan penurunan berat badan.

Cara Mengatasi Sakit di Ulu Hati


Setelah Anda mengetahui beberapa penyebab sakit di ulu hati, maka sekarang saatnya Anda mengetahui cara mengatasi sakit di ulu hati tsb.

Cara mengatasi sakit di ulu hati dibedakan menjadi 2 yaitu bila gejala yang dirasa tidak parah dan parah.

Untuk mengatasi rasa sakit di ulu hati yang tidak parah yaitu hanya terasa / terjadi 1-2 kali maka dapat Anda atasi sendiri di rumah dengan mudah yaitu:
  • Mengonsumsi obat antasida yang biasanya dijual bebas di pasaran. Antasida dapat membantu menetralkan asam lambung sehingga mengurangi rasa sakit. Antasida yang dijual di pasaran biasanya dikombinasi dengan anti flatulen untuk mengatasi perut kembung. Bacalah aturan pakai penggunaan yang tercantum di tiap kemasan.
  • Hindari mengkonsumsi makanan / minuman penyebab sakit di ulu hati seperti kafein, minuman beralkohol, minuman bersoda, makanan pedas, dan makanan lainnya yang dapat mengiritasi perut.
Untuk mengatasi sakit di ulu hati bila gejala yang dirasakan cukup parah atau selama 2 hari gejala tidak mereda atau atau bahkan semakin parah seperti diiringi demam, muntah, lemas, sulit bernapas, pembengkakan pada perut, darah pada kotoran, dsb maka segeralah konsultasikan atau periksakan diri pada dokter kepercayaan Anda.